Logo Saibumi

Saksi : Kapolda dan Wakapolda Cicipi Uang Suap Khamamik

Saksi : Kapolda dan Wakapolda Cicipi Uang Suap Khamamik

Sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi dengan terdakwa Sibron Aziz dan Kardinal, yang digelar, Senin 22 April 2019 | Siska/Saibumi.com

Saibumi.com, Bandar Lampung- Sidang kasus suap fee proyek infrastruktur Mesuji yang diselenggarakan Dinas PUPR Kabupaten Mesuji tahun 2018, mengungkap fakta baru.

Sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi dengan terdakwa Sibron Aziz dan Kardinal, yang digelar, Senin 22 April 2019. Agenda mendengarkan keterangan saksi. Salah satu saksi dihadirkan yakni Sekertaris Dinas PUPR Mesuji, Wahyu Suhendra.

Dalam keterangan saksi dipersidangan, ada nama baru yang disebut dalam kasus itu, Diantaranya, Kapolda dan Wakapolda Lampung. Dihadapan Majelis Hakim Zaini Basir serta Hakim Anggota Gustina Ariani, saksi menyebutkan daftar nama ploting proyek dilingkungan Mesuji yang akan diverifikasi langsung Bupati

"Bupati Mesuji Khamamik menanyakan ke Kepala Dinas, tentang proyek, lalu Kepala Dinas memerintahkan saya mendaftar nama-nama peserta proyek. Lalu daftar nama itu saya serahkan kembali ke Kepala Dinas dan kemudian diteruskan ke Bupati untuk diverifikasi, baru ke kesaya lagi untuk dilanjutkan," kata Wahyu

Saat ditanya kembali Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Wawan Yunarwanto, bagaimana bisa dimenangkan dari list nama tersebut.  "Ada nama yang di request Pak Bupati," jelas wahyu

JPU Wawan pun mulai mengejar dengan mencecar soal perincian fee proyek sebesar 12 persen dimulai dari pagu. Menurut JPU, dalam BAP saksi menyebutkan bahwa ada dua proyek, pengadaan base dan pengadaan bahan material dengan total Rp 14 miliar, dan fee sebesar Rp. 1,668 Miliar. Dan JPU menanyakan berapa besaran fee yang sudah dibayarkan Kardinal.

"Saya gak tahu, tahunnya hanya pembayaran fee Rp 200 juta dan Rp 100 juta, lainnya saya gak tahu," kata dia.

Wahyu menjelaskan, Saat itu pak Bupati mau silaturahmi, dan minta uang kepadanya dan Kepala dinas setempat. Menurut pengakuannya, Bupati khamamik hendak ke Bandar Lampung untuk bersilaturahmi dengan Pak Kapolda dan Wakapolda.

"Itu bulan mei 2018. Kata pak Bupati gak mungkin silaturahmi gak bawa apa-apa, lalu saya diminta pak Kadis untuk menemui pak Kardinal, dan saya ke ke kantornya Kardinal. Pulang dari kantor Pak Kardinal, saya bawa uang Rp 200 juta," imbuh Wahyu.

Pada saat itu, kata Wahyu, Bupati sedang berada di Hotel Emersia. Menunggu kehadirannya untuk bersama sama kerumah dinas Kapolda dan Wakapolda. "Pak Bupati tanya, sudah dapat belum. Saya bilang dapat uangnya, kemudian saya diminta untuk membagi dua uang tersebut. Masing-masing Rp 150 juta dan Rp 50 juta," kata dia.

Sesampainya Kapolda, lanjutnya, kemudian Kadis dan Bupati masuk kedalam rumah dinas, namun dirinya disuruh menunnggu dimobil. "Gak tahu apa yang dibicarakan didalam. Baru kemudian keluar bertiga Pak Kadis, Pak Bupati, dan Pak Kapolda, dan pak Bupati ambil uang Rp 150 juta ke saya. Kemudian ke rumah Pak Wakapolda, dan saya ikut masuk dan kemudian uang diambil Rp50 juta oleh Pak Kadis," imbuh Wahyu.

Sementara uang yang 100 juta, diserahkan Kardinal di wilayah Natar pada tahun 2018.

"Itu saat Pak Bupati mau berangkat haji, saya diperintahkan temui pak Kardinal. Ketika uang sudah didapatkan, saya ingin serahkan Rp 50 juta dan Rp 50 juta untuk operasional. Pak bupati nanya kok dapat sedikit saya jawab adanya segitu. Tapi karena gak bisa ngantar akhirnya ngasihnya setelah pulang haji," bebernya.

JPU pun kemudian menanyakan sisa uang fee selain Rp 300 juta yang harus diserahkan ke Bupati seperti apa."Pak Kardinal menyakan sisanya akan diberikan kepada siapa, saya jawab saya gak berani diberikan kepada siapa, kemudiaan saya ketemu Farikh Basawad dan Maidarmawan," jawab Wahyu.

Dari hasil pertemuan, Wahyu mengaku meminta tolong kepada Farikh untuk melakukan penyerahan sisa uang fee.

"Secara kebetulan saya ditelpon mas Taufik Hidayat (adik Khamamik), posisi saya saya di kantor, katanya ya udah ngopi, dan setelah ketemu ternyata mereka sudah bertemu pak Kardinal," pungkasnya.(SB13)

#

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong