Logo Saibumi

Menkominfo: Hanya 5% Startup yang Survive, 95% Lainnya Gagal

Menkominfo: Hanya 5% Startup yang Survive, 95% Lainnya Gagal

Rudiantara | Foto: Istimewa

Saibumi.com, Lampung - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengungkapkan, kemenkominfo tidak akan menerapkan aturan yang ketat bagi startup, karena ingin mendorong startup tumbuh berkembang dan memaksimalkan potensi ekonomi digital.

Rudiantara mengatakan, saat ini regulasi yang dibuat kemekominfo bagi startup saat ini berupa regulasi yang sifatnya ringan.

BACA JUGA: Harga Emas Terkulai Lemah Dampak Manufaktur China Tumbuh

Contohnya perizinan yang mencapai 30 izin, sekarang hanya jadi lima izin saja. Bila permohonan izin dimasukkan dari pagi, maka izin akan keluar sore sebelum jam kantor tutup.

"Di Indonesia, startup tidak perlu minta izin dari kominfo, Kenapa? Success rate startup cuma 5%, jadi memang 95% tidak akan survive, jangan dibikin susah, beri kesempatan bagi mereka," ujar Rudiantara di Jakarta, Senin, 1 April 2019.

"Saat besar, mari kita tata bagaimana sebaiknya," tambah dia.

Rudiantara menjelaskan, ekonomi digital akan menjadi andalan Indonesia ke depan, karena itu startup harus terus di dorong.

Asing Ramai Suntik Startup Unicorn

Kemenkominfo juga tidak mempermasalahkan ramainya investor asing 'menyuntik' startup unicorn Indonesia.

Startup unicorn adalah perusahaan rintisan yang memiliki valuasi di atas US$1 miliar.

Rudiantara mengatakan, model bisnis startup berbeda dengan perusahaan konvensional.

Pada perusahaan konvensional yang banyak setor modal akan mengelola perusahaan. Sedangkan di startup, pengelola perusahaan di tangan pendiri. Adapun investor hanya menduduki posisi komisaris.

"Kalau kita lihat miliaran dolar masuk ke unicorn, larinya kemana. Itu katakanlah kalau ada subsidi, siapa yang diuntungkan, masyarakat Indonesia.Jadi subsidi yang diuntungkan juga masyarakat Indonesia," ujar Rudiantara.

Asal tahu saja, saat ini Indonesia memiliki empat startup unicorn. yakni Tokopedia dan Bukalapak (e-commerce), Go-Jek (ride-hailing) dan Traveloka (online travel agent).

Rudiantara menambahkan, semua startup di Indonesia berpotensi menjadi unicorn dan suntikan dana investor mempercepat startup menjadi decacorn.

Decacorn merupakan startup bervaluasi di atas US$10 miliar. Saat ini baru Grab dari Singapura yang memiliki status decacorn.

"Saya tak perlu sebut nama (startup Indonesia yang bakal jadi decacorn), saya tidak bisa kontrol. Tahun ini kita targetkan lima unicorn, tinggal satu lagi. Nanti ada satu yang jadi decacorn asal Indonesia," ungkap Rudiantara. (*/SB-03)

BACA JUGA: Penguatan Harga Minyak Tak Terbendung Akibat Suplai Berkurang

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong