Logo Saibumi

Untuk Apa Saja Modal Awal Startup Digital Digunakan?
Bisnis Startup

Untuk Apa Saja Modal Awal Startup Digital Digunakan?

Foto : Ilustrasi

Saibumi.com-Teknologi, Memulai sebuah perusahaan rintisan di bidang digital tidak memiliki rumus baku harus seperti apa dan berapa modal dibutuhkan. Akan tetapi, menurut CMO perusahaan investasi GDP Venture Danny Wirianto dan rekannya Antonny Liem dari Merah Cipta Media, rata-rata sebuah startup digital memulai usahanya di angka Rp 1,5 miliar sampai Rp 2,5 miliar, dengan berbagai fasilitas seperti teknologi, SDM, sampai bisa menyewa ruang kerja.

Lalu ke mana lagi uang sebesar itu untuk perusahaan startup digital yang sekarang sedang booming tersebut? Antonny mengatakan bahwa angka itu sebenarnya tidak baku-baku amat. Andai seseorang berniat memulai perusahaan digital, modal utamanya adalah dengkul.

“Modal dengkul itu tanpa modal memang. Tapi, tetap harus ada rekan lain untuk memulai. Misalnya, ia punya teman programmer untuk coding digital dan seorang lagi untuk manajemen atau pun marketing. Bertiga saja sudah cukup untuk memulai,” ujar pria berkacamata tersebut seperti dilansir marketeers.com

Modal tersebut biasanya didapat setelah startup mengajukan proposal kepada perusahaan investasi atau investor. Jika investor ini menyukai visi dan misi si perusahaan, dana pun mengucur. Dari sinilah, alokasi dimulai. Menurut Antonny, rata-rata sumber daya manusia jadi salah satu prioritas. Merekrut talenta dari berbagai bidang dilakukan, terutama dari sisi teknologi. Selain itu talenta untuk memarketingkan produk startup juga dibutuhkan.

Kemudian biasanya startup akan berpikir untuk memiliki ruang lebih besar untuk operasional pegawai-pegawainya. Biaya sewa untuk ruang atau perkantoran kembali dikucurkan di sini. “Walau pun tidak harus menyewa ruang berstandar perkantoran juga tidak apa-apa. Misal mereka punya ruang seperti rumah untuk dijadikan kantor juga bisa untuk awal-awal,” sambung Antonny.

Setelah itu faktor teknologi. Seperti yang diutarakan Antonny sebelumnya, membuat teknologi seperti coding misalnya untuk membangun aplikasi tidak butuh dana selain keahlian para programmer. Namun coding-coding itu pada akhirnya akan disimpan di platform penyimpanan cloud. Di sini butuh dana karena untuk memiliki kapasitas penyimpanan tersebut harus menyewa dari perusahaan penyedia cloud.

“Pada awalnya memang startup tidak akan membutuhkan banyak space penyimpanan ketika memulai. Kapasitas akan mulai membesar ketika startup ini punya user. Kalau misal user-nya masih di kisaran 10.000 sampai 50.000, itu masih kecil, sehingga kapasitas cloud dibutuhkan pun belum besar-besar amat. Baru setelah misal ada user sebesar, katakanlah satu juta, kapasitas super besar dibutuhkan utnuk mengakomodasi data dan kegiatan para user,” sambung Antonny lagi.

Tapi andai startup hanya punya user sekitar 50.000 pun, kapasitas penyimpanan akan memakan cukup beesar jika ternyata user-user ini sangat aktif menggunakan produk-produk atau layanan si startup. Artinya semakin banyak dan semakin aktif user, kapasitas cloud perlu ditambah lagi dan lagi, di mana tentu saja fulus berbicara.

Jika kemudian startup berkembang terus, maka tidak heran dana dibutuhkan akan lebih besar. Dana itu tidak melulu harus dikucurkan terus dari investor. Startup yang sudah punya mekanisme dan skema bisnis sehingga bisa menghasilkan pendapatan sendiri akan jauh lebih baik, walau pada langkah awal tetap dana investor dibutuhkan karena untuk ekspansi teknologi, marketing, dan tetek bengek lainnya akan membutuhkan biaya besar. Pendapatan di awal-awal biasanya tidak cukup kuat untuk memenuhi kebutuhan itu.

“Kalau misal startup itu butuh fitur lain di aplikasi mereka, tapi hanya sebagai pelengkap, teknologi perusahaan lain yang akan digunakan. Daripada membangun teknologi itu sendiri yang mahal, lagi pula itu bukan bisnis inti mereka. Seperti begini, di aplikasi mereka butuh fitur chat, startup akan mencarinya dari pengembang lain. Misal kalau butuh sistem pembayaran, tidak akan bangun sendiri, tapi menggunakannya dari third party. Itu pasti butuh dana. Jadi, partnership juga perlu dana,” tutup Antonny. (marketeers)

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong