Logo Saibumi

BBPOM Bandar Lampung Periksa Takjil di 17 Titik, Ini Hasilnya

BBPOM Bandar Lampung Periksa Takjil di 17 Titik, Ini Hasilnya

BBPOM Bandar Lampung saat melakukan pemeriksaan di sejumlah pasar takjil | Foto: Siska/Saibumi.com

Saibumi.com, Bandar Lampung - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Bandar Lampung melakukan pemeriksaan takjil atau hidangan berbuka puasa di 17 titik, Selasa, 14 Mei 2019.

Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan ada atau tidak kandungan zat berbahaya dalam takjil, yang bisa membahayakan konsumen.

BBPOM Bandar Lampung melakukan pengawasan lapak takjil di Jalan Kapten Abdul Haq, Jalan H Komarudin Pasar Tempel Terminal Rajabasa, dengan mengambil sample gorengan, cincau, produk berbahah cerah, produk yang diduga dibuat menggunakan formalin seperti pempek dan bakso.

BBPOM mulai melakukan pengawasan sejak awal puasa Ramadhan, Senin, 6 Mei 2019, mulai dari Jalan Dr Susilo, Depan BCA Teluk, Pasar Tani, Jalan Ahmad Yani, Kartini, Raden Intan, Wolter Monginsidi, WR Supratman, Dr Warsito, Cut Mutia, Yos Sudarso, Sriwijaya, Pasar Gading Rejo, Pasar Peringsewu dan Pasar Way Halim.

Penjabat (Pj.) Kepala BBPOM Bandar Lampung, Tri Suyarto, mengatakan pihaknya rutin melakukan pengawasan terhadap makanan, khususnya menjelang Idul Fitri atau hari besar keagamaan.

Pada Ramadhan tahun ini, BBPOM sudah mengambil sampling makanan dan cek laboratorium kandungannya di 17 titik pusat lapak takjil.

"Sampai saat ini terhitung sudah ada 17 titik yang kita pantau, mulai dari Pasar Panjang sampai di Pasar Tempel Terminal Rajabasa," kata Tri.

Pria yang menjabat sebagai kepala bidang Pemeriksaan BBPOM Bandar Lampung itu menyebutkan, ada 259 sampling yang sudah diuji lab.

Di antaranya 11 sampling dari Jalan Komarudin dan 13 sampling dari Pasar Tempel Terminal Rajabasa. Adapun parameter pengujian Rhodamin, Metanil Yellow, Borax dan Formalin.

"Hasilnya, semua tidak ada yang positif mengandung empat parameter pengujian tersebut. Jadi, masyarakat silakan mengonsumsi dengan baik, pilih makanan yang baik," imbau Tri.

Diungkapkannya, pada Ramadhan tahun lalu, BBPOM Bandar Lampung menemukan kandungan Rhodamin B pada makanan berjenis pacar cina.

Namun saat ini BBPOM sudah melakukan pembinaan terhadap industri tersebut.

"Alhamdulillah, pusatnya sudah kita bina, tidak ditemukan lagi sekarang makanan pacar cina yang mengandung Rhodamin B, karena sudah kita telusuri sampai ke produsennya dan kita bina," terang Tri.

Ia menyarankan agar masyarakat yang ingin membeli takjil sebaiknya memperhatikan tempat, pedagang dan dagangan yang bersih serta tertutup, agar mengurangi pencemaran mikroba yang masuk ke makanan.

"Masih banyak pedagang gorengan menghantarkan dagangannya di tepi jalan raya secara terbuka, tanpa di tutup plastik. Tentu makanan akan mudah tercemar, mulai dari debu dan lainnya," jelas Tri.

Dia berharap, di samping BBPOM terus melakukan pengawasan, masyarakat juga harus berhati-hati. Segera laporkan jika ada temuan produk makanan maupun kosmetik dan obat yang memiliki kandungan berbahaya.

"Tentu ini juga berkat kerjasama kita semua, termasuk masyarakat dan media yang  menginformasikan kepada masyarakat agar mengonsumsi makanan yang aman," ujar Tri. (SB-13)

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong