Logo Saibumi

Diduga Pasal Akses Jalan, Warga Kemiling Bandar Lampung Bunuh Diri

Diduga Pasal Akses Jalan, Warga Kemiling Bandar Lampung Bunuh Diri

Tim Inafis sedang melakukan identifikasi korban bunuh diri di Kemiling Foto: Siska/Saibumi.com

Saibumi.com, Bandar Lampung – Tragis. Seorang pria paruh baya, Rifai (59), ditemukan tewas dengan kondisi perut pecah di rumahnya, Jalan Sejahtera Sumber Rejo, Kemiling, Bandar Lampung Senin, 1 April 2019.

Korban diduga bunuh diri setelah menelan obat dalam bentuk tablet/pil di luar dosis (over dosis). Pemicunya disinyalir akibat permasalahan dengan tetangga soal akses jalan yang ditutup.

Kapolsek Tanjung Karang Barat (TKB), Kompol Hapran mengungkapkan, jenazah Rifai pertama kali ditemukan istrinya, Rohima.

Saat ditemui, kondisi jenazah sudah dalam keadaan membusuk dengan perut yang sudah pecah. Diduga korban meninggal sejak tiga hari lalu.

Dugaan sementara, Rifai meninggal karena banyak mengonsumsi obat-obatan. Sebab, disekitar tempat kejadian perkara (TKP) ditemukan sejumlah madu, bekas pil dan kapsul yang ditelannya sekaligus.

"Meninggalnya korban diduga over dosis karena nenggak obat. Diduga dia tewas sejak tiga hari sebelum ditemukan," kata Kompol Hapran kepada awak media.

Korban diduga melakukan aksi bunuh diri saat sedang sendirian di rumah.

"Berdasarkan pengakuan istrinya, korban sedang sendiri saat istrinya menginap di rumah anaknya yang sudah berkeluarga," jelas Kompol Hapran.

Saat ini, jenazah Rifai sudah dibawa pulang keluarganya untuk dikebumikan.

"Sempat dibawa ke rumah sakit, namun keluarga menolak melakukan visum. Melihat kondisi korban, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan," ungkap Kompol Hapran.

Sementara, anak korban, Vita, menduga ayahnya bunuh diri lantaran depresi, karena akses jalan rumah ditutup tetangganya, sehingga terjadi konflik.

Dari lokasi diketahui, bagian depan dan samping rumah Rifai terlihat sudah ditutup tembok setinggi tiga meter. Hanya ada satu akses jalan di bagian samping berbentuk pintu dengan ukuran untuk satu orang.

Bahkan, pintu tersebut tidak langsung menuju akses jalan raya, namun halaman kandang hewan ternak tetangganya.

"Ayah tidak memiliki riwayat penyakit dalam. Namun, sekitar tiga tahun terakhir mulai depresi, lantaran tidak ada akses jalan di rumah karena tetangga menutupnya dengan tembok sejak 2015 lalu," tutur Vita.

Menurutnya, sang ayah kerap mengeluh ingin menjual rumahnya.

"Bapak sama ibu ingin rumah cepat dijual, bapak sudah tidak sanggup dan tertekan. Ibu meminta untuk bersabar, karena kalau buru-buru dijual nanti harganya rendah," jelas Vita.

Soal akses jalan ini, lanjut dia, pihak RT, lurah, dan camat pun sudah turun untuk mengecek lokasi.

Bahkan camat sebelumnya, Thomas Amrico yang kini menjabat sebagai Kadisdik Lampung Selatan sudah pernah turun dan memohon kepada pemilik tanah yang menutup akses, agar dibuka. Namun tidak digubris.

"(Tetangga) Menutup (jalan) karena kami beli tanah ini dengan orang depan, bukan sama dia. Yang depan juga tidak mau kasih akses, karena kita yang bermasalah," terang Vita. (SB-13)

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong