Logo Saibumi

Model Bisnis Jadi Tantangan Terbesar Industri Media

Model Bisnis Jadi Tantangan Terbesar Industri Media

Foto : Ilustrasi ( freepik )

Saibumi.com, Teknologi - Perkembangan teknologi, terutama digital, yang begitu cepat turut mengubah industri media. Internet makin “menyingkirkan” keberadaan surat kabar dalam lembaran-lembaran kertas. Media online tumbuh bak jamur di musim penghujan. Informasi yang disampaikannya lebih cepat tersebar dan secara massif diterima pembaca.

Namun di tengah pertumbuhan pesat tersebut, kata Wakil Direktur Media Development Investment Fund (MDIF), Mohamed Nanabhay, industri media sedang mengalami tantangan signifikan. “Tantangan terbesar adalah model bisnis dan tantangan ekonomi,” kata Nanabhay dalam Asia Pacific Media Forum (APMF) 2018 di Nusa Dua Convention Center seperti dilansir dari katadata.co.id

Menurut dia, model bisnis media yang bisa diterapkan sangat banyak. Misalnya, memproduksi konten untuk dikonsumsi langsung oleh pengguna, menawarkan artikel berbayar (subscription), dan penggalangan dana atau crowdfund. Pilihan lainnya juga bisa menjajakan produk secara langsung tanpa melalui media iklan.

Di antara banyak pilihan model bisnis media tersebut, Nanabhay menekankan bahwa yang utama adalah bisa menjual keahlian media tersebut. Sebagai contoh yaitu menjajakan ide yang bisa menginspirasi orang untuk bertindak. Di sinilah terbuka jalan untuk berhasil. “Media yang sukses adalah media yang betul-betul memikirkan bisnis model mereka,” ujarnya.

Dengan menjadi media yang sukses, peran media sebagai penyeimbang informasi atas hegemoni saluran berita oleh kekuasaan bisa berjalan dengan baik. Media yang kuat dan independen akan dapat diandalkan saat terjadi pengawasan dan kontrol oleh pemerintah secara berlebihan.

Namun, media yang kuat dan independen juga bisa menjadi penyaring atas informasi yang begitu banyak bertebaran berupa berita bohong atau informasi palsu. Melalui keterbukaan internet, kerap terjadi penyalahgunaan melalui disinformasi, misinformasi, dan propaganda segelintir orang untuk mengontrol dan menghambat perubahan sosial. “Kecenderungan ini meningkat di berbagai belahan dunia,” kata Nanabhay.

Tujuan membangun media seperti itu yang menjadi komitmen MDIF untuk bekerja sama dengan media di berbagai belahan dunia. Dukungan pendanaan disalurkan melalui Emerging Media Opportunity Fund I, L.P. (EMOF). Hingga kini, MDIF, sebuah lembaga nirlaba yang berkantor pusat di New York, Amerika Serikat setidaknya telah menyalurkan US$ 163 juta untuk membantu pendanaan sekitar 100 media independen di 39 negara.

Kepada para peserta forum APMF, Nanabhay menyodorkan salah satu model dalam pengembangan bisnis media. Produk yang dikeluarkannya sudah mencakup advertising, subscription, ataupun layanan lainnya yang dipikirkan secara matang.

“Dari bisnis seperti ini, harus mendiversifikasi sumberdaya. Jangan cuma mengandalkan satu saja,” ujarnya. “Jadi, harus memikirkan betul bisnis model kita. Dengan dukungan konten yang berkualitas, bisnis ini bisa berkelanjutan.” (katadata.co.id)

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong