Logo Saibumi

Cuitan Donald Trump Bikin Harga Minyak Menciut

Cuitan Donald Trump Bikin Harga Minyak Menciut

(Foto: Istimewa)

Saibumi.com, Lampung - Pada perdagangan Kamis, Desember 2018, harga minyak mentah jenis brent kontrak Februari 2019 turun sebesar 0,78% ke level US$61,08/barel, hingga pukul 11.38 WIB.

Di waktu yang sama, harga minyak mentah light sweet kontrak Januari 2019 juga ambrol 1,02% ke level US$52,35/barel.

Kedua harga minyak mentah kontrak berjangka tersebut kini menuju pelemahan selama dua hari berturut-turut. Pada penutupan perdagangan kemarin, harga minyak light sweet dan brent masing-masing terkoreksi 0,68% dan 0,84%.

Penurunan harga si emas hitam hari ini disumbang oleh koreksi berjamaah di pasar saham utama Asia. Pada penutupan perdagangan Rabu, 5 Desember 2018, Indeks Nikkei turun 0,53%, indeks Shanghai turun 0,61%, indeks Hang Seng turun 1,62%, indeks Strait Times turun 0,37%, indeks Kospi turun 0,62%.

Sehari sebelumnya, indeks utama di Wall Street juga "kebakaran", di mana Dow Jones Industrial Average (DJIA) anjlok 3,1%, S&P 500 amblas 3,24%, dan Nasdaq Composite ambrol 3,8%.

Amblasnya bursa saham menjadi sinyal bahwa pelaku pasar mulai pesimis terhadap kondisi perekonomian dunia. Hal ini jelas bukan kabar baik, mengingat saat perekonomian dunia melambat maka permintaan energi (termasuk minyak) pun akan menurun.

Harga minyak juga tertekan oleh memudarnya keyakinan investor bahwa Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan mitra produsen non-OPEC (termasuk Rusia) akan mengambil kebijakan pemangkasan produksi dalam pertemuan tahunan OPEC di Austria hari ini.

Sejatinya, ada kabar positif yang datang menjelang pertemuan digelar. OPEC dan Rusia semakin kompak untuk menyetujui pemotongan produksi mulai tahun depan, seperti dilaporkan oleh Reuters.

Sebelumnya, Arab Saudi (pemimpin OPEC secara de facto) mengungkapkan keinginan untuk memangkas produksi dalam jumlah besar, namun Rusia menentangnya.

Sumber dari Rusia mengindikasikan Negeri Beruang Merah hanya akan berkontribusi pengurangan 140.000 barel/hari, sementara OPEC meminta Moskow memangkas 250.000-300.000 barel/hari.

Tapi kini Saudi-Rusia dan anggota lainnya nampak sudah mulai sepaham. Menteri Energi Rusia Alexander Novak memberitahu wartawan bahwa bahwa dia telah mengadakan pertemuan yang "berjalan baik" dengan Menteri Energi Saudi Khalid Al-Falih.

"Semua dari kami termasuk Rusia telah setuju bahwa ada kebutuhan untuk pemangkasan," papar Menteri Perminyakan Oman Mohammed bin Hamad Al-Rumhy pasca bertemu dengan menteri dari beberapa negara produsen minyak pada hari Rabu, seperti dilansir dari Reuters dan CNBC Indonesia, Kamis, 6 Desember 2018.     

Perkembangan di atas awalnya mampu membuat pelaku pasar percaya bahwa OPEC cs akan melakukan pemangkasan sekitar 1-1,3 juta barel/hari. Namun, kepercayaan diri itu tidak bertahan lama.

Pasalnya, tiba-tiba Presiden AS Donald Trump kembali datang mengintervensi, hanya beberapa jam saja sebelum pertemuan tahunan OPEC digelar.

"Berharap OPEC akan menjaga aliran minyak seperti apa adanya, tidak dibatasi. Dunia tidak ingin melihat, atau membutuhkan, harga minyak yang lebih tinggi," tulis Trump di akun Twitter.

Sekedar mengingatkan, pada Juni 2018 OPEC sempat meningkatkan produksi pasca dikritik habis-habisan oleh Trump. Kini, risiko yang ada kembali muncul.

Jika produksi dipangkas sekalipun, pelaku pasar khawatir volumenya tidak akan signifikan, atau tidak akan mampu mengompensasi banjirnya pasokan saat ini.

Apalagi, sikap Trump yang melunak dengan tidak mengambil tindakan tegas kepada Putra Mahkota Arab Saudi Mohammad Bin Salman Al Saud atas dugaan keterlibatannya dalam pembunuhan kolumnis Washington Post Jamal Khashoggi, memberikan persepsi bahwa Arab Saudi pun tak bisa menolak permintaan Trump mentah-mentah.

Lantas, bagaimana OPEC? (*/SB-01)

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong