Logo Saibumi

Sidang Kasus Suap Bupati Lamsel Nonaktif, JPU KPK Cecar Nanang

Sidang Kasus Suap Bupati Lamsel Nonaktif, JPU KPK Cecar Nanang

Plt. Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto (batik/paling kanan) saat menghadiri sidang, Kamis, 24 Januari 2019 | Foto: Obbie Fernando/Saibumi.com

Saibumi.com, Bandar Lampung - Sidang lanjutan kasus suap Bupati Lampung Selatan nonaktif Zainudin Hasan dengan terdakwa Agus Bakti Nugroho (Agus BN) dan Anjar Asmara, kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Tanjung Karang, Bandar Lampung, Kamis, 24 Januari 2019.

Agenda sidang kali ini mendengarkan keterangan saksi. Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membeberkan jumlah uang yang masuk ke kantong Plt. Bupati Lampung Selatan (Lamsel) Nanang Ermanto, saat menjabat wakil bupati setempat.

Pada sidang kali ini, JPU KPK menghadirkan tujuh orang saksi yakni Plt. Bupati Lamsel Nanang Ermanto, Ketua DPRD Lamsel Hendri Rosadi, Kadis Pendidikan Lamsel Thomas Americo, Ketua Basnas Lamsel Ahmad Burhanudin, Sekdakab Lamsel Fredy, montir pribadi bupati Lamsel Farhan Rahmudi dan Kabag Pelayanan Barang dan Jasa Tirta.

JPU KPK Ali Fikri menanyakan tugas Nanang saat menjadi wakil bupati Lamsel. Nanang menuturkan bahwa dirinya hanya bertugas mengawasi aparatur sipil negara (ASN) di kabupaten tersebut.

"Saya tugasnya sebagai pengawasan ASN. Saya tidak tahu tentang proyek itu," ujarnya.

Semakin meruncing, JPU KPK mencecar Nanang terkait aliran dana yang diduga fee proyek dari para rekanan, yang mendapatkan proyek di Dinas PUPR Lamsel.

"Lalu, yang Rp26 milar untuk kepentingan anda itu uang apa," tukas JPU.

Namun Nanang kembali mengelak. Dia mengaku tidak ingat terkait uang tersebut.

"Saya lupa, mungkin ada tapi saya lupa," kilah Nanang.

JPU KPK lalu menjelaskan secara rinci aliran dana yang masuk kepada Nanang.

"Kalau anda lupa, saya bantu ingatkan. Di tahun 2017 anda menerima uang yang totalnya mencapai Rp510 juta. Di tahun 2018 anda terima totalnya Rp450 juta. Kalau dijumlahkan tahun 2017 dan 2018 itu totalnya Rp960 juta. Itu sumbernya dari Agus BN, Hermansyah Hamidi dan Anjar Asmara," urainya.

"Lalu, anda baru mengembalikan Rp480 juta. Berarti anda masih punya hutang Rp480 juta lagi ke KPK. Kapan mau mengembalikan," tambah JPU.

Nanang mengatakan jika sebagian uang tersebut sudah diambil KPK saat melakukan penggeledahan di rumahnya.

"Uangnya diambil (KPK) waktu penggeledahan," ujar Nanang.

"Uang sendiri kok diambil KPK," kata JPU sembari tersenyum. (SB-06)

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong