Logo Saibumi

Kasus BLBI Pengusaha asal Lampung Lanjut, MA Lepas Syafruddin Temenggung

Kasus BLBI Pengusaha asal Lampung Lanjut, MA Lepas Syafruddin Temenggung

Syafruddin Arsyad Temenggung | Foto: Istimewa

Saibumi.com, Lampung - Mahkamah Agung (MA) melepaskan Syafruddin Arsyad Temenggung dari tuntutan hukum terkait dugaan korupsi dalam penerbitan Surat Keterangan Lunas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (SKL BLBI).

Padahal, sebelumnya Mantan Ketua Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) itu dinyatakan terbukti bersalah di pengadilan tingkat pertama dan tingkat banding.

Syafruddin divonis 13 tahun penjara dan denda Rp 700 juta subsider 3 bulan kurungan pada pengadilan tingkat pertama.

Di tingkat banding, Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta menambah vonis Syafruddin menjadi 15 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 3 bulan kurungan.

Syafruddin dinyatakan bersalah dalam kasus penerbitan SKL BLBI. Dia lalu mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA) dan dikabulkan.

Amar putusan kasasi yang diajukan Syafruddin itu disampaikan Kabiro Hukum Humas MA Abdullah dalam konferensi pers.

Abdullah menyampaikan putusan itu diambil tidak secara bulat, ada hakim agung yang memiliki pendapat lain.

"Dalam putusan tersebut, ada dissenting opinion. Jadi tidak bulat. Ketua majelis Dr Salman Luthan sependapat judex facti pengadilan tingkat banding. Hakim anggota I, Syamsul Rakan Chaniago, berpendapat bahwa perbuatan terdakwa merupakan perbuatan hukum perdata. Sedangkan anggota 2, Prof Mohamad Askin, berpendapat bahwa perbuatan terdakwa merupakan perbuatan hukum adminsitrasi," kata Kabiro Hukum dan Humas MA, Abdullah, dalam konferensi pers di Gedung MA, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa, 9 Juli 2019.

Tetap Berlanjut

Menyikapi itu, pengacara tersangka kasus dugaan korupsi penerbitan surat keterangan lunas BLBI Sjamsul Nursalim, Maqdir Ismail, bersyukur atas putusan kasasi MA.

"Bagi saya, putusan ini harus dihormati oleh semua pihak dan, bagi kami, putusan ini harus disyukuri karena putusan ini telah memberi kepastian hukum terhadap perkara BLBI yang sudah cukup lama berjalan," kata Maqdir Ismail.

Sedangkan terkait perkara kliennya, Sjamsul Nursalim, pengusaha asal Lampung yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut, menurut dia, keputusan penyidikan berada di tangan KPK.

"Meskipun menurut hemat saya, perkara harus dihentikan, mengingat pak Sjamsul didakwa bersama sama dengan pak Syafruddin," jelas Maqdir.

KPK sebelumnya mengaku menghormati putusan MA melepaskan Syafruddin Temenggung. Namun putusan kasasi MA disebut akan berdampak pada tersangka BLBI Sjamsul Nursalim dan istrinya, Itjih Nursalim.

"Tentu saja putusan tersebut akan berdampak pada perkara SN (Sjamsul Nursalim) yang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Karena perkara SN tidak bisa dilepaskan dari perkara ST (Syafruddin Temenggung)," ujar Wakil Ketua KPK Alexander Marwata saat dihubungi terpisah.

Namun KPK menyebut penyidikan atas tersangka Sjamsul Nursalim tetap berlanjut. Alasannya, KPK tidak punya kewenangan menghentikan penyidikan.

"Masalahnya, KPK tidak mempunyai kewenangan menghentikan penyidikan atau mengeluarkan SP3. Tapi nanti kita pelajari pertimbangan MA membebaskan ST (Syafruddin Temenggung). Tapi nanti kita pelajari pertimbangan MA membebaskan ST," ujar Alexander. (*/ruslan)

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong