Logo Saibumi

Sepuluh Hari Menjadi Murid Dahlan Iskan

Sepuluh Hari Menjadi Murid Dahlan Iskan

Oleh: Wirahadikusumah*

Saya kadung janji dengan beberapa teman akan menceritakan pengalaman sepuluh hari menjadi murid Dahlan Iskan.

Ya, sejak mem-posting tulisan berjudul ”Bohongi Dahlan Iskan, Demi Ikut Pelatihan” beberapa teman saya meminta melanjutkan tulisan tersebut mengenai pengalaman menjadi murid mantan Meneg BUMN di era Presiden SBY tersebut.

Karenanya, dalam beberapa hari ke depan, saya akan menuliskan pengalaman mengenai yang diajarkan dalam pelatihan tersebut. Mulai dari hari pertama. Kedua, ketiga, hingga kesepuluh.

Selain dari yang diingat, bahan penulisan diambil dari resume selama pelatihan. Alhamdulillah resume pelatihan berhasil didapatkan kembali setelah sebelumnya file-nya hilang dari laptop saya.

Reviandi, Pemimpin Redaksi Posmetro Padang, kawan saat pelatihan yang mengirimkan kembali resume tersebut melalui email untuk membantu saya menepati janji.

Namun, yang akan ditulis hanya poin-poin penting saja. Yakni, yang menurut saya masih relevan dan dibutuhkan di zaman digital ini.

HARI PERTAMA

Jadi Pemimpin Jangan Sok Kuasa!

Ada beberapa yang dibahas pada hari pertama pelatihan. Menurut saya, paling menarik untuk diceritakan adalah petuah Pak Dahlan Iskan (DIS) terkait kepemimpinan.

Saat itu, peserta pelatihan diwejangi nasehat bagaimana menjadi seorang pemimpin yang baik.

Pak DIS mengatakan, seorang pemimpin perlu memberikan penghargaan bagi karyawannya. Bahkan untuk pengakuan kesalahan atau kegagalan yang dilakukan karyawan.

"Jadi pemimpin jangan sok kuasa! Itu sangat bahaya,” pesannya.

Menurutnya, iklim keterbukaan mengatakan apa adanya. Akan terbentuk kalau pimpinannya tidak bergaya sok kuasa dan sok atasan, serta mau membiasakan mendengar apa kata bawahan.

”Pemimpin harus mau mendengarkan!” pesannya lagi.

Kalau ini dijalankan, kata dia, tidak hanya pekerjaan saja yang sukses, manfaatnya akan jauh daripada itu. Sikap tersebut akan terbawa dalam rumah tangga dan masyarakat.

"Ini akan jadi modal luar biasa bagi kehidupan Anda,” yakinnya kepada peserta pelatihan kala itu.

Petuah tersebut memang manjur. Saya pernah menerapkannya saat menjadi Pemimpin Redaksi (Pemred) Radar Lampung sejak 2 Februari 2016 hingga mengundurkan diri pada 17 Juli 2018.

Selama menjadi Pemred, saya berusaha sekali tidak memosisikan diri sebagai "I am the boss".

Itu memang harus dilakukan. Sebab, banyak kawan-kawan di redaksi Radar Lampung saat itu usianya di atas saya. Bahkan lebih senior mereka di redaksi.

Kala itu saya menerapkan manajemen partisifatif. Dengan manajemen ini, semua terlibat untuk pencapaian tujuan. Dengan ini juga, sistem bisa berjalan.

Komunikasi antar lini juga tidak tersumbat. Saya berusaha menciptakan bagaimana tidak ada ketakutan ketika reporter ingin menyampaikan maksudnya kepada redaktur, bahkan pemred sekalipun. Karena jika itu ada, bakal mematikan kreatifitasnya.

Sementara, reporter dituntut kreatif di lapangan. Tidak sekadar menunggu peristiwa untuk dilaporkan menjadi berita.

Alhamdulillah banyak pekerjaan berat dahulu yang bisa terselesaikan oleh kami. Seperti menerbitkan koran setebal 212 halaman pada 2017 dan 360 halaman di 2018.

Semuanya itu berkat kerja tim. Semua orang tidak bisa mengklaim "itu kerja saya" atau "itu prestasi saya".

Kala itu juga, Alhamdulillah kami bisa mengembalikan "mahkota" Radar Lampung yang sempat hilang bertahun-tahun.

Yakni, sebagai koran dengan desain perwajahan terbaik Se-Sumatera di tahun 2017 dari SPS (Serikat Perusahaan Pers). Kemudian, di awal tahun 2018, penghargaan serupa disabet kembali. Bahkan tiga medali sekaligus kami raih.

Belum lagi penghargaan-penghargaan dari Jawa Pos Group sebagai koran terbaik dalam hal penulisan features maupun indeepth news. Serta beberapa penghargaan dari lembaga atau instansi lainnya. (*)

Bersambung

*Penulis adalah Mantan Pemimpin Redaksi Surat Kabar Harian Radar Lampung

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong