Logo Saibumi

Pengusaha asal Lampung Tersangka BLBI, KPK Periksa Eks Menteri-Ketua BPPN

Pengusaha asal Lampung Tersangka BLBI, KPK Periksa Eks Menteri-Ketua BPPN

Laksamana Sukardi (baju putih) | Foto: Istimewa

Saibumi.com, Lampung - Mantan Menteri BUMN, Laksamana Sukardi, diperiksa KPK sebagai saksi kasus dugaan korupsi ,terkait SKL BLBI dengan tersangka pengusaha asal Lampung, Sjamsul Nursalim, Rabu, 10 Juli 2019.

Dia menyatakan penyidik hanya mengonfirmasi beberapa hal kepadanya.

"Tidak banyak, hanya konfirmasi beberapa hal saja. Sebentar saja. Kurang dari sejam," kata Sukardi Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, dilansir detikcom.

Namun dia enggan menjelaskan apa saja materi pemeriksaannya. Sukardi hadir ke KPK sekitar pukul 10.00 WIB dan sudah keluar sekitar pukul 11.20 WIB.

"Itu urusan penyidik ya," ujarnya.

Selain itu, Sukardi tak banyak berkomentar soal putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) yang melepas eks Ketua Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Syafruddin Arsyad Temenggung, karena MA menilai kasus BLBI yang menyangkut Syafruddin bukan pidana.

Sukardi menyerahkan penanganan kasus ini kepada KPK.

"Saya serahkan pada penegak hukum lah. Beliau yang tahu perkembangannya," kata dia.

Setelah Sukardi, eks Ketua BPPN Glenn MS Yusuf yang turut diperiksa sebagai saksi untuk Sjamsul, juga keluar dari gedung KPK.

Glenn tak mau berkomentar apa pun soal pemeriksaannya.

"No comment," tukas Glenn.

Sebelumnya, Sjamsul Nursalim dan istrinya, Itjih Nursalim, telah ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait BLBI.

KPK menduga keduanya melakukan tindakan yang merugikan negara bersama Syafruddin Arsyad Temenggung saat menjabat Ketua BPPN, terkait Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

Sjamsul diduga menjadi pihak yang diperkaya dalam kasus dengan indikasi kerugian keuangan negara senilai Rp 4,58 triliun ini.

KPK pun telah memanggil Sjamsul dan Itjih untuk diperiksa sebagai tersangka, namun keduanya tak hadir.

Syafruddin, yang diduga bersama-sama terlibat dalam kasus ini, telah dilepas oleh putusan kasasi MA. Perbuatan Syafruddin dinyatakan terbukti, tapi bukan merupakan tindak pidana sehingga dia harus dilepas KPK.

Pihak KPK sendiri menyatakan bakal mengambil upaya hukum atas putusan MA itu, terutama untuk mengembalikan dugaan kerugian negara Rp 4,58 triliun.

KPK juga menegaskan tak akan menghentikan penyidikan Sjamsul dan Itjih. (*/ruslan)

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong