Logo Saibumi

Dua Terdakwa Penjual Cula Badak Divonis 2 Tahun Penjara

Dua Terdakwa Penjual Cula Badak Divonis 2 Tahun Penjara

Dua terdakwa Sin Martin Salim (48) warga Pasar Lama, Kecamatan Kaur Selatan, Bengkulu, dan Abdul Kodir (65) warga Desa Campang saat menjalankan sidang di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang kelas 1A , Senin, 15 April 2019 | Siska/Saibumi.com

Saibumi.com, Bandar Lampung - Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang kelas 1A memberikan vonis terhadap dua terdakwa penjual Cula Badak, dengan kurungan penjara selama dua tahun. Yakni, Sin Martin Salim (48) warga Pasar Lama, Kecamatan Kaur Selatan, Bengkulu, dan Abdul Kodir (65) warga Desa Campang, Kecamatan Kota Agung, Tanggamus.

Sidang yang dipimpin Majelis Hakim Riza Fauzi itu menyatakan, kedua terdakwa dijerat dengan Pasal 40 ayat (2) juncto Pasal 21 ayat (2) huruf d UU RI Nomor 5 Tahun 1999 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistem Juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP.

"Berdasarkan bukti persidangan menuntut kedua terdakwa dengan hukuman penjara selama 2 tahun dan denda Rp50 juta subsider kurungan dua bulan penjara," kata hakim saat membacakan amar putusan, Senin 15 April 2019.

Kata Hakim, hal yang memberatkan kedua terdakwa yakni selama persidangan tidak berkata jujur dan berbelit-berlit saat ditanya. Sementara yang meringankan, kedua terdakwa berlaku sopan dan tidak pernah dihukum.

"Dan mereka juga belum jadi menjual cula badak lalu menikmati hasilnya. Sedangkan hal yang lain iyalah mereka mempunyai keluarga yang harus dihidupi," terangnya.

Jaksa Penuntut Umum Ilham menjelaskan, kronologi penangkapan terhadap terdakwa bermula saat adanya informasi dari masyarakat terkait penjualan cula badak. Mendengar laporan itu, Kepala Kepolisian TNBBS, Agus Hartono langsung membentuk Tim Reaksi Cepat (TRC) dimana yang menyamar selaku pembeli cula badak adalah salah satu anggota TNBBS.

"Kemudian pambeli menghubungi terdakwa Abdul Kodir dan menjelaskan bahwa akan ada pembeli cula badak dan bersedia ingin bertransaksi di Krui, Pesisir Barat. Lalu  terdakwa Abdul Kodir bahwa cula badak tersebut saat ini sedang ditangan Din Martin Salim," jelasnya.

Abdul Kodir selanjutnya memberikan nomor terdakwa Din Martin Salim kepada salah satu anggota TNBBS. Setelah terjadi komunikasi itu maka disepakati pembeli akan membeli cula badak dengan harga Rp20.000.000 per gramnya. Esoknya terdakwa Din Martin Salim menghubungi pembeli dan terdakwa Abdul Kodir untuk bertemu di Krui untuk melakukan jual beli cula badak.

"Terdakwa menghubungi dan mengajak saksi Mustofa untuk ke Krui karena cula badak adalah milik saksi A. Manap yang telah dititipkan kepada Mustofa," katanya.

Setelah itu pada Senin (26/11) terdakwa Din Martin Salim berangkat dari Bintuhan Provinsi Bengkulu bersama dengan Mustofa, Nova, Agung, Edian dan Sapri  menuju Krui, Kabupaten Pesisir Barat sedangkan terdakwa Abdul Kodir berangkat dari Kabupaten Tanggamus ke Krui Kabupaten Pesisir Barat

Setelah sampai di Hotel Sempana 5 Krui, terdakwa Din Martin Salim menghubungi terdakwa Abdul Kodir untuk datang ke Hotel Sempana 5 dan tidak lama kemudian bertemulah terdakwa Din Martin Salim dan Abdul Kodir di lobby hotel Sempana 5 dan setelah pertemuan tersebut, terdakwa Din Martin Salim  menghubungi pembeli untuk datang ke Hotel Sempana 5 untuk melihat cula badak dan melakukan transaksi jual beli," ungkapnya.

"Sekira pukul 15.30 WIB, pembeli datang menemui terdakwa Din Martin Salim dan terdakwa Abdul Kodir di Hotel Sempana 5 dan melakukan pertemuan di kamar 4 A," ungkap dia

Dan, sambungnya, dalam pertemuan itu terdakwa Din Martin Salim memperihatkan cula badak kepada pembeli serta  terdakwa Abdul Kodir  karena harga yang disepakati adalah Rp20 juta per gram. Maka cula badak tersebut ditimbang dan didapatlah berat cula badak tersebut seberat 202 gram.

"Disepakati harga cula badak itu sebesar Rp4 miliar namun sebelum transaksi tersebut selesai, anggota Polda Lampung beserta anggota TNBBS datang dan melakukan penangkapan," tutupnya.(SB13)

#

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong