Logo Saibumi

Tidak Bisa Nyoblos, Zainudin Ngamuk di Lapas

Tidak Bisa Nyoblos, Zainudin Ngamuk di Lapas

Bupati Nonaktif Zainudin Hasan. Foto : Siska / Saibumi.com

Saibumi.com, Bandarlampung- Bupati Nonaktif Zainudin Hasan mengamuk karena kehabisan surat suara pemilu 2019. Ia menumpahkan kekesalannya selama 5 menit 50 detik dihadapan Panitia penyelenggara pemilu, khususnya anggota PPS dan ketua Bawaslu Kota Bandar Lampung Candrawanayah.

Terdakwa kasus Korupsi yang saat ini sedang dalam masa penahanan itu, mengaku kecewa karena tidak mendapatkan surat suara untuk memilih di lokasi Tempat Pemungutan Suara (TPS) 19 yang berada di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IA Bandar Lampung.

Menurutnya, kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) dianggap tidak beres dalam menangani surat suara Pemilu khususnya yang berada di dalam lingkungan Lapas.

"Jangan aneh-aneh kpu, ini skala nasional, Informasikan KPU Lampung nggak beres ini . Sampe saya nggak nyoblos, Saya gugat habis saudara jangan main-main. Kalo saya di main mainkan begini bagaimana yang lainnya. Saya tuntut nanti KPU," kata Zainudin kepada awak media,Rabu 17 April 2019.

Ia menduga kecurangan surat suara dari KPU adalah bentuk suatu kecurangan dari KPU yang merampas hak masyarakat. Saat datang untuk mencoblos, Zainudin Hasan, membawa dokumen formulir C6 atau undangan memilih. Kemudian, pukul 10.00 WIB keluar kamar tahanan, surat suara sudah habis.

"Ini jelas jelas punya undangan, bagaimana yang tidak punya undangan. Ini baru jam 10 masa kertas suara nggak ada, saya minta Bawaslu memperhatikan ini. Nggak boleh berpihak, negara ini demokrasi, jangan menyunat hak hak orang," ujar dia

Selain itu, Zainudin menegaskan agar KPU dan Bawaslu tidak bermain-main terhadap hak warga binaan yang ada di Lapas karena masih banyak ratusan napi yang tidak dapat memilih.

"Jangan karena masuk lembaga begini dianggap tolol. Saya nggak ada mental takut saya disini. Saya memang dituntut tinggi, tapi jangan mainkan hak saya. Jadi jam berapa ini saya bisa memilih ini? Saya minta buka mata telinga jangan mau dimainkan oleh penyelenggara negara ini. Jangan dikira orang pengecut yang ada disini ini," pungkasnya.

Dilokasi yang sama, Candrawansyah menanggapi soal surat suara yang kurang tersebut akan digunakan pada pukul 12.00 WIB dengan cara diambil melalui TPS terdekat.

"Bukan kami tidak melayani, DPT disini hanya sedikit jadi dibagi menjadi empat TPS dan kurangnya kami akan mengambil di TPS terdekat untuk melengkapi pemilih yang sudah terdaftar," jelas Candra.

Dia menambahkan soal suat suara, KPU Lampung telah memberikan sebanyak 375 surat suara dari Daftar Pemilihan Tetap (DPT) ditambah sebanyak 2 persen dengan jumlah total keseluruhan sebanyak 382 pemilih.

"Ini tidak hanya sekali, sebelumnya juga pernah kekurangan dengan adanya pergeseran surat suara. Saya akan langaung kontak KPU untuk mempercepat proses pendistribusian surat suara ke TPS Lapas," tutupnya.(SB13)

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong