Logo Saibumi

Jokowi Batal Naikkan Harga Rokok Tahun Depan, Cukai Alkohol Naik

Jokowi Batal Naikkan Harga Rokok Tahun Depan, Cukai Alkohol Naik

(Foto: Ilustrasi/Istimewa)

Saibumi.com, Lampung - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan untuk tidak menaikkan tarif cukai hasil tembakau (CHT) tahun depan.

Keputusan tersebut diinstruksikan Jokowi kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam rapat terbatas yang digelar di Istana Bogor, awal November 2018 lalu.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati secara resmi meneken aturan baru tarif cukai hasil tembakau (CHT) yang berlaku efektif mulai awal tahun depan.

Aturan tersebut yaitu Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 156/PMK.010/2018 tentang perubahan atas PMK 146/PMK.010/2017 tentang tarif cukai hasil tembakau.

Dikutip dari laman resmi Kementerian Keuangan, Jumat, 14 Desember 2018, aturan lama dianggap perlu diubah dan disesuaikan dengan perkembangan dan kebutuhan hukum di bidang tarif CHT.

Dalam beleid aturan tersebut, disebutkan bahwa pita cukai yang telah dipesan sampai dengan tanggal 31 Desember 2018 dapat dilekatkan paling lambat tanggal 1 Februari 2019.

Adapun penetapan tarif cukai pada pada tahun depan, tetap berdasarkan PMK 146/2017. Artinya, tidak ada kenaikan tarif cukai seperti yang dalam beberapa tahun terakhir sudah dilakukan.

"Peraturan menteri ini mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2019," demikian bunyi pasal II ayat 2 beleid aturan tersebut, dilansir CNBC Indonesia, Jumat, 14 Desember 2018.

Aturan tersebut diteken bendahara negara pada tanggal 12 Desember 2018 lalu, dan telah diundangkan pada tanggal yang sama.

Berikut rincian harga jual tembakau lainnya dan tarif cukai hasil pengolahan tembakau lainnya:

Cukai Alkohol Naik

Meskipun demikian, bendahara negara justru menaikkan tarif cukai cukai minuman yang mengandung etil alkohol (MMEA) untuk kadar etil alkohol 5% sampai 20%.

Keputusan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 158/PMK.10/2018 tentang tarif cukai etil alkohol, minuman yang mengandung etil alkohol, dan konsentrat yang mengandung etil alkohol.

Dalam beleid aturan tersebut disebutkan, tarif cukai yang dikenakan dapat berasal dari produksi dalam negeri atau berasal dari luar negeri atau impor, sesuai dalam pasal 3 aturan ini.

Dalam PMK 62/2010, tarif cukai MMEA untuk kadar etil alkhohol 5% mencapai Rp 11.000 per liter untuk produksi dalam negeri dan impor. Di aturan baru, tarif keduanya naik masing-masing menjadi Rp 15.000 per liter.

Adapun untuk tarif cukai MMEA untuk kadar etil alkohol 5% sampai 20%, di aturan yang lama sebesar Rp 40.000 per liter untuk produksi dalam negeri dan impor.

Dalam aturan baru, tarif untuk produksi dalam negeri diturunkan menjadi Rp 33.000 per liter, sementara untuk yang impor naik menjadi Rp 44.000 per liter.

Sedangkan tarif cukai MMEA untuk kadar etil allkohol 20% lebih di aturan yang lama hanya Rp 75.000 per liter untuk produksi dalam negeri, dan Rp 130.000 untuk impor.

Dalam aturan baru, tarif untuk produksi dalam negeri naik menjadi Rp 80.000 per liter. Sementara itu, tarif MMEA kadar etil alkohol 20% pun dinaikkan menjadi Rp 139.000 per liter.

Ketentuan mengenai tarif cukai EA, MMEA, dan KMEA mulai berlaku efektif pada 1 Januari 2019. Adapun peraturan ini berlaku sejak tanggal diundangkan pada 13 Desember 2018. (*/SB-01)

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong