Logo Saibumi

Sopir Angkot Divonis 8,3 Tahun Penjara karena Setubuhi ABG

Sopir Angkot Divonis 8,3 Tahun Penjara karena Setubuhi ABG

Terdakwa Agustia (rompi merah) saat akan dibawa ke ruang tahanan Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjung Karang, Bandar Lampung, Rabu, 9 Januari 2019 | Foto: Obbie Fernando/Saibumi.com

Saibumi.com, Bandar Lampung - Seorang sopir angkutan kota (Angkot) di Bandar Lampung divonis delapan tahun tiga bulan penjara, karena menyetubuhi anak baru gede (ABG). 

Agustia (20) warga Jalan Wolter Monginsidi, Lk II, RT 001, Kelurahan Kupang Kota, Kecamatan Teluk Betung Utara terbukti mencabuli anak di bawah umur berinisial HS (15).

Majelis Hakim yang diketuai Jhoni Butar Butar memutuskan bahwa terdakwa telah terbukti secara sah dan bersalah atas Pasal 82 ayat (1) Jo Pasal 76 Huruf E Undang-undang RI Nomor 17 Tahun 2016, tentang pengganti PP Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Pengganti Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

"Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa Agustia selama delapan tahun tiga bulan dan denda pidana sebesar Rp60 juta subsidair tiga bulan kurungan," ujar Jhoni, dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tanjung Karang, Bandar Lampung, Rabu, 9 Januari 2019.

Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Sebelumnya, JPU Oktavia Mustika menuntut terdakwa selama selama 12 tahun penjara dengan denda pidana sebesar Rp60 juta subsidair 3 bulan kurungan.

Diketahui perbuatan tersebut berawal saat HS berkenalan dengan terdakwa melalui sosial media facebook, yang berlanjut dengan berbalas chatting. Kemudian pada Sabtu, 21 Juli 2018, malam, terdakwa mengajak ABG itu pergi bersamanya.

Keesokan harinya pada pukul 13.00 WIB, terdakwa menjemput HS untuk diajak ke rumahnya. Pada pukul 16.30 WIB, HS meminta untuk diantarkan pulang oleh terdakwa, namun terdakwa beralasan kalau motor miliknya sedang digunakan kakaknya.

Pada pukul 21.30 WIB, terdakwa menyuruh HS untuk tidur di kamar dan akhirnya HS tertidur. Ketika HS terbangun, pakaian yang dikenakannya sudah dilucuti terdakwa. Di situlah pencabulan terdakwa dilakukan.

Usai perbuatan bejat itu, HS bertanya kepada terdakwa 'Kalau gua hamil gimana?' dan terdakwa menjawab 'Kalau sampe lo hamil, gua bakal tanggung jawab'.

Kesokan harinya sekira pukul 09.00 WIB, terdakwa baru mengantarkan HS pulang dengan menggunakan angkutan kota (Angkot).

Sesampainya dirumah, HS ditanya oleh orang tuanya karena pada malam hari Ia tidak pulang ke rumah. Disitulah HS menceritakan perbuatan terdakwa kepada orang tuanya dan melaporkannya ke polisi.

Berdasarkan hasil visum RSUD Abdul Moeloek disimpulkan bahwa, ditemukan selaput dara utuh kesan elastis. (SB-06)

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong