Logo Saibumi

Modus Minta Diantarkan, Begal Ancam Korban Pakai Obeng

Modus Minta Diantarkan, Begal Ancam Korban Pakai Obeng

Tersangka Feri Andi Purnama (28) di Mapolresta Bandar Lampung, Kamis, 10 Januari 2019 | Foto: Obbie Fernando/Saibumi.com

Saibumi.com, Bandar Lampung - Mengancam korbannya dengan obeng setelah berpura-pura minta diantarkan ke Stasiun Kereta Api Tanjung Karang, pelaku begal merampas dan membawa kabur motor.

Akhirnya, pengangguran bernama Feri Andi Purnama (28), warga Kelurahan Gunung Sari, Tanjung Karang Pusat ditangkap anggota Tekab 308 Satreskrim Polresta Bandar Lampung.

Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Roseff Efendi mengatakan, penangkapan tersangkaberdasarkan laporan korban bernama Mardiyono, warga Kelurahan Kedamaian.

"Penangkapan tersangka ini setelah melalui proses penyelidikan selama dua hari. Dari beberapa informasi yang kita himpun, didapatlah tersangka ini," katanya, di Mapolresta Bandar Lampung, Kamis, 10 Januari 2019.

Dijelaskan, awal kejadian pada Selasa, 1 Januari 2019 sekira pukul 02.30 WIB. Pelaku yang sedang berada di Lapangan Saburai, Enggal, memaksa Mardiyono untuk mengantarkannya ke Stasiun Kereta Api Tanjung Karang.

"Sesampainya di tempat gelap, pelaku menodongkan sebuah obeng. Saat korban melawan, pelaku berusaha menusuk dengan obeng itu. Pelaku lalu merampas motor korban dan membawa kabur," terang Roseff.

Merasa terancam, korban terpaksa melapaskan motor miliknya dan langsung melapor ke Polresta Bandar Lampung. Mendapat laporan tersebut, anggota Satreskrim langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku.

"Pada Rabu, 2 Januari 2019, anggota melihat pelaku sebagaimana ciri-ciri yang disampaikan oleh korban, sedang berada di Kelurahan Gunung Sari. Di situlah anggota kita melakukan penangkapan," ungkap Roseff.

Dari hasil pengembangan dan penyelidikan, pelaku diduga telah lebih dari lima kali melakukan aksi dengan modus serupa.

Berdasarkan pengakuan tersangka Feri, perbuatan ini dilakukannya karena pengaruh minuman keras. Motor hasil begal tersebut dijual Rp 1,5 juta dan uangnya dibelikan handphone.

"Gegara minum Vigour campur bir di Saburai. Motornya dijual sama teman saya, uangnya buat beli Hp. Kapok saya sekarang," ujarnya.

Saat ini, Satreskrim Polresta Bandar Lampung masih mencari keberadaan rekan tersangka berinisial RG, yang menjualkan motor korban.

Akibat dari perbuatannya, tersangka diganjar Pasal 365 KUHP tentang pencurian dan kekerasan dengan ancaman pidana paling lama 12 tahun penjara.(SB-06)

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong