Logo Saibumi

Selain Foto Seksi, Polwan Makassar Kirim Video Mesum ke Napi Lampung

Selain Foto Seksi, Polwan Makassar Kirim Video Mesum ke Napi Lampung

Foto: Ilustrasi/Istimewa

Saibumi.com, Lampung - Oknum polisi wanita (Polwan) di Polrestabes Makassar, Sulawesi Selatan (Sulses) Brigadir Polisi (Brigpol) Dewi dipecat karena perbuatan asusila.

Salah satunya, Dewi mengirim foto seksinya ke narapidana di Lapas Way Gelang, Kota Agung, Lampung, belakangan diketahui bernama Alfiansyah, yang dihukum karena membunuh dilatarbelakangi hubungan sejenis (pria dengan pria).

Saat itu Alfiansyah menganiaya korbannya berinisial BM, di Dusun Tegal Sari, Pekon Kutodalom, Kecamatan Gisting, pada awal November 2014.

Ternyata, selain mengirim foto selfie (swafoto) seksi dirinya, Dewi juga mengirimkan video mesum.

Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan (Kabid Propam) Polda Sulawesi Selatan (Sulsel), Kombes Hotman Sirait, menyebut awalnya Dewi melaporkan akun media sosial Facebook miliknya diretas.

Namun saat dicek, kenyataannya berbanding terbalik dengan pengakuan Dewi.

"Ternyata bukan di-hack, tapi kesadaran Dewi sendiri memberikan kepada pria itu," kata Hotman, dilansir dari Detik pada Minggu, 6 Januari 2019.

Pria yang dimaksud Hotman adalah seorang napi di Lampung, yang dikenal Dewi di Facebook.

Napi itu mengaku sebagai seorang polisi berpangkat kompol, padahal nyatanya pria itu seorang napi kasus pembunuhan dan sedang menjalani hukuman di dalam penjara.

"Apa saja yang dibahas yaitu chatting porno dan termasuk video porno berdurasi 11 menit berbugil," kata Hotman, mengenai isi dari akun Facebook Dewi tersebut.

Setelah itu, Hotman mengecek sosok di dalam video bugil itu kepada dua polwan rekan Dewi. Kedua polwan itu membenarkan sosok di dalam video itu adalah Dewi.

"Dia (Dewi) juga akhirnya mengakui hal itu dengan mengatakan, betul pak itu video saya," jelas Hotman, yang juga mengaku sebagai ketua dewan etik yang memeriksa Dewi dalam urusan ini.

Persoalan Dewi sebelumnya terungkap setelah swafoto seksinya tersebar di media sosial. Polisi menelusurinya hingga diketahui foto itu disebarkan napi pembunuhan di Lampung tersebut. Dewi pun disidang etik hingga akhirnya diberhentikan.

Sedangkan urusan napi yang bisa bermain media sosial itu, saat ini sedang dicek Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen Pas).

Sebab, menurut Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Kabag Humas) Ditjen Pas Ade Kusmanto, seorang napi dilarang memiliki, membawa, dan menggunakan alat komunikasi atau elektronik, seperti telepon seluler (ponsel), karena termasuk pelanggaran berat.  (*/SB-01)

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong