Logo Saibumi

Lakalantas Didominasi Milenial, Polda Lampung Fokuskan Langkah Preventif

Lakalantas Didominasi Milenial, Polda Lampung Fokuskan Langkah Preventif

Irwasda Polda Lampung Kombespol Rudy Usai Apel Gelar pasukan Cipta Kondisi Kamseltibcarlantas Pasca pemungutan suara Pileg, Pilpres dan dan jelang Ramadhan 1440 H, Senin 6  Mei 2019 | Siska/Saibumi.com

Saibumi.com, Bandar Lampung - Minimnya penanaman edukasi keselamatan berkendara membuat angka kecelakaan terus meningkat.

Melihat kondisi tersebut, Kepolisian Daerah (Polda) Lampung mengutamakan menggandeng generasi milenial dalam mengampanyekan aman berkendara.

Irwasda Polda Lampung, Kombespol Rudy, menjelaskan, korban kecelakaan lalu lintas banyak didominasi kaum milenial. Dengan begitu sasaran utama kepolisian dalam mengedukasi masyarakat terkait pendidikan berlalu lintas yakni para kawula muda.

"Dari data, pemuda kaum milenial ini yang banyak menjadi korban, sehingga sasarannya seperi itu. Polda memberikan pendidikan berlalu lintas, utamanya kaum milenial," kata dia, uai Apel Gelar pasukan Cipta Kondisi Kamseltibcarlantas pasca pemungutan suara pileg, pilpres dan dan jelang Ramadhan 1440 H, Senin 6,  Mei 2019.

Rudy menjelaskan, pendidikan masyarakat berlalu lintas bukanlah sebuah penindakan hukum, tetapi polisi memiliki strategi untuk pendidikan masyarakat dalam tertib berlalu lintas.

Oleh karena itu, secara internal polda sudah membentuk anggota di Satlantas seluruh polresta di Lampung, guna merapatkan taktik mendidik berlalu lintas.

"Jadi kalau penindakan itu 30% saja, kita mainkan preventif pencegahan 70%, sehingga kita harus lebih banyak menyadarkan. Kalau menindak bukan menyelesaikan masalah, tapi bagaimana mereka sadar sehingga tidak menjadi korban," kata Rudy.\

Direktur Lalu Lintas Polda Lampung, Kombespol Kemas A Yamin, mengungkapkan, yang menjadi perhatian khusus dalam operasi keselamatan bertepatan dengan Ramadhan secara spesifik yakni, balap liar dan beberapa pelanggaran berpotensi kecelakaan.

"Kami akan ada beberapa upaya untuk memberikan pembelajaran pencegahan supaya balapan ini tidak ada. Tidak ditekankan stasioner, jadi sifatnya petugas kita yang masuk dalam operasi, siapa saja bisa melakukan sebuah tindakan yang kasat mata," terangnya.

Ia menjelaskan, karakteristik pelangaran yang berpotensi kecelakaan antara lain penggunaan helm tidak Standar Nasional Indonesia, tidak menggunakan sabuk keselamatan (safety belt), penggunaan kendaraan bermotor anak di bawah umur, menggunakan ponsel pada saat mengemudi, mengemudi di bawah pengaruh narkoba atau minuman keras (miras), melanggar batas kecepatan, dan pengemudi yang melawan arus.

"Berhenti dukungan main ponsel, ini pontensinya jelas, dan itu kasat mata. Tapi tidak ada namanya razia atau operasi yang bersifat stasioner. Artinya jika tidak mengunakan helm, tidak membawa SIM bersifat preventif, lebih banyak ada himbauan," ujarnya.

Selain operasi, kata Kemas, Ditlantas Polda juga akan melakukan kegiatan Go To School. Untuk mendeklarasikan tertib dan aman berkendara sejak dini.

"Kita akan kencengin kegiatan yang go to school. Apalagi saat ini banyak pesantren kilat, kita akan coba masuk tergabung di pesantren. Kita coba akan ambil yang lebih efektif," pungkasnya. (SB-13)

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong