Logo Saibumi

Nama Gubernur Lampung Terpilih Dicatut di Akun Facebook dan WhasApp

Nama Gubernur Lampung Terpilih Dicatut di Akun Facebook dan WhasApp

Kuasa Hukum Arinal Djunaidi, Ansori (kemeja biru) saat melapor ke Polda Lampung | Foto: Istimewa

Saibumi.com,Bandar Lampung - Waspada! Jelang pelantikan Gubernur Lampung terpilih Arinal Djunaidi, ada pelaku yang mencoba menipu dengan membuat akun Facebook dan WhatsApp (WA) mengatasnamakan Arinal, yang juga ketua DPD I Partai Golkar Lampung.

Guna mengantisipasi, Arinal melalui kuasa hukumnya yang juga Ketua DPD II Partai Golkar Bandar Lampungm , Yuhadi dan Gindha Ansori dari Bakum HAM Partai Golkar Lampung, melaporkan penggunaan nama Arinal Djunaidi ke Polda Lampung, Kamis, 30 Mei 2019.

Sebab, akun Facebook dan WhatsApp tersebut telah melawan Hukum dengan mencatut nama Arinal, yang diduga akan disalahgunakan untuk keuntungan pribadi dengan memanfaatkan sejumlah pihak.

"Perlu diinformasikan kepada masyarakat Lampung, Gubernur Lampung terpilih Arinal Djunaidi tidak memiliki akun Facebook. Akun yang digunakan pelaku atas nama Arinal itu diduga kuat untuk menipu dan untuk nomor WA yang dipakai yakni 081367217781," ujar Yuhadi.

Untuk itu, dia menghimbau agar masyarakat Lampung hati-hati terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan Gubernur Lampung terpilih Arinal Djunaidi.

"Apabila masyarakat mengetahui hal yang mencurigakan dengan perbuatan serupa, mohon dikonfirmasi terlebih dahulu dengan orang-orang terdekat Arinal Djunaidi, dalam hal ini keluarga, terkait kebenaran informasi tersebut," imbau Yuhadi.

Sebagai tindaklanjut dari upaya meringkus pelaku yang mengatasnamakan Arinal Djunaidi, maka perbuatan pelaku telah dilaporkan di Polda Lampung dengan Nomor Laporan Polisi : LP /B-749/V/2019/LPG/SPKT Tanggal 30 Mei 2019.

Kuasa hukum Arinal lainnya, Gindha Ansori mengatakan atas perbuatan tersebut pelaku diancam melanggar pasal 35 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 rentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Dalam UU tersebut dijelaskan 'setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan manipulasi, penciptaan, perubahan, penghilangan, pengrusakan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik dengan tujuan agar Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik tersebut dianggap seolah-olah  data yang otentik'.

"Ancaman hukumannya ada di dalam pasal 51 Ayat (1) yang menjelaskan bahwa 'setiap orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam pasal 35, dipidana dengan pidana penjara paling lama 12 tahun dan/atau denda paling banyak Rp12 miliar," terang Ansori. (SB-05)

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong