Logo Saibumi

Akhir Pekan Rupiah Melemah, Pidato Bos The Fed Basi

Akhir Pekan Rupiah Melemah, Pidato Bos The Fed Basi

Foto: Ilustrasi/istimewa

Saibumi.com, Lampung - Di perdagangan pasar spot pagi ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak melemah.

Pidato Ketua Bank Sentral AS (The Federal Reserves/The Fed) yang tidak lagi spesial menjadi alasan greenback mulai bisa bangkit.

Pada Jumat, 12 Juli 2019, US$ 1 setara dengan Rp 14.065 kala pembukaan pasar.

Rupiah melemah tipis 0,04% dibandingkan posisi penutupan perdagangan hari sebelumnya, dilansir CNBC Indonesia.

Nasib serupa juga dialami mata uang Asia lainnya. Di hadapan dolar AS, mata uang utama Benua Kuning melemah dalam rentang terbatas.

Kemarin, dolar AS 'dikeroyok' habis-habisan di Asia. Seluruh mata uang Asia berhasil menguat terhadap greenback.

Penyebabnya adalah testimoni atau paparan Powell di depan Komite Perbankan Senat AS pada Rabu pagi waktu Washington atau malam WIB.

Dalam pidato tersebut, Powell terlihat sangat pesimistis sampai mengucapkan kata uncertainty (ketidakpastian) 26 kali.

"Manufaktur, perdagangan, dan investasi begitu lemah di penjuru dunia. Kita memang melihat AS dan China memulai kembali proses negosiasi, tetapi itu tidak menghapus yang namanya ketidakpastian," ujarnya di depan Senat AS, seperti diwartakan Reuters.

"Data-data yang masuk dan berbagai perkembangan yang ada menunjukkan ketidakpastian karena tensi perdagangan dan perlambatan ekonomi global telah dan terus membebani perekonomian AS. Investasi dunia usaha sepertinya melambat," tambah Powell.

Paparan Powell menjadi kode keras bahwa The Fed siap menurunkan suku bunga acuan. Kemungkinan Federal Funds Rate akan mulai diturunkan akhir bulan ini, dan diramal terjadi dua kali lagi sampai akhir 2019.

Powell kembali berpidato di depan Senat pada malam tadi waktu Washington. Namun karena semua hal besar sudah keluar pada pidato pertama, yang kedua menjadi kurang istimewa.

Meski di paparan kedua ini Powell sudah lebih jelas mengungkapkan bahwa sepertinya penurunan suku bunga acuan sudah tidak bisa terhindarkan lagi.

"Saya rasa kolega-kolega di FOMC (Federal Open Market Committee, komite pengambil kebijakan The Fed) sampai pada pandangan bahwa sudah cukup layak untuk menerapkan kebijakan moneter yang lebih akomodatif.

"Dunia usaha mulai menunda investasinya. Kami melihat investasi melemah setelah cukup kuat pada 2017 dan 2018. Investasi sangat penting, dan sudah terlihat ada perlambatan karena ketidakpastian perdagangan dan pertumbuhan ekonomi global," papar Powell dala paparan hari kedua.

Walau sudah semakin cetha wela-wela suku bunga acuan bakal segera turun, tetapi pelaku pasar tidak terlalu terkejut. Sebab semua sudah masuk perhitungan, sudah dikalkulasikan, sejak pidato pertama Powell kemarin. Basi.

Oleh karena itu, dolar AS bisa mulai melawan balik setelah kemarin tertekan seharian. Namun penguatan dolar AS sangat terbatas, karena sekadar technical rebound. (*/ruslan)

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong