Logo Saibumi

H-1 Pemilu Bawaslu Lamteng Temui Lima Dugaan Pelanggaran

H-1 Pemilu Bawaslu Lamteng Temui Lima Dugaan Pelanggaran

Kordiv Pencegahan Bawaslu Lamteng Edwin Nur. Foto : Sansurya/Saibumi.com

Saibumi.com,Lampung Tengah-Masa tenang Pemilu yang dimulai sejak Minggu 14 April 2019, memaksa Bawaslu Lampung Tengah berkerja ekstra. Bawaslu menyatakan terus mengawasi dugaan pelanggaran money politics dengan metode patroli pengawasan.

Sampai dengan Selasa, 16 April 2019 Bawaslu setempat tengah menangani Lima dugaan pelanggaran Pemilu.

Koordinator Divisi Pencegahan, Edwin Nur mengatakan, sampai dengan hari ini pihaknya sedang melakukan penelusuran Lima dugaan pelanggaran tindak pidana pemilu.

"Ada di Kecamatan Padangratu yang dilakukan oleh terduga suruhan oknum Caleg yang diduga dari Partai PKS dan PAN membagikan amplop berisi uang pecahan Rp.50.000,- an dan contoh surat suara"kata Edwin.

Di Bandar Surabaya lanjutnya adanya temuan Panwascam, saat patroli pengawasan yaitu iring-iringan sepeda motor yang membawa beberapa kardus berisikan kemasan minyak goreng, sajadah, gula pasir dan sarung yang terduga dilakukan oleh oknum caleg dari diduga Partai PDIP.

"Di Kecamatan Pubian ada informasi awal yang diberikan oleh masyarakat ke Panwascam disana, bahwa ada dugaan pembagiaan amplop berisikan uang Rp.50.000,- dari terduga orang suruhan oknum Caleg yang diduga dari Partai Gerindra. Terakhir, masih dari informasi masyarakat yang ada di Kecamatan Way Seputih adanya pembagian amplop berisikan uang Rp.50.000,- ke masyarakat dari terduga orang suruhan oknum Caleg yang diduga dari Partai PKS"ungkapnya.

Edwin menambahkan adanya informasi yang beredar bahwa adanya keterlibatan anggota Polri terkait money politics di Padang Ratu, hal tersebut tidak benar.

"Tidak betul informasi yang beredar bahwa adanya keterlibatan dari Pihak Polri di Padangratu. Kami saja kaget, mendengar ada berita seperti itu. Karena kami di Kabupaten dan jajaran di Kecamatan sudah melakukan penelusuran terkait itu."kata Edwin.

Terpisah, Ketua Bawaslu Lampung Tengah Harmono selaku Kordinator Divisi Penindakan mengatakan pihaknya akan memproses temuan ini sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

"Kami beserta semua jajaran pengawas sedang melakukan pendalaman dan penelusuran lebih lanjut, menggali dan mengumpukan informasi. Ranahnya nanti ada di Gakkumdu karena ini dugaannya adalah Tindak Pidana Pemilu."jelasnya.

Terkait sanksi kata Harmono ada di Undang-undang nomor 7 tahun 2017 pasal 523 ayat 1, 2 dan 3, bagi peserta Pemilu, pelaksana dan tim kampanye melakukan politik uang pada masa tenang bisa dikenakan sanksi pidana dengan ancaman hukuman paling lama 3 tahun penjara dan denda paling besar Rp 36 juta.(SB-11)

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong