Logo Saibumi

Identitas Mayat Anonim di Pesibar Lampung Terungkap, Korban Dibunuh Kerabat

Identitas Mayat Anonim di Pesibar Lampung Terungkap, Korban Dibunuh Kerabat

Para pelaku pembunuhan dan sejumlah barang bukti | Foto: Istimewa

Saibumi.com, Lampung Barat - Mayat wanita tanpa identitas (Anonim) yang ditemukan warga di pinggir jalan hutan TNBBS Pesisir Barat (Pesibar), Lampung, yang berbatasan dengan Provinsi Bengkulu, tepatnya di Pekon Rata Agung, Kecamatan Lemong, akhirnya terungkap.

Dari informasi yang diterima, korban dibunuh kerabatnya. Dalam hitungan jam, pekaku berhasil dibekuk polisi.

Korban diketahui bernama Beti Salam (45), bidan Puskesma Pembantu Sipatuhu, warga Sipatuhu, Kecamatan Banding Agung, Kabupaten OKU Selatan, Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel).

Kasat Reskrim Polres Lampung Barat, AKP Faria Arista, mengatakan, pelaku berjumlah empat orang dan melibatkan satu wanita yang merupakan keponakan korban.

Motif pembunuhan dilakukan diduga ada unsur dendam, karena keponakan korban sempat cekcok sebelumnya.

"Para pelaku terdiri keponakan korban bersama suaminya, dan rekan-rekannya. Dalam aksinya, para pelaku membunuh dengan cara menyekap korban menggunakan bantal, lalu dianiaya. Mayatnya lalu dibuang ke jurang di tepi jalan, tempat lokasi ditemukan. Mobil korban juga ditinggalkan di jalan," kata Faria, Jumat, 1 Maret 2019.

Para pelaku berjumlah empat orang yakni Gidion Meldina ( 31) wanita, warga Sipatuhu, Kecamatan Banding Agung, Kabupaten OKU Selatan, yang masih keponakan korban.

Kemudian, Badriansyah (35) PNS, warga Bandar Agung Kabupaten OKU Selatan, Asrul Mubarik, warga Sukamaju, Kecamatan Banding Agung Kabupaten OKU Selatan. Sedangkan satu pelaku lainnya, ON, masih dalam pengejaran petugas.

"Dugaan sementara otak pelakunya adalah perempuan. Dari hasil interogasi, keponakannya (Gidion) mempunyai utang kepada korban sebesar Rp 200 juta. Korban sempat ribut dengan otak pelaku, istri dari salah satu pelaku. Sedangkan satu pelaku masih dalam pengejaran petugas," jelas Faria.

Kronologisnya, Rabu, 27 Februari  2019, sekitar pukul 16.00 WIB, ketiga pelaku membawa korban jalan dengan alasan memberikan obat untuk kesembuhan korban, dengan memberikan ramuan minuman yang telah diberikan racun.

Namun setelah korban meminum ramuan tersebut, tubuh korban hanya lemas saja.

"Lalu para pelaku membawa korban ke Pesisir Barat. Di tengah perjalanan, Badriansyah menghentikan mobil, kemudian ON dan Badriansyah mencekik dan membekap korban dengan bantal, sedangkan mubarik memegang kaki korban hingga meninggal dunia," jelas Faria.

Para pelaku lalu membawa korban ke arah Pesisir Utara dan membuang jasad korban di jurang yang dalamnya kurang lebih lima meter di pinggir jalan lintas barat Sumatera, berbatasan dengan Provisi Bengkulu. Sedangkan mobil korban sengaja ditinggalkan di Krui.

Selain itu, dua tersangka, Gidion Meldina dan Badriansyah, juga dites urine  dan positif menggunakan narkoba. Saat ini asal narkoba masih dilidik polisi.

Penangkapan dilakukan pada Kamis, 28 Februari 2019, oleh Tim Tekab Sat Reskrim Polres Lambar yang dipimpin Kanit Jatanras, Ipda H.Iplan.

"Di daerah Liwa pelaku ditangkap, namun melakukan perlawanan sehingga petugas melakukan tindakan tegas dan terukur. Tersangka kita kenakan pasal 340 KHUPidana tentang pembunuhan berencana, dengan ancaman hukuman paling berat pidana mati," terang dia.

Sementara jasad korban sudah dilakukan otopsi pukul 01.00 hingga pukul 05.00 WIB. di Rumah Sakit Umum Liwa oleh dokter forensik yang didatangkan dari Rumah Sakit Bhayangkara.

"Namun hasilnya perlu menunggu waktu, karena akan dilakukan uji lab dan juga dari dokter forensik menyimpulkan penyebab kematian yang sesungguhnya," kata dia. (SB-09)

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong