Logo Saibumi

Kasus Pelecehan Mahasiswi UIN RIL, Granat Lampung Siap Dampingi Korban

Kasus Pelecehan Mahasiswi UIN RIL, Granat Lampung Siap Dampingi Korban

Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Lampung menggelar konferensi pers di RM Begadang Resto, Bandar Lampung, Rabu, 23 Januari 2019 | Foto: Obbie Fernando/Saibumi.com

Saibumi.com, Bandar Lampung - Terkait peristiwa dugaan pelecehan seksual mahasiswi di Universitas Negeri Islam Raden Intan Lampung (UIN RIL) yang sedang viral, Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Lampung menyoroti serius hal tersebut.

Ketua DPD Granat Lampung, Tony Eka Candra, merasa prihatin dengan kasus pelecehan seksual itu. Apalagi kejadian tersebut diduga dilakukan oleh oknum dosen kampus berbasis Islam terbesar di Lampung.

BACA JUGA: Tiga Pencuri Ponsel Di Kantor Panwaslu Metro Pusat Diamankan

"Dalam hal ini Granat siap memberikan perlindungan hukum terhadap korban. Selain itu, Granat juga siap memberikan dukungan pendampingan psikososial melalui terapi dan konseling, untuk memulihkan kondisi psikologis korban," ujarnya, saat konferensi pers di Rumah Makan Begadang Resto, Bandar Lampung, Rabu, 23 Januari 2019.

Sementara Ketua Tim Advokasi Granat Lampung sekaligus Ketua DPC Granat Kota Bandar Lampung, Gindha Ansori Wayka, mengatakan pihaknya siap memberikan perlindungan hukum bagi siapapun korban, yang merasa mengalami kasus serupa.

"Granat menilai kasus pelecehan seksual adalah kasus luar biasa dan telah beredar di media, sehingga diperlukan penanganan dan pengawasan yang luar biasa. Granat siap memberikan perlindungan hukum dan psikologis kepada mahasiswi yang saat ini menjalani proses hukum di Polda Lampung," jelas dia.

Tidak hanya itu, Granat juga mendesak kasus tersebut dapat diusut secara tuntas oleh penegak hukum seperti Polda Lampung, agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

"Ini penting menempatkan kesetaraan dan kesamaan dalam hukum, yang lebih dikenal dengan asas hukum Equality Before The Law (setiap orang sama kedudukannya di depan hukum) sehingga proses pengungkapan dugaan ini tidak akan bisa dihambat dan dintervensi oleh siapapun," tegas Ansori.

Berkaitan dengan implementasi asas Equality Before The Law ini, lanjut dia, hendaknya Subdirektorat IV Kekerasan Anak dan Wanita Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Lampung, yang menangani Laporan dugaan pelecehan mahasiswa ini, segera melakukan langkah-langkah efektif dan upaya paksa terhadap oknum dosen tersebut.

"Sebagaimana mengacu pada Undang-Undang No 8 Tahun 1981 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) dan Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 14 Tahun 2012 tentang Manajemen Penyidikan Tindak Pidana," terang Ansori. (SB-06)

BACA JUGA: Hakim Digerebek Mabuk dengan Dua Wanita Belum Ngantor, Ini Alasannya

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong