Logo Saibumi

Peserta Didik Sepi, Sekolah Swasta di Bandar Lampung Minta Pemerataan Siswa

Peserta Didik Sepi, Sekolah Swasta di Bandar Lampung Minta Pemerataan Siswa

Suasana belajar mengajar di SMP Sriwijaya, Bandar Lampung | Foto: Siska/Saibumi.com

Saibumi.com, Bandar Lampung - Miris. Sejak pemerintah mengeluarkan kebijakan penerimaan peserta didik baru (PPDB) dengan sistem zonasi tanpa melihat nilai siswa, nasib sekolah swasta seakan di ujung tanduk.

Betapa tidak. Dengan sistem zonasi ini, kendati nilai siswa tersebut rendah, namun bisa diterima di sekolah yang dekat dengan lingkungan tempat tinggalnya.

BACA JUGA: Paduan Suara SMA Fransiskus Bandar Lampung Torehkan Prestasi Internasional

Akibatnya, hampir semua siswa bisa mengenyam pendidikan di sekolah negeri milik pemerintah.

Imbasnya, sekolah swasta tidak kebagian siswa. Apalagi jika sekolah swasta tersebut tidak termasuk sekolah favorit. Seperti SMP Sriwijaya.

Sekolah swasta yang berlokasi di Jalan Sultan Agung, Gang M. Bangsawan No. 12 A, Sepang Jaya, Kedaton, Bandar Lampung itu sepi peminat.

Pada PPDB 2019 ini, tidak ada siswa untuk kelas 7. Hanya ada 20 siswa untuk dua kelas, yakni kelas 8 dan 9.

"Jumlah siswa sekarang ada 20 orang, 10  orang di kelas 8 dan 10 lainnya kelas 9. Untuk kelas 7 kosong," kata Kepala SMP Sriwijaya, Bandar Lampung Erika Syamro, kepada Saibumi.com, Rabu, 24 Juli 2019.

Dituturkannya, pada PPDB 2019 ini ada lima orang yang sudah mendaftar, namun keluar tanpa alasan. Juga ada seorang siswa yang memilih pindah ke sekolah lain dengan alasan ikut temannya.

"Ya, kemarin ada lima siswa daftar saat PPDB. Tapi ketika sudah mulai masuk, justru tidak datang. Sisa satu orang yang ditunjuk jadi ketua OSIS, tapi pindah juga ke sekolah lain. Katanya di sana banyak temannya ," jelas Erika.

Selain tidak memiliki siswa didik baru, SMP Sriwijaya ini hanya memiliki tiga ruang kelas untuk belajar siswa kelas 7, 8 dan 9.

"Yah, namanya juga sekolah swasta kecil, hanya tiga kelas di sini," keluh Erika.

Dengan kondisi tersebut, pihak SMP Sriwijaya Bandar Lampung meminta kepada pemerintah agar memperhatikan keberadaan sekolah swasta, terutama soal pemerataan siswa.

"Harapan yang ingin disampaikan, kalau bisa disamakan dengan sekolah yang besar dan lebih maju. Kami membutuhkan dukungan dari pemerintah, karena kita usaha sendiri, terkadang kepala sekolah sendiri yang membiayai," terang Erika.

Meski tidak memiliki banyak siswa, namun dengan 16 tenaga didik (Guru) yang dimiliki SMA Sriwijaya Bandar Lampung, proses belajar mengajar terhadap siswa yang ada terus berjalan.

Minimnya minat pelajar untuk masuk ke SMA swasta lainnya juga terlihat di SMA Wijaya, Jalan Kangguru, Sidodadi, Kedaton, Bandar Lampung.

Pada PPDB tahun ajaran baru 2019-2020 ini, SMA Wijaya hanya mendapat empat peserta didik.

Namun saat akan dikonfirmasi Saibumi.com, kepala SMA Wijaya tidak berada di ruang kerjany. Para guru pun tidak berani memberikan komentar. (*)

Reporter: Siska Purnama Sari

Redaktur: Ruslan Fikri

BACA JUGA: Mahmuddin Kakemenag Bandar Lampung, Herman HN: Tingkatkan Pelayanan Keagamaan

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong