Logo Saibumi

WhatsApp, Facebook, Instagram Sempat Lumpuh, Pakar: Diserang Peretas!

WhatsApp, Facebook, Instagram Sempat Lumpuh, Pakar: Diserang Peretas!

Foto: Iludtrasi/Istimewa

Saibumi.com, Lampung - Sedikitnya dalam waktu kurang dari satu hari platform Gmail, Facebook, WhatsApp, dan Instagram mengalami kelumpuhan (down).

Adanya dugaan serangan peretas merebak sebagai faktor terjadinya kelumpuhan ini.

Pakar Keamanan Siber dari Communication and Information System Security Research Center, Pratama Persadha, mengungkapkan, Facebook dan Google kemungkinan mengalami kendala yang sama, sehingga menyebabkan layanan mereka lumpuh karena jarak kejadian yang berdekatan.

Menurut dia, tidak mungkin perusahaan sekelas Google dan Facebook melakukan perawatan sistem hingga menyebabkan kelumpuhan selama berjam-jam.

Pratama menilai adanya kemungkinan kedua perusahaan terserang oleh peretas.

"Jaraknya bedekatan jangan-jangan masalahnya sama. Apalagi yang kena pemain besar seperti Facebook dan Google. investasi keamanan mereka luar biasa besarnya. Lumpuh karena proses perawatan itu tidak mungkin untuk perusahaan sebesar itu. Karena mereka akan pertimbangkan masa-masa patching. Ada kemungkinan diserang peretas," ujarnya, Kamis, 14 Maret 2019.

Pratama mengatakan, potensi faktor serangan peretas di balik lumpuhnya platform Google dan Facebook cukup tinggi. Pasalnya, kelumpuhan ini terjadi tiba-tiba. Apabila memang maintenance server, pasti hal tersebut sudah terjadwal.

"Perawatan terjadwal, tidak mungkin mendadak, karean bukan peretas dan hanya perawatan, setidaknya kasih tahu kapan layanannya akan lumpuh di Indonesia, jam berapa, tanggal berapa sehingga bisa diantisipasi," ungkap Pratama.

Dia menjelaskan, kedua perusahaan itu tidak mungkin beralasan server lumpuh akibat maintenance.

Pasalnya, ketika perusahaan hendak melakukan pembaruan atau perawatan di live server, pasti melakukan protokol yang tidak akan membuat lumpuh live server.

"Kedua perusahaan pasti ada tim riset sendiri, pasti ada server untuk pengujian. Uji coba pembaruan, patching, maintenance di server uji coba itu. Semua hal yang mau dilakukan di liver server pasti di uji coba, di-tester," terang Pratama.

Dia kemudian mengatakan, Facebook dan Google memiliki puluhan hektar lahan yang disediakan untuk data center. Oleh karena itu, pasti kalau server terserang atau perawatan, akan ada server backup.

"Kalau menurut saya Facebook itu pasti punya backup server dan mirroring server, mereka punya puluhan hektar server. Kalau terserang satu atau perawatan, pasti ada backup server yang bisa backup," ujar Pratama, dilansir CNNIndonesia.

Senada, Pakar Keamanan Siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya, mengatakan jika lumpuhnya Google dan Facebook berkaitan, maka kemungkinan kelumpuhan ini disebabkan serangan peretas.

Alfons mengatakan peretas ini memanfaatkan zero day vulnerability yang merupakan celah keamanan pada piranti lunak. Celah keamanan itu belum ada patch atau tambalan untuk memperbaiki celah tersebut.

Zero day vulnerability adalah istilah adanya celah keamanan pada piranti lunak yang digunakan oleh komputer. Biasanya belum ada patch/tambalan untuk memperbaikinya.

"Kalau kedua insiden berkaitan, maka kemungkinan besar terjadi zero day vulnerability exploit. Celah keamanan itu yang digunakan penyerang untuk melumpuhkan sistem komputer," jelas Alfons.

Selanjutnya, dia mengatakan adanya kemungkinan kelumpuhan Facebook diakibatkan sebuah bug dalam rencana integrasi layanan chat dengan WhatsApp dan Instagram.

"Kalau kedua insiden ini tidak berkaitan dan terlihat Facebook mengalami gangguan lebih parah, maka patut diduga insiden ini berkaitan dengan rencana integrasi layanan WhatsApp, Facebook Chat dan Instagram Chat. Dimana ada bug dalam penggabungan ketiga layanan dengan data yang masif ini," kata Allfons. (*/SB-03)

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong