Logo Saibumi

Pakar UI: Asap Rokok Bisa Jadi Penyebab Kanker Usus

Pakar UI: Asap Rokok Bisa Jadi Penyebab Kanker Usus

Foto: Ilustrasi/Istimewa

Saibumi.com, Lampung - Penyebab penyakit kanker usus selama ini lebih sering dikaitkan dengan pola makan buruk dan diet tidak sehat.

Padahal menurut pakar, kanker usus juga bisa disebabkan oleh rokok dan asap rokok.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI), Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD(K), mengatakan rokok adalah salah satu penyebab utama penyakit kanker usus.

"Bukan hanya perokok aktif tapi juga perokok pasif. Beberapa kasus kanker usus yang saya temukan bukan pada perokok tapi orang terdekat dan sekitarnya merokok sehingga mereka yang terkena kanker usus besar tersebut merupakan perokok pasif," ujarnya, dalam keterangan tertulis di Jakarta, dilansir Suara.com -- jaringan Saibumi.com, Jumat, 14 Juni 2019.

Menurut Ari, Indonesia masih merupakan surga perokok karena para perokok bebas merokok di mana saja. Hal ini tidak terlihat di negara maju, yang sudah sulit untuk mencari tempat untuk merokok.

Selain asap rokok, faktor risiko lainnya kanker usus adalah kegemukan, kurang bergerak, dan minuman alkohol. Ada beberapa faktor risiko yang tidak bisa berubah adalah umur, umur di atas 50 tahun menjadi batasan umur untuk memulai skrining.

Faktor genetik berupa riwayat kanker atau polip usus pada keluarga, riwayat penyakit radang usus kronis sebelumnya, riwayat penyakit kencing manis atau diabetes mellitus merupakan faktor risiko yang juga harus diantisipasi.

Penyakit kanker usus awalnya bisa muncul tanpa gejala. Oleh karena itu masyarakat yang mempunyai risiko tinggi terjadinya kanker usus besar untuk kontrol ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan skrining untuk mendeteksi secara dini penyakit ini.

Gejala penyakit kanker usus antara lain buang air besar berdarah, pola defekasi yang berubah baik mudah diare atau sembelit secara bergantian, sakit perut berulang, berat badan turun, pucat tanpa sebab yang jelas bahkan apabila teraba benjolan di perut merupakan gejala kanker usus besar.

Pemeriksaan kolonoskopi dan dilanjutkan dengan biopsi merupakan metode utama untuk menemukan kanker usus ini, katanya.

"Kenali faktor risiko, kontrol ke dokter jika mempunyai faktor risiko, kenali gejalanya dan segera berobat ke dokter. Selalu menjaga agar tetap melakukan gaya hidup sehat," imbuh dia.

Penyakit kanker usus besar bisa dicegah dan bisa diobati. Semakin dini ditemukan, semakin baik harapan hidup lima tahun ke depan untuk pasien. (*/SB-03)

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong