Logo Saibumi

Kaki Bayi Ini Patah Usai Operasi Caesar di RSUDAU Lampung Barat

Kaki Bayi Ini Patah Usai Operasi Caesar di RSUDAU Lampung Barat

Kondisi bayi dari Purnomo yang mengalami patah kaki usai operasi caesar | Foto: Istimewa

Saibumi.com, Lampung Barat - Setelah dilahirkan melalui operasi caesar, bayi dari Purnomo (36) dan Siti Maryam, warga Pekon Wai Rantai, Kecamatan Lemong, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, mengalami patah tulang pada bagian kaki kiri.

Operasi caesar itu dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Alimudin Umar (RSUDAU) Lampung Barat (Lambar), Rabu, 6 Februari 2019.

Berdasarkan informasi yang diterima awak media dari masyarakat, peristiwa tersebut terjadi diduga karena kelalaian pihak rumah sakit, sehingga mengakibatkan bayi laki-laki yang belum diberi nama itu mengalami patah pada bagian kakinya.

Namun, saat dikonfirmasi awak media, Purnomo memberikan keterangan berbelit-belit, seperti ada tekanan.

Awalnya Purnomo mengaku sebelum dilakukan tindakan caesar terhadap istrinya, tidak ada informasi yang disampaikan pihak rumah sakit jika anaknya beresiko bisa patah kaki. Namun beberapa menit kemudian, Purnomo mengakui setelah ditunjukkan pihak RSUDAU.

Dalam rekam medis yang ditunjukkan pihak RSUDAU ada kejanggalan, karena surat pernyataan persetujuan keluarga untuk dilakukan operasi caesar yang sebelumnya tidak diakui Purnomo, tidak disertai tandatangan di atas materai.

Tetapi hanya tanda tangan biasa menggunakan tulisan pena warna hitam dan selembar tulisan tangan pernyataan Purnomo.

"Sebelumnya tidak ada informasi tertulis terkait resiko dari tindakan yang diambil. Saya juga tidak pernah melihat hasil USG sebelumnya," kata Purnomo.

Dia mengaku siap jika memang bayinya harus dirujuk ke RS di Bandar Lampung. Bahkan, Purnomo berharap agar buah hatinya bisa kembali normal.

Sementara, pihak RSUDAU melalui Kabag TU Agus DP, menerangkan jika tindakan yang dilakukan pihaknya sudah sesuai prosedur. karena melihat kondisi ibu bayi tersebut harus dilakukan tindakan secara cepat.

Pasalnya, air ketuban dari ibu bayi itu telah habis, sehingga salah satu tindakan yang dilakukan yaitu operasai caesar. Namun dalam melakukan tindakan tersebut Agus mengaku terdapat resiko yang bisa menimpa bayi maupun ibunya.

"Saat dilakukan caesar, kaki bayi itu ada penempelan di dinding rahim, sehingga resikonya setelah dilakukan caesar ada keretakan pada kaki bayi. Saya tidak paham bahasa medisnya. Begitu pula jika ada penempelan di organ lain seperti pipi, tindakan yang harus diambil pun harus disayat," jelasnya.

Menurut Agus, karena keterbatasan fasilitas, maka bayi tersebut harus dirujuk ke Bandar Lampung.

Namun hingga saat ini belum dilakukan, karena masih menunggu persetujuan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Barat, sebab pasien menggunakan Jaminan Persalinan (Jampersal).

"Mereka (Diskes Pesibar) sudah kita hubungi, dan mereka minta pasien untuk ditahan satu hari dulu di RSUDAU sebelum di rujuk ke Bandar Lampung. Intinya kita menyelamatkan bayinya. Jadi karena keterbatasan dokter, harus dirujuk. Kalau kita tidak ada tindakan, justru itu salah. Saran saya agar kawan-kawan media juga konfirmasi ke Dokter Imam yang melakukan caser, atau ke direktur langsung," Agus.

Namun saat akan dikonfirmasi, Dokter Iman tidak bersedia dengan alasan masih ada pasien. Sedangkan Direktur RSUDAU dr Widyatmoko Kurniawan belum bisa dimintai keterangan. (SB-09)

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong