Logo Saibumi

Kaki Jangan Diangkat saat Kendarai Motor Lewati Banjir, Ini Alasannya

Kaki Jangan Diangkat saat Kendarai Motor Lewati Banjir, Ini Alasannya

(Foto: Ilustrasi/Istimewa)

Saibumi.com, Lampung - Hujan mulai rutin mengguyur. Mau tidak mau, kita harus menjalani aktivitas di tengah guyuran dan genangan air.

Khusus bagi para pengendara motor, ada tips khusus saat melewati genangan air. Ketika pemotor harus melewati banjir, usahakan kaki jangan diangkat dan tetap berpijak pada footstep.

"Nggak diperbolehkan (mengangkat kaki) karena itu akan membuat motor hilang keseimbangan, jadi pengendara mudah kehilangan kendali," ujar Instruktur dan Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, dilansir dari Detik pada Kamis, 6 Desember 2018.

Mengapa pemotor bisa hilang kendali? Sebab dengan mengangkat kaki, titik gravitasi pengendara akan berpindah, sementara motor yang melewati genangan air harus tetap stabil saat melewati hambatan.

"Saat kedua kaki diangkat dari footstep, maka titik gravitasi kian jauh dari permukaan dan titik gravitasi berpindah ke area bokong pengendara. Jadi motor nggak seimbang lagi," terang Jusri.

Nah, supaya pemotor tetap bisa menerjang banjir atau genangan air dengan aman, sebaiknya gunakan perlengkapan hujan. Contoh seperti mantel hujan dan mantel sepatu.

Tips Musim Hujan

Instruktur Rifat Drive Labs, Andry Berlianto mengingatkan pengendara sepeda motor untuk menggunakan jas hujan. Sebagai seorang rider, jas hujan menjadi hal mutlak jika tidak ingin terserang penyakit akibat hujan.

"Untuk motor, selalu siap dengan jas hujan agar perjalanan tidak tertunda atau terganggu," ujar Andry.

Setelah kondisi fisik rider sudah terjaga dari serangan penyakit yang mungkin disebabkan oleh cuaca dingin dan basah, tentu pastikan 'kesehatan' motor juga apakah sanggup menerjang hujan.

"Pastikan kendaraan dalam keadaan baik atau laik jalan dari potensi gangguan akibat kelembaban, basah hingga saat terkena genangan air," terang Andry.

Handling kendaraan khususnya pada ban menjadi poin terpenting agar tidak menimbulkan risiko kecelakaan lalu lintas.

"Pastikan ban kendaraan dalam kondisi optimal yaitu masih memiliki daya cengkeram yang baik dan tidak dalam kondisi gundul plus tekanan yang sesuai kondisi," kata Andry.

Setelah rider dan tunggangannya siap berkendara saat hujan, perlu diingat gaya mengemudi motor pada saat hujan tidaklah sama dengan mengemudi motor ketika cuaca panas atau kondisi jalanan kering.

"Dia harus membuat segala manuver yang dilakukan itu tidak ada perubahan yang signifikan. Mulai dari akselerasi dan deselerasi harus halus, karena cengkeraman ban sangat kurang ketika kondis jalan yang basah," ujar Founder Jakarta Defensive Driving Consultant & Praktisi Road Safety, Jusri Pulubuhu.

Jika rider merasa tidak cukup mampu menguasai medan, kurangilah kecepatan dan tingkatkan jarak antar-kendaraan agar bisa memberi waktu untuk mengendalikan kendaraan saat lost control.

"Jika dalam kondisi normal jarak aman adalah dua detik, maka saat hujan bisa digandakan karena adanya potensi pengereman yang butuh ruang yang cukup. Semakin cepat kendaraan melaju saat hujan, maka recovery saat masuk dalam keadaan darurat menjadi lebih sulit," pungkas Andry.

Manuver yang mendadak dan tajam saat mengendarai motor berpotensi besar menyebabkan kecelakaan ketika hujan membasahi jalan. Hati-hatilah berkendara dan pastikan motor dan pengendara siap untuk melakukan perjalan pada kondisi hujan. (*/SB-01)

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong