Logo Saibumi

Kerusuhan 22 Mei, Amnesty Internasional: 10 Orang Tewas Tak Wajar

Kerusuhan 22 Mei, Amnesty Internasional: 10 Orang Tewas Tak Wajar

Remaja yang menjadi korban tewas kerusuhan 22 Mei 2019, Muhammad Reyhan Fajari (16) semasa hidup | Foto: Istimewa

Saibumi.com, Lampung - Amnesty Internasional Indonesia mendatangi Bareskrim Mabes Polri, Senin, 8 Juli 2019, sekitar pukul 11.00 WIB.

Kedatangan Amnesty Internasional guna menanyakan hasil investigasi Polri terkait kerusuhan yang terjadi pada 21 dan 22 Mei lalu.

BACA JUGA: Hari Ini Seleksi Administrasi, Total 384 Orang Daftar Capim KPK

Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Indonesia, Usman Hamid menerangkan, kedatangannya kali ini merupakan persamuhan lanjutan. Sebelumnya, Amnesty Internasional Indonesia dan Mabes Polri telah menggelar persamuhan sebanyak dua kali yang sifatnya tertutup.

"Jadi hari ini kita akan melakukan pertemuan lanjutan dengan Bareskrim Polri setelah sebelumnya kami menggelar dua kali pertemuan yang bersifat tertutup," ungkap Usman di Bareskrim Polri, dilansir Suara.com -- jaringan Saibumi.com.

Persamuhan sebelumnya juga melibatkan pihak Polda Metro Jaya serta pihak terkait yang melakukan penyelidikan atas insiden tersebut.

Usman menyebut, pihaknya bakal menanyakan lebih merinci ihwal perkembangan penyelidikan polisi terkait korban tewas akibat kerusuhan 21 dan 22 Mei. Disebut Usman, ada total 10 korban tewas di Jakarta maupun Pontianak.

"Dalam pertemuan kali ini kami ingin menanyakan lebih jauh tentang perkembangan dari hasil penyelidikan kepolisian terkait dengan dugaan kematian yang tidak sah terhadap sekitar 10 orang di Jakarta maupun Pontianak," sambungnya.

Selain itu, Amnesty Internasional Indonesia juga ingin menanyakan dugaan kekerasan yang dilakukan anggota kepolisian dalam mengamankan kerusuhan. Ia menambahkan, pihaknya juga akan menanyakan dalang di balik aksi rusuh itu.

"Berkaitan dengan TKP 10 orang yang tewas begitu juga dengan kekerasan yang dilakukan oleh anggota kepolisian dan menyangkut pelaku kerusuhan baik itu pelaku langsung, dimana, kapan dan juga aktor intelektual di bakik rusuh tersebut," imbuh Usman.

Amnesty International juga berencana berkunjung ke Komnas HAM dan menyambangi Ombudsman RI siang ini.

Hal itu dilakukan untuk menyerahkan hasil investigasi yang dilakukan Amnesty International terkait aksi 21-23 Mei 2019 lalu.

"Tim kami sudah menyebar. Ada yang ke Komnas HAM, Ombudsman RI, dan Mabes Polri. Semuanya kami kunjungi hari ini," jelas Haeril.

Kepolisian bakal membeberkan hasil investigasi kerusuhan 21 dan 22 Mei 2019 pekan depan.

Nantinya, tim akan menjelaskan secara gamblang ihwal korban, jenis senjata beserta alurnya, serta rencana membuat kerusuhan. (*/ruslan)

BACA JUGA: Tokoh Pers Banten Dapat Dukungan Nyalon Wali Kota Cilegon

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong