Logo Saibumi

Minta Ringankan Hukuman, Zainudin Hasan : Putra-Putri Saya Masih Butuh Figur Seorang Ayah

Minta Ringankan Hukuman, Zainudin Hasan : Putra-Putri Saya Masih Butuh Figur Seorang Ayah

Terdakwa Bupati Non aktif Zainudin Hasan | Siska/Saibumi.com

Saibumi.com, Bandar Lampung - Setelah menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, terdakwa perkara suap 'fee' proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Lampung Selatan, menyampaikan pembelaan atas tuntutan pidana 15 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 5 bulan kurungan.

Dalam pembelaan pribadinya, Bupati Non aktif Zainudin Hasan mengaku menyesali perbuatannya. Menurutnya, tuntutan Jaksa penuntut Umum (JPU) sangat berat baginya, karena memiliki tanggungjawab sebagai tulang punggung keluarga dan mengaku baru pertama kali terjerat kasus ini.

"Perkenankanlah saya, dengan segala kerendahan hati dan dengan memohon pertolongan Allah SWT, menyampaikan permohonan kepada majelis hakim yang mulia, agar kami diberikan hukuman yang seringan-ringannya. Saya hanya manusia biasa sama seperti Majelis Hakim, saya mengaku bersalah dan khilaf," kata zainudin.

Zainudin mengatakan, bahwa dirinya sebagai tulang punggung keluarganya. Ada seorang istri dan lima orang anak yang masih menjadi tangunggannya. Selain itu, ia mengaku malu dan tidak ingin membuat menghancurkan masa depan anaknya.

"Saya merindukan putra putri saya yang masih butuh pigur seorang ayah. Yang sangat memilukan hati saya, saat istri saya melahirkan putra tapi saya tidak bisa mendapingi. Namun, Alhamdulilah operasi selesai dengan selamat anak saya laki laki. Jangan sampai masa depan mereka menjadi sirna karena Saya di penjara," kata Zainudin.

Pernyataan permintaan keringan hukuman tersebut diperkuatnya dengan selama menjabat sebagai Bupati Lampung Selatan (Lamsel), kata dia, telah banyak prestasi dalam  kerja yang telah diraih untuk kesejahteraan masyarakat. Dan tidak pernah berencana untuk mengambil uang rakyat, melakukan tindak pidana korupsi. Hal tersebut terjadi sebab dasar kekhilafannya.

"Selama menjabat sampai sekarang ini belum pernah saya bersangkutan dengan perkara apapun, baru ini saya tersangkut kasus korupsi. Saya tidak pernah berniat melakukan pencucian uang, dan aset yang disita memang atas nama anak saya. Namun saya serahkan kepada yang mulia, saya percaya persidangan ini. Pengadilan ini adalah benteng terakhir, Memiliki keadilan bagi setiap warga negara," paparnya.

Menurut Zainudin, tidak semua tuduhan JPU benar. Ia merincikan beberapa fakta dilapangan ke meja hijau. Salah satunya jumlah nilai korupsi yang dibeberkan Agus Bakti Nugraha, yang tidak semuanya diterima olehnya.

"Setelah melalui persidangan yang cukup panjang, ada beberapa yang ingin saya sampaikan. Terkait dengan penyataan tidak semuanya benar, saya menerima, tapi tidak pernah mengkonfirmasi dari agus bakti nugraha. Sangat memilukan bagi saya seperti ini namun semua ini terjadi sudah terjadi, saya di kursi pesakitan sekarang," jelasnya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Lampung Selatan. Dan meminta maaf kepada istrinya atas kejadian tersebut.

"Sungguh saya menyesali dan tidak pernah menyadari dan punya niat. Tanpa daya safari saya telah membuat kesalahan, saya minta maaf apa pun kesalahan dalam hal ini.Karena yang saya alami ini karena kehilafan sebagai manusia biasa,".

Tidak lupa, rasa terimakasih dihentikannya kepada rekan media yang telah memberikan Informasi yang berimbang. Sehingga kepada yang membaca beritanya, dapat menjadi pelajaran dan informasi yang bermanfaat.

"Saya ingin ini menjadi pelajaran bagi kita semua," tutupnya.(SB13)

#

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong