Logo Saibumi

Kenali Faktor Penyebab Kanker Payudara
dr. Evaline Pasak

Kenali Faktor Penyebab Kanker Payudara

Foto : Ilustrasi

 
Saibumi.com, Bandar Lampung -Ada banyak faktor yang diduga dapat memicu tumbuhnya sel kanker payudara, faktor tsb
bersifat multifaktorial. Faktor-faktor tersebut digolongkan menjadi dua faktor utama,
yakni faktor yang tidak dapat dikendalikan dan faktor yang dapat dikendalikan.
 
Berikut tim dokter bethsaida hospitals menjabarkan terkait faktor-faktor risiko penyebab kanker payudara dan penjelasannya,
 
Pertama faktor yang tidak dapat dikendalikan. Faktor yang tidak dapat dikendalikan adalah faktor risiko yang merupakan bawaan sejak lahir dan tidak dapat diubah seperti riwayat keluarga,
Wanita yang memiliki anggota keluarga yang pernah menderita kanker payudara
memiliki risiko yang lebih besar.
 
Jika seorang wanita memiliki ibu, bibi atau saudara perempuan yang menderita kanker payudara, ia memiliki risiko 2 kali lipat menderitakanker payudara.
 
Sementara risiko pada generasi selanjutnya, misalnya jika wanita
tersebut memiliki anak, maka anak dari wanita tersebut memiliki resiko tiga kali lebih
besar dari ibunya.
 
Selanjutnya Gender atau jenis kelamin adalah salah satu faktor resiko kanker. Wanita beresiko 100 kali lebih besar menderita kanker payudara dibanding laki-laki. Hal ini disebabkan karena
pada wanita, payudara lebih berkembang dan memiliki lebih banyak jaringan didalamnya
dibandingkan pria.
 
Jaringan dalam payudara pria tidak mengalami pertumbuhan sebagaimana payudara
wanita. Selain itu pria tidak memiliki kadar estrogen dan progesteron yang tinggi seperti
pada wanita. Kedua hormon ini adalah salah satu pemicu kanker payudara.
 
Ketiga genetik, sekitar 5% sampai 10% dari penderita kanker payudara disebabkan oleh faktor genetik. Tubuh manusia normal memiliki gen yang mengendalikan pertumbuhan tumor yang
disebut Gen BRCA1 dan BRCA2.
 
Apabila gen ini rusak atau bermutasi, maka pertumbuhan sel tidak dapat dikendalikan dan akhirnya timbul sel kanker.
 
Keempat usia, wanita yang berusia lebih dari 55 tahun beresiko lebih besar terkena kanker payudara.
 
Hal ini disebabkan oleh kemampuan pengendalian sel dan fungsi organ tubuh yang sudah
menurun sehingga menyebabkan sel tumbuh tidak terkendali. Dua dari tiga penderita kanker payudara adalah wanita diatas usia 55 tahun.
 
Kelima riwayat individu,
Wanita yang pernah menderita kanker payudara pada salah satu bagian payudaranya,
misalnya payudara kanan, berisiko menjalarkan kanker payudara tersebut pada bagian
lain tubuhnya yakni payudara sebelah kiri. Meskipun sel kankernya sudah diangkat dari
dalam jaringan payudaranya, tetap saja wanita tersebut masih berisiko terserang kanker
payudara.
 
Selanjutnya ada faktor yang dapat dikendalikan. Yang dimaksud dengan faktor yang dapat dikendalikan adalah faktor risiko yang menyangkut pola dan gaya hidup seseorang. Simak penjelasan berikut ini untuk
mengetahui faktor apa saja yang dapat dikendalikan untuk mencegah penyakit kanker
payudara.
 
Pertama olahraga, kurang berolahraga adalah satu faktor risiko yang dapat menyebabkan penyakit kanker. Seseorang yang rutin berolahraga 4 jam seminggu dapat mengurangi risiko terkena
kanker payudara sampai 14%.
 
Kedua makana, kurangnya konsumsi sayuran dan buah menyebabkan tubuh kekurangan antioksidan yang berfungsi untuk menangkal radikal bebas. Radikal bebas adalah senyawa yang
berbahaya bagi tubuh dan dapat menyebabkan kerusakan sel termasuk gen BRCA1 dan
BRCA2.
 
Ketiga Alkohol, Pada dasarnya alkohol adalah senyawa kimia yang dapat menggangu proses dan fungsi organ tubuh. Wanita yang mengkonsumsi alkohol secara rutin berisiko 1 ½ kali lebih
besar terkena kanker payudara dibandingkan mereka yang bukan peminum.
 
Studi kesehatan menunjukan mengkonsumsi lebih dari satu minuman beralkohol sehari dapat
meningkatkan risiko kanker payudara sebanyak 20-25 persen.
 
Keempat Radiasi, Meskipun jarang ditemukan, radiasi bisa menjadi salah satu faktor resiko penyebab kanker. Radiasi sinar X atau yang biasa kita kenal dengan rontgen memiliki kemampuan
untuk memicu mutasi yang terjadi pada sel, akibatnya sel mengalami kerusakan dan kehilangan kemampuan untuk mengendalikan pembelahan dirinya.
 
Kelima Merokok yang merupakan perilaku yang menyebabkan banyak penyakit termasuk kanker
payudara. Rokok mengandung ratusan bahan kimia yang dapat merusak organ dan sel
tubuh yang memicu perkembangan sel kanker.
 
KeenamBerat badan / Obesitas
Obesitas atau kegemukan bisa meningkatkan resiko terkena kanker. Hal ini disebabkan
karena hormon estrogen yang merupakan pemicu kanker dihasilkan oleh sel lemak.
Semakin banyak sel lemak yang ada dalam tubuh, semakin besar resiko kanker payudara
yang dimilki.
 
Dan ketujuh Menyusui. Menyusui bayi Anda hingga waktu yang tepat. Wanita yang menyusui bayi mereka setidaknya selama satu tahun secara total mengalami penurunan risiko terkena kanker
payudara.(SB02)
 
Berikut Promo Bethsida Hospitals terkait Deteksi Dini Kanker Payudara sudah termasuk konsultasi Dokter MCU
- Mammografi Rp. 250.000
- USG Mammae Rp. 350.000
- Mammografi & USG Mammae Rp. 550.000
Periode Promo s/d 29 Juni 2019

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong