Logo Saibumi

Perempuan Berpolitik Menjadi Beban Ganda, Simak Tips dari Nunik

Perempuan Berpolitik Menjadi Beban Ganda, Simak Tips dari Nunik

Bupati Lampung Timur, Chusnunia Chalim | Siska/Saibumi.com

Saibumi.com, Bandar Lampung - Dunia politik masih dianggap dunia maskulin, realitas sejarah politik didominasi tokoh laki-laki membuat tidak banyak perempuan yang berpartisipasi. Selain tidak percaya diri (PD) perempuan berkarir politik diklaim menjadi beban ganda.

Bupati Lampung Timur, Chusnunia Chalim, mengatakan, Perempuan Politisi memiliki beban ganda. Tugas sebagai perempuan dalam rumah tangga akan menghadapi hambatan psikologis, semisal terkait perannya tetap tak sama dengan laki-laki.

"Perempuan berpolitik tetap ini menjadi satu kelebihan. Akan tetapi banyak tekanan paling besar yang membuat perempuan takut di dunia politik. Selain tidak PD dalam hal memasarkan diri, juga tidak sedikit pemilih  juga tidak PD memilih politisi perempuan. karena 'manage' nya pemimpin laki lebih memiliki power," kata Nunik sapaan akrab Chusnunia Chalim, di Ballroom hotel Horison, Jumat 12 April 2019 kepada Saibumi.com

Wakil Gubernur Terpilih itu menuturkan, banyaknya pemilih perempuan tidak menjamin besarnya keterpilihan politisi perempuan dalam pemilihan umum. Faktor internal, kata dia, tantangan saling jeleus masih menjadi persoalan.

"Politisi sesama laki laki persaingan lumayan kompak juga, mereka bisa berdekatan, kumpul bersama. Namun, Perempuan dan perempuan ini malah saling jeleus, politisi perempuan malah banyak suportnya dari laki laki. Sering tidak didapatkan dari perempuan," ujar Nunik.

Sementara itu untuk faktor eksternal, beberapa partai kesulitan menjaring caleg perempuan, sehingga banyak politisi perempuan dipasang karena menjadi pelengkap. Selain itu juga, kerap caleg perempuan tidak ditempatkan di nomor strategis.

"Karena kurang porsi perempuan jadi main tarik aja. Kalau nggak kuat banget niatnya, baiknya jadi ibu rumah tangga aja. Tapi kalo berdasarkan dengan panggilan hati, hal utama diluruskan karena niat. Jadi niatnya udah mantap, dipastikan siap. Selain itu, diberikan nomor urut yang lebih baik, ini juga memperngaruhi, misal nomor urut 1," jelasnya.

Perempuan yang memimpin, lanjutnya, perlu menunjukkan kemampuan, mereka bisa dan mampu serta harus menunjukkan keberhasilan, setelah semua itu dicapai, barulah masyarakat dapat menerimanya.

"Tentu yang utama prestasinya akan berpengaruh, harus menjalankan tugas tugas.

Calon ini kan ibaratnya produk, yang memilih rakyat. Maka yang memilih harus paham produknya. Kuncinya bagi semua calon itu ya harus turun, bahwa dengan dirinya berpolitik bisa memberikan manfaat bersama. Selain itu harus amanah karena berkaitan dengan anggaran publik," paparnya.

Perempuan yang sudah 15 tahun berpolitik praktis itu, mengajak perempuan di Lampung untuk bersatu. Mendukung berani berpolitik, agar bisa jembatan aspirasi bagi perempuan tersendiri. Ia juga memiliki prioritas kerja yakni, membantu kaderisasi disemua partai dan ruang ini bisa berjalan lebih maksimal lagi.

"Perempuan yang mau berpolitik ayo, harus maju, nggak boleh cengeng. Nggak boleh sembunyi dibalik 'aku kan perempuan, mau di istimewakan' nggak bisa. Resiko cukup besar didunia politik ini, bisa menjadi beban psikologis. Kalau belum kebal banget mending berlindung sama suami aja," pungkasnya.(SB13)

#

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong