Logo Saibumi

Batalkah Puasa saat Pakai Obat Tetes Mata atau Telinga? Simak

Batalkah Puasa saat Pakai Obat Tetes Mata atau Telinga? Simak

Foto: Ilustrasi/Istimewa

Saibumi,com, Lampung - Obat tetes mata dan telinga menjadi solusi pertama di saat kedua panca indera kita itu mengalami gangguan.

Tapi, apakah pemakaian obat tetes mata dan telinga dapat membatalkan puasa?

Dilansir Suara.com -- jaringan Saibumi.com dari laman NU.or.id, Kamis, 16 Mei 2019, para ulama sepakat masuknya benda ke dalam anggota tubuh bagian dalam melalui rongga terbuka yakni mulut, lubang kemaluan, lubang anus, lubang hidung dan lubang telinga.

Oleh karena itu, cairan yang masuk ke telinga, termasuk obat tetes mata, dapat membatalkan puasa bila cairan tersebut sampai ke bagian dalam telinga.

Hal ini sesuai dengan Kitab Al-Iqna' Hamisy Tuhfah Al-Habib oleh Syekh Khathib Al-Syarbini sebagai berikut:

"Dan meneteskan (cairan) ke rongga dalam telinga membatalkan (puasa)," (Syekh Khathib al-Syarbini, al-Iqna’ Hamisy Tuhfah al-Habib, juz 2, hlm. 379).

Namun, apabila rasa sakit yang dirasakan di telinga dirasa sangat menyakitkan dan hanya bisa diredakan atau disembuhkan dengan obat tetes telinga, maka hal ini tidak membatalkan puasa. Sebab, kasus ini masuk dalam kategori darurat.

Sesuai dengan prinsip kadiah fiqih 'Al-dlarurat tubihu al-muhdhurat' atau kondisi darurat membolehkan hal-hal yang semula diharamkan.

Syekh Habib Abdurrahman bin Muhammad Ba'alawi mengutip fatwa Syekh Bahuwairits sebagai berikut:

"Bila seseorang dicoba dengan rasa sakit di telinganya, ia tidak bisa tenang kecuali dengan meletakan obat di dalam minyak atau kapas (ke dalam telinga) dan nyata-nyata dapat meringankan atau menghilangkan rasa sakit dengan obat tersebut, berdasarkan pengetahuan pribadi atau informasi dokter, maka hal demikian boleh dan sah puasanya, karena darurat,” (Syekh Habib Abdurrahman bin Muhammad Ba’alawi, Bughyah al-Mustarsyidin, hlm. 182).

Adapun untuk hukum memakai obat tetes mata saat berpuasa, tidak menyebabkan puasa seseorang itu batal. Pasalnya, lubang mata tidak memiliki jalur penghubung menuju ke tenggorokan.

Meneteskan obat tetes ke mata ini dianalogikan dengan persoalan 'iktihal' (memakai celak mata) seperti penjelasan Syekh Muhammad bin Ahmad Al-Ramli sebagai berikut:

"Dan tidak bermasalah memakai celak mata, meski ditemukan rasanya celak di tenggorokan, sebab tidak ada akses penghubung dari mata ke tenggorokan. Yang sampai di tenggorokan adalah dari pori-pori,” (Syekh Muhammad bin Ahmad al-Ramli, Ghayah al-Bayan, hlm. 156).

Dari penjelasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa hanya pemakaian obat tetes telinga saja yang dapat membatalkan puasa, kecuali dalam keadaan darurat untuk menghilangkan rasa sakit berat.

Sementara untuk pemakaian obat tetes mata diperbolehkan dan tidak membatalkan puasa meski dalam kondisi tidak darurat.

Wallahu a'lam bisshawab(*/SB-03)

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong