Logo Saibumi

Mendikbud Revisi PPDB 2019, Kuota Siswa Berprestasi Luar Zonasi 5-15 Persen

Mendikbud Revisi PPDB 2019, Kuota Siswa Berprestasi Luar Zonasi 5-15 Persen

Muhadjir Effendy | Foto: Istimewa

Saibumi.com, L;ampung – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengevaluasi kebijakan sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019.

Muhadjir menyebut sudah menindaklanjuti dengan perubahan revisi.

BACA JUGA: Sebanyak 20 Anak KPM-PKH Lampung Lolos Seleksi Program Beasiswa Bidikmisi

“Sudah kita tindaklanjuti dengan perubahan revisi. Salah satunya adalah dari arahan presiden,” kata dia, di Kantor Kemendikbud, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat, 21 Juni 2019.

Muhadjir menjelaskan, perintah evaluasi dari Jokowi terkait sistem PPDB yakni melakukan perbaikan pada poin yang menjadi kontroversi di masyarakat.

Salah satunya yakni kuota siswa berprestasi dari luar zonasi.

“Evaluasi yang dimaksud presiden diminta untuk ditinjau bagian-bagian mana yang masih belum ada kesepakatan atau dalam tanda petik kontroversi. Salah satunya kuota untuk siswa berprestasi dari luar zonasi semula lima persen, beliau berpesan semoga diperlonggar. Kita longgarkan dalam bentuk interval antara lima sampai 15 persen,” jelas Muhadjir, dilansir detikcom.

Diterangkan, untuk daerah-daerah yang pas dengan lima persen seperti peraturan yang lama, jalan terus.

“Tapi untuk yang masih belum, sesuai dengan permintaan, saran, dan usul beberapa pemda yang masih ada masalah itu kemudian kita rapatkan dengan eselon 1 seluruh kemendikbud dan kita undang juga beberapa kepala LPMP yang zonasinya masih bermasalah. Kemudian kita putuskan bersama sesuai dengan arahan presiden supaya dilonggarkan itu, maka kita naikkan,” urai Muhadjir.

Revisi terkait PPDB ini sudah ditandatangani. Saat ini, aturan yang baru sudah berlaku. Artinya interval soal kuota lima persen sudah dilonggarkan.

“Begitu saya mendapatkan perintah beliau (Presiden) saya rapatkan koordinasi dengan menkopolhukam. Malam itu sudah. Sekarang sedang diproses dan sudah bisa berlaku. Yang kontroversi segitu saja,” terang Muhadjir.

Dia menyebut, kontroversi terkait sistem zonasi ini paling banyak di Jawa Timur.

Muhadjir berharap, revisi yang sudah dilakukan ini bisa mengakomodir orang tua siswa berprestasi untuk menyekolahkan anaknya meski lintas zonasi.

“Ya itu makanya untuk luar zonasi yang kita akomodasi. Kalau yang di dalam zonasi sudah berprestasi pasti akan dihitung di situ. Sangat tergantung dengan daya tampung. Kalau sudah cukup tidak perlu rangking,” kata dia.

Tapi kalau masih ada daya tampung negeri belum seperti Jabar melakukan rangking untuk yang berprestasi di dalam zona.

“Yang lima sampai 15 adalah dari luar zona. Tetapi kalau itu tidak sampai 15, misalnya lima persen cukup, ya sudah jangan ditambah-tambah,” ujar Muhadjir. (*/ruslan)

BACA JUGA: Ombudsman Sebut Juknis PPDB SMA Terbitan Disdikbud Lampung Cacat Hukum

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong