Logo Saibumi

Ini 10 Hoax tentang Kesehatan yang Kerap Beredar di WhatsApp

Ini 10 Hoax tentang Kesehatan yang Kerap Beredar di WhatsApp

Ulat di daun mangga dalam pesan yang beredar tidak mematikan. | Foto: detik

Saibumi.com, Lampung - Aplikasi percakapan WhatsApp dan Facebook kerap digunakan untuk bertukar informasi. Di dalamnya sering juga muncul hoax-hoax tentang kesehatan.

Cara supaya kita mengetahui informasi kesehatan di WhatsApp dan Facebook yang patut dicurigai dijelaskan Sekretaris Jendral Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) Dr Berry Juliandi, Msi.

Menurut dia, biasanya hoax bermain dengan informasi yang membawa pesan harapan atau ketakutan.

Untul itu diperlukan sikap kritis selalu meragukan informasi, sehingga tidak mudah untuk menerima informasi baru di WhatsApp dan Facebook.

Sebagai contoh, setidaknya beberapa hoax ini selalu diulang beredar tidak ada matinya di WhatsApp dan Facebook, dilansir detik, Rabu, 20 Februari 2019:

1. Main ponsel di tempat gelap sebabkan tumor mata

Informasi soal bahaya main ponsel sambil tiduran seringkali kita dapatkan, mulai dari pesan berisi bahaya-bahaya yang 'mengancam' hingga foto-foto mengerikan yang sengaja disebarkan di WhatsApp dan Facebook.

Salah satu pesan berantai itu berisi bahwa memainkan ponsel di tempat gelap sebelum tidur dapat menyebabkan tumor mata.

Namun dokter spesialis mata dari Jakarta Eye Center, dr Ferdiriva Hamzah, MD, mengatakan bahwa hal itu tidak benar.

"Apalagi ini? Gara-gara liat HP juga? Hoax lah. Sekilas mirip ocular surface squamous neoplasia. Tumor mata yang bukan disebabkan karena kelamaan liat gadged," jawabnya di akun media sosial.

2. Ulat mangga mematikan

Di media WhatsApp dan Facebook sempat beredar pesan berantai soal ulat pohon mangga yang diklaim dapat menyebabkan kematian, empat jam setelah digigit. Pesan tersebut disertai video yang menunjukkan sosok ulat berwarna hijau terkamuflase di pohon mangga.

Dr Purnama Hidayat, dosen di Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, Instititut Pertanian Bogor (IPB) dan mantan Ketua Perhimpunan Entomologi Indonesia, mengatakan ini adalah hoax yang berulang di WhatsApp dan Facebook.

"Pertama, ulat itu tidak menggigit, jadi dia makan daun. Memang di ujung bulu-bulunya itu ada racun tapi yang ini tidak mematikan. Hanya bikin gatal kayak ulat bulu biasa. Jadi ini hoax ya, ini sudah berkali-kali (di-share)," kata dia.

3. MSG berbahaya untuk otak

Salah satu hoax yang populer yaitu kepercayaan monosodium glutamat (MSG) atau micin menyebabkan berbagai masalah, mulai dari membuat otak 'lemot' hingga kanker. Di WhatsApp dan Facebook beredar berbagai macam variasi hoax ini.

Drs Tepy Usia, Apt, MPhil, PhD, Direktur Standarisasi Produk Pangan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengatakan bahwa banyak penelitian di dunia sudah membuktikan keamanan MSG.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) juga menyebut kalau toksisitas-nya rendah dan tidak berbahaya untuk kesehatan.

4. Mie instan sebabkan kanker

Di WhatsApp dan Facebook juga sering beredar kabar beberapa orang meninggal karena sering mengonsumsi mie instan.

Salah satunya cerita tentang seorang pemuda meninggal akibat kanker perut atau cerita bagaimana mie instan yang dimasak bersamaan dengan bumbunya jadi pemicu kanker.

Menurut pakar nutrisi Jansen Ongko, MSc, RD, tidak ada bukti ilmiah untuk hal tersebut.

5. Kopi campur durian bahaya

Populer di WhatsApp dan Facebook cerita bagaimana seseorang meninggal setelah mengonsumsi kopi dan durian. Meski memang betul ada kejadian korban meninggal, namun kaitannya disebabkan campuran kopi dan durian tidak terbukti.

"Korban mungkin telah sakit sebelum makan durian dan minum kopi yang berujung kematian. Riwayat sakit inilah yang kemudian memicu serangan jantung, bukan serta merta efek durian dan kopi," kata dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Prof Budhi Setianto Purwowiyoto.

6. Bahaya pemanis buatan aspartame

Hoax yang mengatasnamakan IDI (Ikatan Dokter Indonesia) ini termasuk salah satu yang paling sering beredar di WhatsApp dan Facebook.

Hoax selalu menjadi heboh karena menyebut 19 merek minuman yang cukup populer di masyarakat. Disebutkan, minuman-minuman tersebut mengandung Aspartame yang menyebabkan diabetes, kanker otak, dan mematikan sumsum tulang.

IDI telah berkali-kali membantah informasi tersebut. Nama dokter yang selalu dicatut dalam hoax tersebut, yakni dr.H.Ismuhadi MPH juga tidak ada sangkut-pautnya dengan hoax yang sudah beredar sejak 2009 tersebut.

7. Tusukan jarum atasi stroke

Kalau kamu pernah melihat tips mengatasi stroke dengan tusukan jarum di jari yang beredar di WhatsApp dan Facebook, bisa dipastikan itu hoax.

Para pakar kesehatan membantah saran tersebut, karena serangan stroke ada beberapa macam dengan mekanisme yang berbeda-beda.

Menusuk jarum tidak ada kaitannya sama sekali, meski sepintas terdengar masuk akal karena disebut bisa mengurangi tekanan darah.

Anjuran yang paling tepat ketika terjadi serangan stroke adalah menghubungi dokter sesegera mungkin, karena dalam kondisi tersebut setiap detik adalah pertaruhan antara hidup dan mati.

Mencoba-coba untuk mengatasi sendiri hanya akan memperlambat pertolongan medis yang lebih terpercaya.

8. Mandi air dingin picu stroke

Banyaknya serangan stroke yang terjadi saat sedang berada di kamar mandi melahirkan mitos bahwa mengguyur kepala dengan air dingin bisa memicu stroke. Secara umum penyebab stroke sangat beragam dan yang pasti tidak sesederhana guyuran air di kepala.

Tidak ada data ilmiah yang menyebutkan bahwa serangan stroke paling sering terjadi di kamar mandi.

9. Vaksin HPV picu menopause dini

"Ini menyeramkan! Info dari kawan-kawan: vaksin kanker serviks yang ditujukan kepada anak-anak SD ini akan menyebabkan menopause dini," demikian penggalan informasi hoax yang beredar di WhatsApp dan Facebook.

Faktanya, vaksin HPV telah mendapat persetujuan dari WHO (World Health Organization). Dalam berbagai uji yang telah dilakukan, vaksin ini telah dijamin keamanannya dan risiko menopause dini tidak termasuk dalam efek samping yang perlu dikhawatirkan.

10. Sakit jantung karena tidak kencing malam

Sebuah pesan berantai tentang bahaya tidak kencing di malam hari dan efeknya pada kesehatan jantung, beredar di jejaring WhatsApp dan Facebook.

Disebutkan dalam pesan berantai itu, ancaman penyumbatan jantung dan pembuluh darah lainnya dapat terjadi ketika seseorang enggan untuk buang air kecil dan minum di malam hari.

dr Ayuthia Putri Sedyawan, BMedSc, SpJP, FIHA, dari RS Mayapada Lebak Bulus menegaskan bahwa berita tersebut hoax.

"Wah, nggak ada hubungannya kencing malam dan penuaan pada fungsi jantung. Tubuh memang butuh air, karena porsi terbesar tubuh adalah air. Tapi nggak ada hubungannya sama penuaan fungsi jantung," jelas dia. (*/SB-01)

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong