Logo Saibumi

Cara Mengatasi Penyakit Diare pada Anak

Cara Mengatasi Penyakit Diare pada Anak

Foto: Ilustrasi/Istimewa

Rika Oktarina Rony, Sp.A, MARS
( Spesialis Anak Subdivisi Saluran Cerna)
Bethsaida Hospitals

Saibumi.com, Lampung - Diare atau Hippocrates merupakan salah satu penyakit pencernaan yang paling umum dan diderita oleh anak.

Meski terkenal sebagai hal yang mudah diatasi, apabila diare telah berubah menjadi akut atau infeksi bisa menyebabkan masalah yang berbahaya bagi kehidupan anak.

Menurut penelitian, terdapat sekitar 500 juta anak yang menderita diare setiap tahunnya dan 20 persennya telah menjadi penyebab kematian pada anak yang hidup di negara berkembang, akibat hubungan erat diare dengan dehidrasi.

Dengan mengetahui hal tersebut, maka perlulah kita ketahui cara menangani diare yang tepat agar keselamatan anak dapat terselamatkan.

Klasifikasi Penyakit Diare

Diare adalah penyakit pada sistem gastrointestinal yang menyebabkan pengeluaran tinja dalam frekuensi yang tidak normal dan kepadatan tinja yang berubah menjadi cair atau lembak.

Seorang dapat dikatakan menderita diare apabila frekuensi pembuangan air besarnya lebih dari tiga kali dalam sehari yang berlangsung lebih dari empat hari.

Namun ada beberapa kondisi yang memungkinkan anak mengalami diare yang tidak biasa:

  • Diare akut: Anda mungkin mendapatkan diare ini apabila masalah pencernaan anda terus meningkat dengan kepadatan feses yang lembek & cair terjadi selama 2 minggu tanpa selang-seling. Diare akut ini berhubungan dekat dengan dehidrasi dengan 4 tingkatan yaitu diare tanpa dehidrasi, diare dengan dehidrasi ringan, diare dengan dehidrasi sedang & diare dengan dehidrasi berat.
  • Diare Persisten: Diare akut yang terjadi selama 15-30 hari bisa disebut sebagai diare persisten.
  • Diare kronis: Diare yang hilang dan timbuk diare hilang-timbul yang berlangsung dalam waktu yang lama akibat dari non-infeksi seperti penyakit sensitif kepada gluten atau gangguan metabolisme yang menurun. Ini bisa terjadi lebih dari 30 hari.
    Penyebab Penyakit Diare

Diare dapat terjadi karena beberapa faktor:

  1. Infeksi Enteral & Parenteral: Infeksi enteral terjadi pada saluran pencernaan yang biasa terjadi pada anak. Infeksi ini bisa terjadi akibat (1) Bakteri seperti Vibrio, Salmonella & E.coli, (2) virus seperti Adenovirus & rotavirus (3) Parasit seperti cacing, protozoa & jamur. Sementara infeksi parenteral terjadi pada tubuh diluar alat pencernaan seperti ensefalitis, bronkopneumonia dan yang lainnya.
  2. Masalah pada kemampuan absorpsi: Ada beberapa dari kita yang tidak bisa mencerna beberapa jenis karbohidrat, lemak, protein seperti intoleransi terhadap laktosa atau glukosa. Hal ini biasa menjadi faktor utama bayi & anak untuk terkena diare.
  3. Faktor makanan & minuman: Makanan yang sudah kadar luasa, Air minum yang tidak dimasak, Makanan yang mengandung bahan beracun atau alergi terhadap beberapa makanan bisa menjadi faktor penyebab diare.
  4. Faktor lingkungan: Pada saat kita melakukan pembuangan air, ketersediaan air bersih & sarana pembuangan tinja adalah faktor lingkungan yang mempengaruhi. Jikalau diabaikan kuman diare yang disertai tindakan untuk mengonsumsi makanan & minuman yang tidak sehat dapat mempunyai meningkatkan kemungkinan untuk terkena penyakit diare.
  5. Faktor gizi: Diare dapat menyebabkan kekurangan gizi dan memperburuk diare. Menurut satu penelitian diare dapat menyebabkan kematian pada Bayi yang meninggal akibat dari dehidrasi dan malnutrisi yang disebabkan oleh diare oleh karena itu faktor gizi merupakan hal penting yang harus diperhatikan.

Pencegahan Terhadap Diare

  1. Pemberian ASI
    Makanan paling bayi untuk sang buah hati adalah ASI alasannya karena komponen zat makanan yang terkandung tersedia dalam bentuk yang ideal dan mudah diserap secara optimal oleh bayi. ASI merupakan makanan tepat untuk usia anak 4-6 bulan karena memiliki sterilisasi yang lebih dari susu lainnya yang mungkin terkontaminasi dalam botol yang kotor. Pastikan ASI langsung diberikan oleh ibu tanpa perantara botol agar mencegah kemungkinan terdapatnya bakteri
  1. Makanan pendamping ASI
    Pemberian makanan pendamping ASI dapat diberikan saat bayi saat ia sudah beranjak di usia untuk mengonsumsi makanan orang dewasa. Sebab terdapat masa yang berbahaya bagi bayi untuk mendapatkan makanan pendamping asi sebab makanan yang diberikan bisa meningkatkan risiko untuk terjadinya diare ataupun penyakit lainnya. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memberikan makanan pendamping ASI:

(a) Untuk tahap awal, pastikan anak diperkenalkan terlebih dahulu dengan makanan lunak. Hal ini bisa dilakukan pada umur 4-6 bulan tetapi jangan lupa untuk tetap memberikan ASI. Hal ini diperkenalkan dengan tahapan, oleh karena itu saat bayi sudah berusia 6 bulan atau lebih tingkatkanlah perkenalan terhadap makanan lunak.

(b) Cuci tangan sebelum menyiapkan, menyuapi anak dan pastikan alat makan yang dipakai telah dicuci dengan bersih.

(c) Memasak atau merebus makan dengan benar, apabila terdapat sisa makanan maka tempatkan hal tersebut di tempat yang sesuai dengan benar sebelum diberikan lagi kepada anak.

  1. Menjaga kualitas hidup bersih & sehat
    Ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk menjaga kualitas hidup bersih dan sehat seperti penimbangan balita minimal 8 kali dalam setahun, menjaga kebersihan air dalam penggunaan sehari-hari, memberikan gizi yang seimbang secara teratur, membersihkan toilet, mencuci tangan sebelum makan dengan sabun. Hal ini bisa memberantas penularan penyakit & penyebaran kuman yang memungkinkan seseorang terkena diare.
    Mari Atasi Diare Dengan LANTAS DIARE

 

Lima Langkah Tuntaskan Diare

  1. Rehidrasi menggunakan oralit osmolaritas rendah: Oralit adalah campuran garam elektrolit yang terdiri dari Natrium, Kalium, Sitrat & Glukosa. Oralit ini dapat berguna untuk mengurangi mual & muntah, pengganti cairan & elektrolit yang terbuang saat diare.
  2. Zinc selama 10 hari berturut-turut: Zinc bisa mempercepat penyembuhan anak dari diare, pengeluaran biaya yang efisien, dan aman diberikan kepada anak.
  3. Pemberian ASI dan makanan: Selama diare ibu tetap diwajibkan untuk tetap atau bahkan meningkatkan pemberian ASI meski selama diare untuk bayi berusia 0-24 bulan. Untuk anak diatas 6-24 bulan tingkatkan pemberian makanan pedamping ASI.
  4. Pemberian antibiotik sesuai indikasi: Antibiotik adalah opsi yang bisa diberikan apabila terdapat indikasi dari diare seperti pendarahan. Selain itu penggunaan antibiotik pada anak dapat berakibat buruk seperti menambah resistensi kuman terhadap antibiotik
  5. Nasihat pada ibu/ pengasuh anak: Perlulah dilakukannya edukasi mengenai pengobatan diare di rumah & persiapan yang harus diperhatikan jikalau anak sedang berada diluar.

Demikian pembahasan diare pada anak, semoga dengan pembahasan ini para orang tua dapat mempersiapkan diri apabila diare menyerang sang buah hati.

 

Reference:

1. Ciesla WP, Guerrant RL. Infectious Diarrhea. In: Wilson WR, Drew WL, Henry NK, et al editors. Current Diagnosis and Treatment in Infectious Disease. New York: Lange Medical Books, 2003. 225 - 68.

  1. Guerrant RL, Gilder TV, Steiner TS, et al. Practice Guidelines for the Management of Infectious Diarrhea. Clinical Infectious Diseases 2001;32:331-51.
  2. Lung E, Acute Diarrheal Disease. In: Friedman SL, McQuaid KR, Grendell JH, editors. Current Diagnosis and Treatment in Gastroenterology. 2nd edition. New York: Lange Medical Books, 2003. 131 - 50.
  3. Pedoman Pemberantasan Penyakit Diare. Mentri Kesehatan Republik Indonesia. Available from : http://www.depkes.go.id/downloads/SK1216-01.pdf
  4. Manatsathit S, Dupont HL, Farthing MJG, et al. Guideline for the Management of acute diarrhea in adults. Journal of Gastroenterology and Hepatology 2002;17: S54-S71.
  5. Jones ACC, Farthing MJG. Management of infectious diarrhoea. Gut 2004; 53:296-305.
  6. Tjaniadi P, Lesmana M, Subekti D, et al. Antimicrobial Resistance of Bacterial Pathogens Associated with Diarrheal Patiens in Indonesia. Am J Trop Med Hyg 2003; 68(6): 666-10
  7. Hendarwanto. Diare akut Karena Infeksi, Dalam: Waspadji S, Rachman AM, Lesmana LA, dkk, editor. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid e-USU Repository ©2004 Universitas Sumatera Utara 14Edisi ketiga. Jakarta: Pusat Informasi dan Penerbit Bagian Ilmu Penyakit Dalam FKUI ;1996. 451-57.
  8. Soewondo ES. Penatalaksanaan diare akut akibat infeksi (Infectious Diarrhoea). Dalam : Suharto, Hadi U, Nasronudin, editor. Seri Penyakit Tropik Infeksi Perkembangan Terkini Dalam Pengelolaan Beberapa penyakit Tropik Infeksi. Surabaya : Airlangga University Press, 2002. 34 – 40.
  9. Rani HAA. Masalah Dalam Penatalaksanaan Diare Akut pada Orang Dewasa. Dalam: Setiati S, Alwi I, Kasjmir YI, dkk, Editor. Current Diagnosis and Treatment in Internal Medicine 2002. Jakarta: Pusat Informasi Penerbitan Bagian Penyakit Dalam FK UI, 2002. 49-56.
  10. Tatalaksana Penderita Diare. Available from : http://www.depkes.go.id/downloads/diare.pdf.
  11. Thielman NM, Guerrant RL. Acute Infectious Diarrhea. N Engl J Med 2004;350:1: 38-47.
  12. Kolopaking MS. Penatalaksanaan Muntah dan Diare akut. Dalam: Alwi I, Bawazier LA, Kolopaking MS, Syam AF, Gustaviani, editor. Prosiding Simposium Penatalaksanaan Kedaruratan di Bidang Ilmu penyakit Dalam II. Jakarta: Pusat Informasi dan Penerbitan Bagian Ilmu Penyakit Dalam FK UI, 2002. 52-70.
  13. Nelwan RHH. Penatalaksanaan Diare Dewasa di Milenium Baru. Dalam: Setiati S, Alwi I, Kasjmir YI, dkk, Editor. Current Diagnosis and Treatment in Internal Medicine 2001. Jakarta: Pusat Informasi Penerbitan Bagian Penyakit Dalam FK UI, 2001. 49-56.
  14. Procop GW, Cockerill F. Vibrio & Campylobacter. In: Wilson WR, Drew WL, Henry NK, et al, Editors. Current Diagnosis and Treatment in Infectious Disease, New York: Lange Medical Books, 2003. 603 - 13.
  15. Procop GW, Cockerill F. Enteritis Caused by Escherichia coli & Shigella & Salmonella Species. In: Wilson WR, Drew WL, Henry NK,et al, Editors. Current Diagnosis and Treatment in Infectious Disease, New York: Lange Medical Books, 2003. 584 - 66.
  16. Wells BG, DiPiro JT, Schwinghammer TL, Hamilton CW. Pharmacotherapy Handbook. 5th ed. New York: McGraw-Hill, 2003. 371-79.
  17. Zein,U. Gastroenteritis Akut pada Dewasa. Dalam : Tarigan P, Sihombing M, Marpaung B, Dairy LB, Siregar GA, Editor. Buku Naskah Lengkap GastroenterologiHepatologi Update 2003. Medan: Divisi Gastroentero-hepatologi Bagian Ilmu Penyakit Dalam FK USU, 2003. 67-79.
  18. Isaulauri E. Probiotics for Infectious Diarrhoea. Gut 2003; 52: 436-7 (SB-03)

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong