Logo Saibumi

Lagi, Korban Gempa Lombok Tagih Janji Jokowi

Lagi, Korban Gempa Lombok Tagih Janji Jokowi

Kondisi rumah korban gempa di Lombok beberapa waktu lalu. Foto: Istimewa

Saibumi.com, Lampung - Gempa berkekuatan 7.0 Skala Ritcher mengguncang wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu, 5 Agustus 2018. Gempa dirasakan sekira pukul 18:46:35 WIB.

Lima bulan berlalu, korban gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat, menagih realisasi janji bantuan pemerintahan Jokowi seperti yang tertuang dalam Instruksi Presiden Republik Indonesia (Inpres RI) Nomor 5/2018 tentang Percepatan Rehabilitasi Dan Rekonstruksi Pasca Bencana Gempa Bumi Lombok.

"Kami butuh bukti, bukan janji," kata Kepala Desa (Kades) Jeringo, Sahril, ketika ditemui dirumahnya, Kabupaten Lombok Barat, dilansir CNN Indonesia, Jumat, 11 Januari 2019.

Sahril yang mewakili aspirasi warganya tidak mau dijadikan ajang politik oleh pemerintah pusat. Dia tidak mengharapkan, ketika mendekati Pemilihan Presiden (Pilpres), pemerintah pusat baru merealisasikan bantuan.

Dia berharap pemerintah pusat segera merealisasikan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat (korban gempa) sesuai dengan Inpres Nomor 5/2018 tersebut dan Peraturan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Nomor 2/2018 tentang penggunaan dana siap pakai (DSP).

Dalam dua aturan dasar tersebut, dijelaskan besar dana bantuan yang diterima masyarakat korban gempa, antara lain Rp50 juta untuk kategori rusak berat, Rp25 juta untuk kategori rusak sedang dan Rp10 juta untuk kategori rusak ringan.

Untuk Desa Jeringo yang didiami oleh 2.734 jiwa dengan 822 kepala keluarga yang terdampak gempa dengan kategori berat sebanyak 93 persen.

Mereka pernah mendapatkan bantuan dari Menteri Keuangan (Menkeu) RI sebesar Rp1 miliar yang diterima langsung oleh Kades yang kemudian didistribusikan kepada semua warga, masing-masing warga mendapatkan Rp384 ribu.

Ia menambahkan, mestinya sekarang ini dalam kurun waktu 2019 sudah tertangani, tapi sampai sekarang baru 18 kepala keluarga yang mendapatkan bantuan yang dijanjikan oleh pemerintah berupa rumah instan konvensional (riko).

Ia berharap agar kepala BNPB pusat yang baru segera melakukan evaluasi kebijakan pimpinan sebelumnya, membuat regulasi yang mempermudah masyarakat (korban gempa) mendapatkan hak-haknya dan merealisasikan janji-janji sebelumnya.

Mustinah, warga desa Gelangsar berharap agar segera mendapatkan bantuan dari pemerintah baik berupa rumah maupun uang. Ia mengaku belum mendapatkan bantuan berupa apapun dari pemerintah.

Senada dengan itu Tohri, warga dusun Gelangsar juga berharap segera mendapatkan bantuan yang dijanjikan sebagaimana beberapa warga desa Jeringo.

Semua warga pada saat ini sudah kembali dari pengungsian dan tinggal di rumah yang mereka bangun sendiri secara swadaya, dari puing-puing rumah mereka yang telah hancur oleh gempa.

Tantang Presiden

Sebelumnya, Kepala Desa Jeringo, Lombok Barat, Sahril menggunakan media sosial (medsos) untuk menceritakan kondisi terparah desanya akibat gempa.

Sahril menantang bupati, gubernur, presiden, wakil presiden, dan berbagai pihak lainnya untuk secepatnya mendatangi desanya. Soalnya mereka dinilai hanya berjanji, tapi tidak pernah datang.

"Saya menantang karena semua tidak pernah mendatangi padahal desa kami yang terparah, tidak pernah ditanyakan, sudah 3 menteri janji mau datang, tapi tidak pernah datang. Ini ada apa," katanya, Sabtu, 25 Agustus 2018, dilansir Kompas.

Menurut Sahril, dia siap adu argumen.

"Dari mulai bupati, gubernur, bahkan kabinetnya bapak, saya selaku kepala desa Jeringo menantang bapak-bapak presiden, gubernur, dan kabinetnya semua untuk adu argumen, biar tahu bagaimana penderitaan masyarakat, saya siap bertanggung jawab atas pernyataan ini, kalau bapak keberatan," ujar dia.

Terkait dengan itu, warganet memberikan tanggapan.

Atoy Tharyasa: Kami juga yg di desa dasan bagik khususnya di kampung gubuk rempung sudah 5 hari pasca gempa minggu mlm kemarin yg berkekuatan 7,0 SR. blm juga di kunjungi oleh aparat kpolisian juga dari TNI ataupun pihak2 lain. (Mngkin mreka sibuk di tmpat lain yg lebih parah).

femya andini: Janji tinggal janji,rakyat menderita ditinggal pergi, sedih(*/SB-01)

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong