Logo Saibumi

Buron Dua Pekan, Sopir Truk Tewaskan Pengendara Motor Dibekuk

Buron Dua Pekan, Sopir Truk Tewaskan Pengendara Motor Dibekuk

Foto: Siska/ Saibumi.com

Saibumi.com, Bandar Lampung - Setelah buron selama dua pekan, Polresta Bandar Lampung membekuk Syaifullah alias Ipul Bin Sawiri (36) sopir truk Mitsubishi Colt Diesel Nopol BE 9144 BK pengangkut garam yang menewaskan pengendara motor.

Syaifullah akhirnya ditetapkan sebagai tersangka.

Kepala Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Bandar Lampung, Kompol Syozarnanda Mega, menjelaskan, atas dasarlaporan polisi Nomor: LP/98/IV/TUK.7.2.3/2019/LL Tanggal 25 April 2019, Tim Unit Laka lantas melakukan pengejaran sekitar dua pekan.

Dari hasil lidik, anggota mendapatkan informasi keberadaan pelaku di Kalianda, Lampung Selatan (Lamsel).

"Tim dari unit laka dipimpin Kanit Laka Ipda Jahtera dan lima anggota unit laka berkoordinasi dengan tim opsnal Polres Lamsel menuju sasaran" katanya, dalam ekspose yang digelar pada Jumat, 10 Mei 2019.

Anggota kemudian mendapatkan pelaku sedang berada di rumah pamannya, Saman, Ketua RT 01 Desa Sumur Kumbang, Kalianda, Lampung Selatan.

"Berdasarkan informasi tersebut, polisi langsung melakukan penyelidikaan lokasi yang dimaksud. Setelah lokasi didapat, maka pukul 06.44 WIB polisi mendapati tersangka dalam posisi masih tidur di ruang tamu, di rumah Saman," ujar Kompol Syozarnanda.

Menurut polisi, Sayaifullah lalai mengemudikan mobil sehingga mengakibatkan kecelakaan dengan korban luka berat dan meninggal dunia, yang terjadi di Jalan Pangeran Emier M Noer, depan Perumahan Mandala Bukit Berlian, Kelurahan Sumur Putri, Teluk Betung Utara, Bandar Lampung, 25 April 2019 pukul 07.05 WIB.

"Tersangka mengaku kecelakaan tersebut karena mobilnya bermuatan garam 8,5 ton tidak kuat menanjak sehingga mundur. Truk tidak terkendali dan menabrak mobil serta sepeda motor dibelakangnya. Lalu tersangka melarikan diri," jelas Kompol Syozarnanda.

Polisi menetapkan warga Jalan Teluk Bone II Lingkungan I RT 06, Kota Karang Raya, Teluk Betung Timur, Bandar Lampung itu sebagai tersangka, dengan Pasal 310 Ayat 4 dan 312 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, dengan ancaman pidana penjara enam tahun.

Ada penambahan hukuman selama tiga tahun, karena dalam kejadian itu tidak langsung memberikan pertolongan, namun justru melarikan diri.

"Dalam pasal 312 yakni setiap orang yang terlibat kecelakaan lalulintas dan dengan sengaja tidak memberikan pertolongan atau tidak melaporkan kecelakaan lalulintas kepada pihak kepolisian terdekat, patut dipidana dengan pidana penjara paling lama tiga tahun," tegasnya.

Diketahui, pada Senin, 25 April 2019, sekira pukul 07.05 WIB, terjadi lakalantas di Jalan Pangeran Emir M Noer, depan Perumahan Mandala Bukit Berlian, Kelurahan Sumur Putri, Teluk Betung Utara, Bandar Lampung.

Truk Mitsubishi Colt Diesel dari Jalan Teluk Bone II menuju arah Palapa bermuatan garam seberat 8,5 ton.

Saat melintasi jalan tanjakan di Jalan Pangeran Emir M Noer, karena tidak kuat menanjak, truk lalu mundur dan menabrak mobil serta sepeda motor dibelakangnya.

Akibatnya, Teguh Riadi bin Tugiman (42) warga Komplek Kehutanan Lingkungan 2, RT.10, Pengajaran, Teluk Betung Utara, Bandar Lampung meninggal dunia di tempat kejadian.

Sedangkan anaknya, Sofia Amira Salimah (8) mengalami luka berat dan dirawat di RSUD Abdul Moeloek (RSUDAM), Bandar Lampung. (SB-13)

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong