Logo Saibumi

OJK Himbau Masyarakat Waspada Dalam Penggunaan FinTech

OJK Himbau Masyarakat Waspada Dalam Penggunaan FinTech

Foto : Istimewa

Saibumi.com,Bandar Lampung - Terkait layanan ekonomi digital, khususnya financial dan technology (FinTech), yang mulai banyak belakangan ini,pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung mengimbau masyarakat untuk hati-hati dalam menggunakan layanan ekonomi digital, khususnya financial dan technology (FinTech).

Seperti yabg disampaikan Kepala OJK Provinsi Lampung Indra Krisna dalam acara coffee morning dengan media massa di Aula kantor OJK, Pahoman, Bandar Lampung, Selasa,12 Febuari 2019.
 
“Walaupun prosedurnya mudah, tetapi masyarakat tetap harus berhati-hati,” ujar Indra Krisna saat Coffe Morning.
 
Indra meminta masyarakat untuk membaca perjanjian sebelum memberi persetujuan dan tidak mudah memberi tanda centang pada kolom yang tertera. Pasalnya, tanda centang tersebut berarti menyetujui isi perjanjian.
 
Dia mengungkapkan, masih banyak penyedia pinjaman online yang tidak terdaftar di OJK. Saat ini ada sebanyak 88 FinTech yang terdaftar di OJK.
 
Lebih lanjut Indra menyarankan masyarakat untuk menggunakan FinTech yang telah terdaftar. Hal ini dinilai lebih aman dan dapat meminimalisir risiko.
 
“OJK tidak bisa mengawasi FinTech yang tak terdaftar. Jadi jika ada masalah, OJK tak bisa memfasilitasi konsumen,”paparnya.
 
Disisi lain OJK meyakini tingkat literasi dan inklusi pada industri keuangan di Provinsi Lampung dapat menyentuh target nasional pada 2019. Sebab, berdasarkan survei terakhirnya, penggunaan dan pemahaman masyarakat terhadap produk lembaga keuangan masih tercatat rendah. 
 
Berdasarkan survei terakhir pada 2016, literasi keuangan di tingkat nasional hanya sebesar 29,7% dan inklusinya mencapai 67,8%. Sedangkan literasi Lampung sebesar 26,9% dengan inklusinya keuangan mencapai 69,8%. Angka itu masih terbilang rendah, karena di bawah target nasional. 
 
"Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 50 Tahun 2017 tentang Strategi Nasional Perlindungan Konsumen Literasi Keuangan ditargetkan dapat mencapai 35% dan berdasar pada Perpres Nomor 82 Tahun 2016 inklusi dipatok di angka 75%," jelas Indra.
 
Dikatakannya, meskipun survei terakhir menunjukkan tingkatan yang masih rendah. Lembaga independen pengawas industri jasa keuangan (IJK) itu diyakini dapat mencapai target yang ditetapkan presiden.
 
"Pemerintah menargetkan angka itu bisa dicapai ditahun ini. Kami yakin tingkat 35% dan 75% itu bisa dicapai," pungkasnya.(*/SB05)
 

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong