Logo Saibumi

Antarkan Semen Curian, Dua Warga Pesawaran Ditangkap Polisi

Antarkan Semen Curian, Dua Warga Pesawaran Ditangkap Polisi

Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Rosef Efendi saat memimpin ekspose kasus di Mapolresta Bandar Lampung, Senin, 4 Februari 2019 | Foto: Obbie Fernando/Saibumi.com

Saibumi.com, Bandar Lampung - Disuruh mengantarkan semen 400 sak kepada pembeli, Aziz (34) dan Putra (30) warga Desa Wiyono, Pesawaran, ini diamankan anggota Satreskrim Polresta Bandar Lampung, dengan tuduhan penggelapan, Senin, 4 Februari 2019.

Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Roseff Efendi dalam eksposenya mengatakan, dasar penangkapan kedua tersangka ini yaitu laporan dari sebuah perusahaan distributor semen.

"Jadi pada Senin, 28 Januari 2019 telah terjadi tindak pidana penggelapan berupa semen merk Holcim dengan jumlah 400 sak dari gudang semen di Jalan Soekarno Hatta By Pass, Kecamatan Panjang, Bandar Lampung," kata dia, Senin, 4 Februari 2019.

Mendapat laporan tersebut, anggota Satreskrim Polresta Bandar Lampung langsung melakukan koordinasi dengan pelapor, untuk membuka rekaman CCTV di gudang tersebut.

"Berdasarkan hasil penyelidikan, diketahui bahwa pada malam hari itu ada satu unit truk yang masuk ke dalam gudang. Lalu truk tersebut dibawa ke wilayah Pesawaran dan berhenti di sebuah toko bangunan," ujar Roseff.

Setelah dilakukan interogasi kepada pemilik toko, Aziz, mengaku semen tersebut dibelinya dengan harga di bawah rata-rata. Lalu pemilik toko tersebut diamankan oleh anggota Polresta Bandar Lampung karena menadah barang hasil curian.

"Berdasarkan keterangan Aziz, kita mengejar pelaku lainnya yang menjadi perantara semen ini. Kita tangkap dia (Putra) saat berada di pasar wilayah Pesawaran," jelas Roseff.

Berdasarkan pengakuan tersangka Aziz, dia tidak mengetahui bahwa semen itu merupakan hasil curian dari gudang semen milik PT Holcim.

"Awalnya tidak tahu. Tadinya jual Rp45 ribu dinego jadi Rp42 ribu dan utang juga itu. Sempat dibayar Rp12 juta, sisanya baru saya cicil," katanya kepada Saibumi.com.

Sementara itu, Putra yang bertugas mengantarkan semen tersebut mengaku bahwa dirinya ditipu oleh Buhori (DPO). Buhori tidak memberi tahu bahwa semen tersebut merupakan hasil curian.

"Saya yang cari 'buangan' (penadah) untuk dijual. Dia (Buhori) minta cari 'buangan' semen 400 sak. Saya baru pertama kali kerjasama dengan Buhori. Dia kabur. Yang saya tahu dia dendam sama bosnya. Saya dikasih fee Rp500 ribu untuk mengantarkan," kata dia.

Akibat perbuatanya, para tersangka akan diganjar atas Pasal 374 atau 480 dengan hukuman penjar paling lama 4 tahun. (SB-06)

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong