Logo Saibumi

Pendapatan Menurun, Volume Konsumsi Masyarakat Lampung Meningkat

Pendapatan Menurun, Volume Konsumsi Masyarakat Lampung Meningkat

Ilustrasi | Ist

Saibumi.com, Bandar Lampung - Nilai Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Provinsi Lampung pada Triwulan II-2019 diperkirakan sebesar 113,77. Hal ini menunjukan kondisi ekonomi triwulan mendatang diperkirakan lebih baik dan lebih optimis dibandingkan dengan triwulan sekarang.

"Perekonomian Lampung lebih optimis pada triwulan mendatang, perkiraan pendapatan mendatang mencapai 129,44. Hal ini sejalan

dengan adanya Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri yang jatuh pada bulan Mei-Juni 2019 sehingga gejolak perekonomian masyarakat lebih meningkat," kata Kepala BPS Lampung Yeane Irmaningrum S, MA, Senin 6 Mei 2019.

Sama halnya dengan kondisi Lampung, perekonomian tingkat nasional diperkirakan lebih optimis di triwulan mendatang dibandingkan triwulan sekarang yaitu mencapai 120,90. Hal ini disebabkan oleh perkiraan pendapatan rumah tangga yang naik mencapai 132,56.

"Perkiraan akan membaiknya kondisi ekonomi konsumen Triwulan II-2019 terjadi pada seluruh provinsi se-Sumatera. Hal ini terlihat dari indeks yang seluruhnya berada diatas 100," jelasnya.

Diketahui, ITK Lampung pada Triwulan I-2019 yakni 99,56. Angka indeks yang berada dibawah 100 berarti kondisi ekonomi konsumen Lampung tidak lebih baik dibandingkan triwulan sebelumnya. Kondisi ekonomi yang sedikit menurun ini terutama disebabkan oleh penurunan pendapatan kini dengan indeks sebesar 94,40.

Meskipun pendapatan menurun, volume konsumsi masyarakat Lampung tetap meningkat, yaitu mencapai 106,50. Volume konsumsi tertinggi pada triwulan ini dibentuk oleh komponen bahan makanan yaitu mencapai 126,94.

"Komponen pembelian pulsa, makanan minuman jadi dan pendidikan juga memberi share yang cukup tinggi yaitu masing-masing mencapai 111,97, 111,07 dan 108,39," jelasnya.

Bila dilihat dari pengaruh inflasi, kenaikan harga pada triwulan ini tidak berpengaruh secara signifikan terhadap masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya, sehingga diperoleh angka variabel pengaruh inflasi sebesar 103,76. Kondisi ekonomi konsumen di tingkat nasional mengalami peningkatan dengan ITK sebesar 104,35, lebih baik dibandingkan dengan triwulan sebelumnya.

"Berbeda dengan perekonomian Lampung yang menurun, penyebab kenaikan ITK nasional tidak lain disebabkan oleh kenaikan pendapatan dengan nilai 101,66 diikuti dengan peningkatan volume konsumsi barang/jasa (dengan nilai 108,83). Selain itu, inflasi atau kenaikan harga tidak berpengaruh secara signifikan terhadap perekonomian nasional," katanya.

Meningkatnya perekonomian provinsi se-Sumatera tergambar dari sebagian besar provinsi memiliki nilai ITK diatas 100. Hanya ada 3 (tiga) provinsi yang memiliki angka ITK dibawah nilai 100. Provinsi Lampung, Riau dan Sumatera Selatan merupakan provinsi dengan kondisi ekonomi yang menurun dibandingkan triwulan sebelumnya. Sedangkan Provinsi Kepulauan Riau memiliki nilai ITK tertinggi se-Sumatera pada triwulan I-2019 ini, dengan nilai ITK sebesar 108,23.(SB13)

#

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong