Logo Saibumi

Bentrok Antar Dua Kelompok di Lamteng Berakhir Damai

Bentrok Antar Dua Kelompok di Lamteng Berakhir Damai

Difasilitasi Pemkab Lamteng, serta Polres dan Kodim setempat, Kedua belah pihak yang teibat bentrok di Kampug Bumiratu, Kecamatan Bumiratu Nuban, sepakat melakukan perdamaian | Ist

Saibumi.com,Lampung Tengah -Langkah cepat dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamteng bersama aparat Kepolisian dan juga TNI untuk menyikapi teradinya bentrok antar dua kelompok warga di Kampung Bumiratu, Kecamatan Bumiratu Nuban yang terjadi Jumat dinihari.

Berlokasi di komplek rumah dinas Bupati, kedua belah pihak yang terlibat akhirnya melakukan rekonsiliasi perdamaian, Jumat 15 Maret 2019. Dihadapan Bupati Lamteng Loekman Djoyosoemarto, Kapolres Lamteng AKBP I Made Rasma, dan Dandim 0411 Lamteng Letkol C,Zi Burhanudin kedua belah pihak melakukan penandatanganan perdamaian.

Renkonsiliasi Penanda tanganan perdamaian diwakili oleh Tokoh masyarakat Bumiratu, Nawawi didampingi, Kepala Kampung Bumi Ratu M Yusuf  serta dari pihak Pambers Diminyati (ketua) didampingi oleh H Umar.

"Saya berharap kedepan semoga tidak akan terjadi lagi perselisihan diwilayah Lampung Tengah, semoga Lampung Aman damai dan Kondusif,"kata Bupati Loekman.

Dalam rilis yang diterima Saibumi.com sedikitnya ada empat poin penting yang menjadi acuan kedua belah pihak. Poin-poin itu ialah :

1. Kedua belah pihak sepakat tidak akan melakukan tindakan pembalasan atau saling serang dan tindakan anarkis lain yang dapat memicu timbulnya bentrok antar warga.

2. Menyerahkan sepenuhnya proses penyelesaian tindak pidana yang terjadi sesuai aturan hukum yang berlaku kepada aparat penegak hukum dan akan menerima apapun hasil keputusannya, 

3. Sepakat tidak akan melakukan pengerahan massa dalam penyelesaian permasalahan dan lebih mengedepankan proses musyawarah dan mufakat, serta akan menjalin persaudaraan atau mempererat tali persaudaraan.

4. Agar kedua belah pihak mensosialiasikan hasil kesepakatan perdamaian kepada masyarakatnya serta dengan adanya perdaiaman ini semoga tidak akan terjadi lagi perselisihan diwilayah Lampung Tengah, semoga Lampung Aman damai dan Kondusif.

Diberitakan sebelumnya, bentrok antar kelompok warga terjadi di Kampung Bumi Ratu, Kecamatan Bumiratu Nuban, Lamteng Jumat malam 15 Maret 2019. Bentrok diduga buntut dari perkelahian antara warga Dusun Kebagusan luar dengan warga Dusun I bernama Alwi yang terjadi pada 3 September 2018 lalu. 

Dalam kejadian itu, Alwi meninggal dunia akibat tusukan benda tajam. Sementara dari warga Dusun Kebagusan Luar, Yusuf dan Gidon ditetapkan sebagai tersangka. Yusuf dan Gidon oleh pengadilan telah dijatuhi vonis hukuman penjara. Yusuf di ganjar 7 tahun dan Gidon 3 tahun penjara. 

Sementara informasi yang dihimpun bentrok kembali pecah dikarenakan pihak keluarga tersangka (Yusuf dan Gidon)  dari Paguyuban Panbers Lamteng meras tidak puas dengan pelaku pembakaran rumah Sukarji yang sampai saat ini belum juga ditangkap oleh pihak Polres Lamteng."Tadi malam jam 1 tejadinya (bentrok),"kata aparat Kepolisian dilokasi yang enggan disebutkan namanya.

Data yang dihimpun dilokasi sedikitnya ada 4 rumah terbakar atas peristiwa ini. Sementara Bupati Lampung Tengah (Lamteng) Loekman Djoyosoemarto menegaskan bakal mencari akar permasalahan yang menyebabkan terjadinya bentrok.

Loekman meminta aparat kepolisian dapat mengusut dan menelisik secara tuntas apa dari penyebab permaslaahan ini."Kita akan cari akar permaslaahannya, supaya hal ini tidak terulang kembali,"kata Loekman dilokasi, Jumat 15 Maret 2019.

Menurut Loekman pemicu permasalahan ini sebenarnya telah diselesaikan. Kedua belah pihak telah dipertemukan. Bantuan dari pihak Pemkab telah membrikan bantuan kepada kedua belah pihak.

"Saya juga kaget kenapa bisa ada buntut kejadian lagi. Sebenarnya saya telah mengrahkan OPD untuk juga membrikan bantuan, rencananya Senin depan alan disalurkan," terangnya.

Loekman menambahkan, kedepan aparat Kepolisian dan TNI masih akan tetap berada dilokasi kejadian."Aparat tetap standbay disini (lokasi) sampai beberapa hari kedepan,"ujarnya.

Disisi lain Leokman memastikan bentrok tersebut tidak mengandung unsur SARA. Loekman meminta masyarakat tetap beraktifitas seperti biasanya dan menyerah sepenuhnya permasalahan tersebut kepada Pemkab dan juga aparat penegak hukum setempat."Kejadian ini jangan disangkut pautkan dengan Sar. Itu tidak ada!! Lamteng ini hudup rukun, tidak ada membeda-bedana suku atau agama,"tegas Loekman

Ditempat yang sama Kapolres Lamteng AKBP I Made Rasma menambahkan saat ini situasi pasca terjadinya bentrok antar dua kelompok warga di Kampung Bumiratu, Kecamatan Bumiratu Nubam telah brangsur kondusif.

"Terkait kejasian tadi malam, kami (Kepolisian) sudah bisa melokalisir dan mengendalikan situasi. Saat ini situasi telah kondusif,"kata Kapolres kepada sejumlah media dilokasi kejadian, Jumat 15 Maret 2019.

Meski demikian Kapolres mengatakan pihaknya tetap akan melakukan langkah-langkah secara komprehensif."Sehingga keseluruhan permasalahan, ataupun akar permasalahan dari adanya peristiwa ini dapat kita cari dan kita pecahkan bersama-sama dengan kedua pihak yang terkait,"terang Kapolres.

Masih dikatakan Kapolres, dalam mengamankan situasi ini pihaknya menurunkan personel gabungan yang cukup banyak hampir 800 personil gabungan dari Polda Lampung, Brimob, TNI dan personil dari Polres Lampung dengan sendiri.

Kapolres menghimbau, kedepan agar masyarakat tidak mudah terpancing apalagi terprovokasi dengan berita-berita yang cenderung diragukan kebenarannya.

"Terkait dengan terjadinya peristiwa tadi malam kami bersama-sama dengan rekan-rekan dari TNI memberikan jaminan keamanan kepada seluruh warga masyarakat di Bumiratu maupun warga masyarakat akan melintas di jalur Lintas Sumatera,"tegasnya. (SB-11)

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong