Logo Saibumi

DPR Panggil KPU dan Bawaslu soal Surat Suara di Hongkong

DPR Panggil KPU dan Bawaslu soal Surat Suara di Hongkong

Foto: Ilustrasi/istimewa

Saibumi.com, Lampung - Komisi II DPR RI akan memanggil Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk meminta klarifikasi mengenai insiden pengiriman 15 boks surat suara ke Hongkong.

Sebelumnya, Bawaslu melalui Panitia Pengawas Pemilu Luar Negeri (PPLN) Hong Kong mendapatkan temuan surat suara Pemilu, yang seharusnya untuk wilayah Tawau di Malaysia dan Filipina, justru terkirim ke Hongkong.

"Saya dapat laporan bahwa Komisi II melakukan pemanggilan untuk mendapatkan penjelasan, sekaligus langkah-langkah yang diperlukan untuk mengatasi hal-hal tersebut," kata Ketua DPR RI Bambang Soesatyo di Gedung DPR RI, Senin, 18 Maret 2019, dilansir Suara.com -- jaringan Saibumi.com.

Menurut dia, penanganan terhadap persoalan surat suara nyasar penting dilakukan agar tidak berdampak pada hasil Pemilu 2019.

Lebih lanjut, Bambang menegaskan, secara substansi, Bawaslu dan KPU harus menuntaskan persoalan tersebut agar tidak terulang lagi.

"Karena ini sensitif, kita tidak mau hasil 17 April nanti ada pihak-pihak yang mengaitkan dengab peristiwa yang terjadi sebelumnya untuk men-downgrade hasil pemilu," jelas ketua DPR.

Sebelumnya, Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Mochammad Afifudidin mengatakan, ada surat suara Pemilu 2019 yang salah kirim. Temuan tersebut dari hasil pemantauan tim Bawaslu di luar negeri.

"Ada surat suara salah kirim, yang mestinya ke Tawau (Malaysia) dan ke Manila (Filipina) dikirim ke Hongkong,” Kata Afif dalam Diskusi Media Melawan Hoaks, di Bali, Sabtu, 16 Maret 2019, dilansir Viva.

Afif menambahkan, laporan surat suara nyasar tersebut diterima Bawaslu RI di Jakarta pada Jumat, 15 Maret 2019.

"Temuannya oleh Panwas Hongkong," ujarnya menambahkan.

Mengenai berapa banyak surat suara yang nyasar itu, Afif belum mendapatkan laporan detail. Termasuk apakah surat suara yang nyasar dari Malaysia dan Filipina ke Hongkong ini terdiri dari surat suara DPR hingga Presiden.

"Saya baru dapat laporan itu 15 box, jumlahnya belum dapat detail. Kami masih nunggu," ujarnya.

Ia memastikan sudah menyampaikan hal tersebut ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Namun ia belum bisa memastikan apakah KPU telah menindaklanjuti temuan Bawaslu tersebut.

"Surat suara ini sekarang belum tahu masih di Hongkong atau udah dikirim lagi. Tapi kan itu salah alamat. Alamat palsu aja udah jadi temuan," katanya. (*/SB-03)

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong