Logo Saibumi

Waspada Berbagai Penyakit yang Dapat Mudah Infeksi Manula
dr. Duddy Mulyawan Djajadisastra, Sp.PD, FINASIM

Waspada Berbagai Penyakit yang Dapat Mudah Infeksi Manula

Foto Ilustrasi

 
Saibumi.com, Bandar Lampung - Bethsaida Hospitals kali ini akan membahas terkait penyakit - penyakit yang dapat menginfeksi orang tua, terutama manula. Dikemas dalam tanya jawab yang disampaikan oleh tim dokter Bethsaida Hospitals yakni dr. Duddy Mulyawan Djajadisastra, Sp.PD, FINASIM.
 
Sebenarnya, infeksi apa saja yang rawan atau berisiko menyerang para orangtua – terutama manula?
 
Infeksi yang paling sering menyerang lansia adalah infeksi paru, disamping infeksi saluran kemih dan pencernaan. Usia lanjut berarti terdapat penurunan fungsi tubuh yang berarti disamping gangguan pada jantung dan ginjal, kemampuan sistem imun tubuhnya pun berkurang jauh.
 
Menurut data Pusdatin Kemenkes, keluhan kesehatan saat survey Susenas dilakukan, terdapat 60% lebih keluhan yang tidak spesifik. Pada umumnya, saat sakit apapun, seorang lansia hanya mengeluh tidak ada selera makan. Kita harus segera menyadari bila orang tua kita tidak selera makan dan tidak bisa beraktifitas.
 
Prevalensinya bagaimana ya Dok tentang kemungkinan orangtua terkena infeksi ?
 
Kemungkinannya cukup tinggi, dibandingkan usia muda, apalagi bila penurunan berbagai fungsi tubuh. Menurut Pusdatin Kemenkes, angka kesakitan lansia di perkotaan pada tahun 2008, 2010 dan 2012 berturut-turut 26,49; 26,46 dan 24,77. Sedangkan situasi di pedesaan pada tahun yang sama 31,43; 30,65 dan 28,62. Meskipun tidak berbeda jauh namun taraf kesehatan lansia cenderung makin membaik, meskipun di perkotaan lebih baik daripada di pedesaan.
 
Namun angka kesakitan tersebut belum tentu disebabkan infeksi saja; namun demikian menurut Susenas 2012 dalam BPS Profil Statistik Kesehatan tahun 2013, ada 5 jenis keluhan terbanyak yang dialami lansia di perkotaan dan pedesaan relatif sama persentasenya yaitu: batuk, pilek, sakit kepala berulang, demam dan diare.
 
Angka kesakitan di perkotaan pada tahun 2012 sebesar 24,77 berarti dari 100 orang lansia, ada 24-25 orang mengalami sakit di tahun tersebut.
Infeksi apa yang patut diwaspadai karena bisa berakibat fatal ?
 
Infeksi pneumonia merupakan infeksi yang tersering menjadi penyebabnya. Kegagalan tubuh (paru-paru) untuk menghirup oksigen dapat memicu pula kegagalan organ lain, seperti jantung dan paru. Infeksi yang fatal ini bukan saja disebabkan kumannya yang kuat (patogen), namun juga karena imunitasnya yang menurun dan cadangan fungsi tubuh yang terbatas. Sehingga pemulihan yang lambat juga dapat meningkatkan risiko infeksi berulang.
 
Apa langkah – langkahnya agar menghindari infeksi yang berbahaya tersebut ?
 
Langkah sederhana adalah memberikan imunisasi untuk memberikan kekebalan terhadap penyakit tertentu, misalnya pneumonia, virus herpes, dan influenza. Kedua, dengan memutus risiko infeksi dengan cara mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, sebelum dan sesudah ke toilet dan manakala tangan terasa kotor. 
 
Ketiga perhatikan tubuh kita. Bila belum sempat medical check-up; cermati perubahan berat badan, awasi tekanan darah dan waspadai kondisi tubuh bila cepat lelah dan sesak napas saat beraktifitas. Segera ke dokter bila didapati kelainan. Keempat, hindari keramaian bila tubuh kita merasa tidak fit, karena berisiko untuk ketularan sekaligus menularkan penyakit pada orang lain. Terakhir berolahraga secara teratur, hindari stress dan menjalin hubungan dengan baik dengan kerabat juga meningkatkan rasa bahagia yang dapat meningkatkan sistem imunitas kita.
 
Bagaimana pula langkah-langkahnya apabila orangtua memiliki riwayat penyakit sebelumnya, terutama metabolisme syndrome, agar bisa terminimalisir terkena infeksi ?
 
Sesuai jamannya, seiring dengan peningkatan usia, berarti fungsi tubuhnya menurun, acapkali tidak disadari karena akifitasnya pun ikut berkurang. Adanya sindrome metabolik, seperti darah tinggi, diabetes, kegemukan dan peningkatan kolesterol, menyebabkan lansia tersebut memiliki 2 ancaman sekaligus. Yaitu penyakit degeneratif seperti stroke, serangan jantung dan gagal ginjal disamping penyakit infeksi. Pengendalian darah tinggi, diabetes dan kolesterol sesuai anjuran dokter akan membantu menurunkan risiko infeksi.
 
Sebenarnya, pada usia berapa para orangtua perlu waspada agar dapat meminimalisir terkena infeksi ? Apa saja caranya ya Dok ?
 
Untuk penyakit infeksi biasa meningkat di usia 60 tahun ke atas, namun demikian umumnya penyakit metabolik seperti hipertensi, diabetes, hepatitis dan ginjal, sudah mengancam di usia 40 tahunan. Bagi orang yang mengidap penyakit kronik, usia di atas 50 tahun harus diwaspadai kemungkinan infeksi yang merugikan. 
 
Perhatikan kemampuan fisik diri sendiri, sadari bahwa waktu berputar, jangan sampai melakukan aktifitas tertentu tanpa menyadari pada usia berapa kita melakukan aktifitas tersebut. Kadang dijumpai seorang kakek yang sakit punggung karena mengangkat botol air minum 1 Galon yang berdampak harus istirahat total di tempat tidur. Inilah yang menyebabkan harus berbaring terus di tempat tidur (imobilisasi) yang meningkatkan risiko infeksi pneumonia.
 
Karena faktor usia, kekebalan tubuh orangtua menurun. Apakah ada pantangan makan makanan tertentu agar tidak mudah terkena infeksi ?
 
Hindari makan makanan yang diproses secara tidak higienis atau makanan yang sering dipanaskan sebelum dikonsumsi. Makanan segar dan tak berpengawet sangat dianjurkan. Hindari pula makan makanan yang terlalu banyak bumbu (baik pedas, asin ataupun asam), mengingat pencernaan lansia juga lebih sensitif.
 
Apakah ada cara medis yang membuat orangtua tetap gesit meskipun usianya sudah kategori manula ? Misal dengan suntikan hormone tertentu.
 
Pemberian suntikan hormon, misalnya testosteron bagi lansia laki-laki, memang dapat memberikan respons yang baik. Namun demikian, risiko pemberian hormon tersebut juga perlu dicermati. Tidak jarang justru terjadi efek samping yang tidak diinginkan. Komunikasikan pada dokter keluarga untuk pemberian 'hormon replacement therapy' ini.
 
Mohon tips agar sehat ketika memasuki usia lanjut. 
 
- Upayakan makan dan minum secara teratur, seringkali seorang lansia kekurangan rangsang haus dan laparnya. Artinya meskipun kekurangan cairan tidak terasa haus, demikian pula dengan rasa lapar. Kekurangan zat gizi utama (karbohidrat, protein dan lemak) apalagi disertai vitamin dan mineral akan meningkatkan risiko kurang gizi pada lansia yang berakibat fatal.
 
- Istirahat cukup, misalnya 6 jam di malam hari dan 2 jam di siang hari. Seringkali waktu tidur lansia tidak sepanjang usia muda, namun demikian mereka lebih mudah merasa letih. Pengaturan jadwal istirahat yang tepat akan membantu pemulihan tubuhnya.
 
- Aktiflah sesuai kemampuan optimalnya. Orang tua tidak selalu identik dengan orang yang selalu duduk di kursi; melatih otot tungkai dengan berjalan kaki sangat dianjurkan. Hindari naik turun tangga dan berlari, karena akan membebani persendian.
 
- Lakukan medical check up secara berkala, hal tersebut sangat bermanfaat dalam menapis berbagai penyakit yang membahayakan. Pemeriksaan komponen darah, fungsi hati, ginjal dan profil lemak setiap tahun sekali, disertai pemeriksaan rontgen dada dan EKG sangatlah dianjurkan.
 
- Apabila mengidap berbagai penyakit, komunikasikan dengan dokter saat yang tepat mengkonsumsi obatnya. Hindari minum obat berulang karena lupa, bantulah orang tua kita dalam menyusun obat rutinnya. (*)

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong