Logo Saibumi

Wali Kota Bandar Lampung Mengaku Sudah Maksimal Atasi Kebutuhan Air Bersih

Wali Kota Bandar Lampung Mengaku Sudah Maksimal Atasi Kebutuhan Air Bersih

Herman HN Tinjau Proyek KPBU-SPAM di Desa Relung Helok, Natar, Lampung Selatan. Foto/Siska Saibumi.com

Saibumi.com, Bandar Lampung - Pemerintah Kota Bandar Lampung berupaya untuk memenuhi kebutuhan air bersih pada warganya.

Dengan begitu Wali Kota Herman HN tidak menanggapi komentar Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Provinsi Lampung, yang menilai pendistrbusian air bersih PDAM Way Rilau milik Pemkot Bandar Lampung yang menempati urutan pertama dengan pelayanan terburuk.

Herman HN mengungkapkan, Pemkot Bandar Lampung sudah melakukan yang terbaik dalam penanganan penyediaan air di Kota Tapis Berseri. Mantan Kadispenda Lampung ini memaparkan  semua keluhan telah diatasi, salah satunya proyek kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dalam pengerjaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).

“Kita sudah semaksimal mungkin bagaimana, ini kan kita tambah lagi. Mungkin air enggak ngalir dianggap kurang. Padahal semua keluhan sudah kita atasi, kita buat pipa baru bagaimana sambungan yang baik. Ya silahkan dia (YLKI) nilai aja enggak ada masalah. Rakyat yang merasakan," ucap dia di ruang rapat sidang paripurna DPRD Bandar Lampung, Rabu, 19 Juni 2019.

Orang nomor satu di Bandar Lampung ini berujar, PDAM menirukan proyek Pemkot, yang mana sampai 25 tahun kedepan saham 100% diperoleh untuk Kota Bandar Lampung. Sehingga ia tidak memberikan kecaman kepada pihak PDAM terkait penilaian dari konsumen.

“Enggak ada himbauan, Saya kan berupaya. PDAM itu kan punya saya (Pemerintah Kota Bandar lampung) , bukan dia berdiri sendiri. Semua perusahaan daerah itu punya saya atas nama Wali Kota. Namanya rakyat kan bermacam-macam. Apalagi media sosial sekarang udah semau-maunya, yang gak papa, tapi bagaimana kita dapat meningkatkan pelayanan supaya lebih baik," kata Wali Kota dua periode ini.

Ia kembali menegaskan, pihaknya telah bersih keras berupaya dalam mencukupi kebutuhan air di Kota Tapis Berseri ini. Keseriusan dibuktikan pada peninjauan proyek KPBU-SPAM di Desa Relung Helok, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), Selasa, 18 Juni 2019.

“Kemarin kan pada ikut saya Sidak (Inspeksi mendadak), saya berupaya karena bagaimana air di Bandar Lampung ini tercukupi, saya berupaya dari tahun 2010 bagaimana ini berhasil. Tapi kan baru berhasil kemarin. Dan tahun 2020 kan ini selesai. Sekitar 60 ribu sambungan," ujarnya.

Diketahui, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Provinsi Lampung merilis, pelayanan pendistrbusian air bersih PDAM Way Rilau tempati urutan pertama terburuk. Lantaran seringnya nengalami berbagai keritikan dan keluhan yang dilontarkan masyarakat.

Ketua YLKI Lampung, Subradayani mencatat ada tiga poin aduan dari masyakarat mengenai pelayanan di Bandar Lampung, yakni masalah distribusi air di PDAM, pelayanan administrasi kependudukan dan biaya pendidikan sekolah. Ia menjelaskan, seperti penyediaan air bersih, masih banyak rumah warga yang belum tersalurkan air bersih, terutama wilayah perbukitan.(*)

 

Laporan Reporter Saibumi.com Siska Purnama Sari

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong