Logo Saibumi

Kasus Suap Mesuji: Sibron Azis dan Kardinal Dituntut Tiga Tahun

Kasus Suap Mesuji: Sibron Azis dan Kardinal Dituntut Tiga Tahun

Sibron Aziz dan Kardinal saat persidangan Kasus Suap Proyek Mesuji di PN Kelas 1A Tanjungkarang Bandarlampung. Foto : Siska / Saibumi.com

Saibumi.com, Bandar Lampung– Terdakwa Sibron Azis Direktur PT. Sucikarya Badinusa (Subanus) Grup dan Kardinal di dituntut 3 Tahun penjara. Kedua terdakwa kasus suap untuk mendapatkan proyek di Kabupaten Mesuji itu juga didenda Rp 200 juta subsider dua bulan penjara.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Subari dan Wawan Yunarwanto secara bergantian membacakan tuntutan menyatakan Sibron Azis dan Kardinal. Yang mana keduanya, dinyatakan bersalah dan terbukti melanggar pasal 5 ayat (1) UU RI nomor 31 tahun 1999 tentang korupsi.

"Pasal telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke I KUHP jo pasal 64 ayat (1) KUHP oleh karna itu mereka dituntut selama 3 Tahun penjara serta denda Rp 200 juta subsider 2 Bulan kurungan," kata Subari di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Senin 20 Mei 2019.

Pada sidang sebelum nya Jaksa penuntut Umumenjelaskan Sibron Azis dan Kardinal diadili terkait kasus korupsi komitmen fee proyek untuk mendapatkan proyek di Kabupaten Mesuji, yang menyeret Bupati Mesuji Khamami.

PT Subanus baru mendapatkan pekerjaan proyek infrastruktur di Dinas PUPR Kabupaten Mesuji sejak bulan Mei 2018 setelah Pokja Pengadaan Barang Dinas PUPR Kabupaten Mesuji mengumumkan PT. Jasa Promix Nusantara (anak perusahaan Subanus Grup, red) sebagai pemenang pekerjaan pengad Base pada Kegiatan Peningkatan Jalan dengan nilai kontrak keseluruhan sebesar Rp9,2 miliar.

“Dengan rincian pengadaan base ruas Garuda Hiram – Sungai Badak pagu anggaran sebesar Rp1,2 milyar. Pengadaan base ruas fajar Baru – Fajar Asri, pagu anggaran sebesar Rp2,1 milyar,” ujar Subari Kurniawan, di Pengadilan Tipikor Tanjungkarang,

Selanjutnya, pengadaan base ruas Sinar Laga – Wirajaya, pagu anggaran sebesar Rp695 juta, pengadaan base ruas Harapan Jaya – Jayasaksi, pagu anggaran sebesar Rp1,7 milyar, pengadaan base ruas Wirabangun, pagu anggaran sebesar Rp1,1. “Lalu pengadaan base ruas Bangun Jaya, pagu anggaran sebesar Rp2,1 milyar,” terangnya.

Dan pada sekitar bulan Mei 2018, Khamami bertemu dengan Wawan Suhendra di Rumah Dinas Bupati, dalam pertemuan tersebut, Khamami meminta uang kepada Wawan Suhendra untuk kebutuhan operasional. Kemudian Wawan meminta uang sebesar Rp200 pada Kardinal yang merupakan bagian dari fee pekerjaan Pengadaan Base. Atas permintaan tersebut, Kardinal meminta persetujuan Sibron Azis melalui Silvan.

“Selanjutnya pada bulan Mei 2018 bertempat di kantor PT. Subanus Jl. Dr. Harun II Gg. Beo No. 8 Kelurahan Kota Baru Kecamatan Tanjungkarang Timur Kota Bandarlampung, Silvan menyerahkan uang sebesar Rp200 juta ke Wawan, setelah itu Wawan menyerahkan uang sebesar Rp200 juta itu kepada Khamami didalam mobil Fortuner miliknya,” bebernya.

Lalu pada sekitar bulan Agustus 2018 Khamami kembali memerintahkan Wawan meminta uang dari Kardinal untuk kepentingan Khamami. Selanjutnya Wawan meminta uang sebesar Rp100 juta dari fee pekerjaan Pengadaan Base.

 “Atas permintaan tersebut, Kardinal meminta persetujuan Sibron Azis melalui Silvan dan Sibron Azis menyetujuinya, setelah itu bertempat di daerah Natar Lampung Selatan sekitar jembatan layang Kardinal menyerahkan uang sebesar Rp100 juta kepada Khamami melalui Wawan,” tutupnya. (SB-13)

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong