Logo Saibumi

Gantung Diri, Warga Labuhan Ratu Ini Tulis Pesan di Balik Surat Hak Pemilu 2019

Gantung Diri, Warga Labuhan Ratu Ini Tulis Pesan di Balik Surat Hak Pemilu 2019

Ilustrasi | Ist

Saibumi.com, Bandar Lampung - Sebelum mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, seorang pemuda bernama Idkar Maulana (18) tinggalkan pesan berupa tulisan di selembar kertas surat hak pilih Pilpres dan Pileg 2019.

warga Jalan Surya Kencana V, Nomor 63, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Labuhan Ratu itu, bunuh diri dirumah orang tuanya, Jalan Bumi Manti RT I LK II Kampung Baru, Labuhan Ratu, Selasa 16 April 2019.

Menurut salah satu keluarga korban, Remi (33), Korban ditemukan oleh sang nenek beserta adiknya dengan kondisi leher terlilit kain jarik di kamar rumah sekitar pukul 11.00 WIB.

"Nenek teriak-teriak 'tolong Idkar, tolong Idkar', saya posisi dari seberang rel terus lari nyamperin nenek. Saya tanya kenapa nek, katanya 'Idkar bunuh diri'," katanya, Selasa 16 April 2019.

Saat diperiksa ke dalam kamar, posisi korban sudah tergeletak di lantai lantaran kain jarik yang digunakan korban untuk bunuh diri sudah dipotong oleh adiknya.

"Saya datang dia udah di lantai, Talinya udah di potong sama adiknya," ujar dia.

Modus bunuh diri korban diduga permasalahan rumah tangga. Remi menduga jika korban memang sedang ada konflik dengan istrinya karena itu pulang kerumah orangtuanya.

"Katanya ada konflik sama istrinya, memang dia tinggalnya di tempat mertuanya, tapi sudah beberapa minggu disini. Ya namanya umur 18 tahun istrinya juga masih kecil, paling masalah ekonomi," ucapnya.

Remi pun menambahkan jika korban akan langsung dimakamkan sore ini juga. "Sore ini dimakamkan langsung, masih nunggu visum di Rumah Sakit," tandasnya.

Senada dikatakan tetangganya, Suhena, saat kejadian, tidak ada orang sama sekali dirumah. Ibu dan ayah korban sedang keluar untuk bekerja. Sementara adik korban, disuruh keluar membeli rokok.

"Awalnya ada adeknya yang kecil masih kelas 3 SD, adiknya suruh beli rokok. Pas adiknya pulang kaget dan langsung teriak-teriak minta tolong, neneknya yang ada disamping rumah datang, dan panggil bantuan," imbuhnya.

Saat ditemukan itu, Suhena mengaku juga ditemuka surat permohonan maaf. "Iya pesan terakhir, permohonan maaf, dibalik surat pemilihan besok punya ibunya," timpalnya.

Korban menulis pesan dengan tinta hitam dibalik surat hak pilih Pilpres dan Pileg milik ibunya. "Dia ninggalin surat, isinya pak mak minta maaf sama bapak sama mamak udah nyusahin mamak," ungkapnya sembari mengingat.

"Septi mudah-mudahan sukses, nah Septi ini adeknya yang perempuan. Di bawahnya gua cinta elo Ka, maksudnya Ka itu Riska itu istrinya," tutupnya.

Kejadian ini sudah ditangani oleh Tim Inafis Polresta Bandar Lampung dalam nomor laporan : LP / A -534 / IV/ 2019 / Lpg / Resta Balam / Sektor KDT, Tanggal 16 April 2019. Sementara itu Kapolsek Kedaton Kompol Abdul Mutholib belum bisa dikonfirmasi, saat dihubungi tidak ada jawaban.

Ini isi pesan idkar sebelum gantung diri.

'Pak dik Ikar sayang kalian'

'Ikar capek nyusahin Mamak :)'

'Ikar sayang mamak'

'Semoga Septi jadi Sukses Amin'

'Gua cinta elo ka!  15'(SB13)

#

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong