Logo Saibumi

Hanya Dalam Semalam Harga Minyak Anjlok

Hanya Dalam Semalam Harga Minyak Anjlok

Foto: Ilustrasi/Istimewa

Saibumi.com, Lampung - Harga minyak dunia anjlok sampai 4% sampai Kamis, 13 Juni 2019, dini hari tadi.

Kekhawatiran akan pelemahan pertumbuhan permintaan minyak tahun ini menjadi faktor yang membebani harga.

Peningkatan stok minyak di Amerika Serikat (AS) juga membuat keseimbangan fundamental (pasokan-permintaan) semakin timpang.

Pada perdagangan dini hari tadi, harga minyak jenis brent dan light sweet anjlok masing-masing sebesar 3,72% dan 4%.

Namun pagi ini, harga si emas hitam mulai merangkak naik meski tipis di kisaran 0,2%, dilansir CNBC Indonesia.

US Energy Information Administration (EIA) mengumumkan minyak mentah AS melonjak 2,2 juta barel pada minggu yang berakhir 7 Juni.

Hal tersebut menimbulkan kejutan karena sebelumnya konsensus analis yang dihimpun Reuters memprediksi penurunan 481.000 barel.

Pada posisi 485,5 juta barel, stok minyak AS berada di posisi tertinggi sejak Juli 2017 dan 8% di atas rata-rata lima tahun terakhir.

Sehari sebelumnya, EIA juga telah memangkas proyeksi pertumbuhan permintaan minyak global pada tahun 2019 sebesar 160.000 barel/hari menjadi 1,22 juta barel/hari.

Sementara untuk 2020, perkiraan pertumbuhan permintaan minyak juga diturunkan 110.000 barel/hari menjadi 1,42 juta barel/hari.

Kombinasi lonjakan pasokan dan pelemahan permintaan tentu saja bukan berita baik untuk pelaku pasar. Alhasil investor banyak melakukan aksi jual kontrak pembelian dan membuat harga minyak jatuh cukup dalam.

Dengan begini, harapan pelaku pasar tertumpu pada rencana Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya dalam memangkas pasokan.

Sebelumnya, Menteri Energi Arab Saudi, Khalid al-Falih mengatakan bahwa OPEC kemungkinan akan terus mengurangi produksi secara bertahap dan mempertahankan ketersediaan pasokan pada level 'normal'.

Menteri Energi Uni Emirat Arab (UEA), Suhail bin Mohammed al-Mazroui mengatakan bahwa anggota OPEC sudah sangat dekat pada kesepakatan kelanjutan pemangkasan produksi.

Kelanjutan kebijakan tersebut akan diputuskan pada pertemuan OPEC+ yang rencananya dilangsungkan pada 25-26 Juni 2019 di Wina, Austria. Namun menurut sumber yang dikutip dari Reuters, Rusia mengusulkan untuk menunda pertemuan hingga 3-4 Juli 2019.

"Ketidakpastian fundamental pada pasar minyak untuk saat ini dan di masa depan sangat tinggi. Kami yakin ini akan mendorong kelompok tersebut (OPEC+) untuk melanjutkan kesepakatan (pemangkasan pasokan)," sebut kajian Goldman Sach.

Bila benar pasokan dapat dikurangi, maka ada peluang harga minyak bisa kembali naik. Seperti yang terjadi pada kuartal I-2019, di mana harga minyak naik hingga 30% akibat pemangkasan produksi OPEC+. (*/SB-03)

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong