Logo Saibumi

Kasus Cabul Dosen Unila Dituntut 2 Tahun Penjara

Kasus Cabul Dosen Unila Dituntut 2 Tahun Penjara

Dosen Chandra Ertikanto (58) usai menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang, Bandar Lampung, Senin, 19 November 2018 | Obbie Fernando/Saibumi.com

Saibumi.com, Bandar Lampung - Chandra Ertikanto (58) warga Jalan Purnawirawan, Kelurahan Gunung Terang, Bandar Lampung yang merupakan dosen Unila dituntut 2 tahun penjara atas kasus pencabulan terhadap mahasiswinya.

Jaksa Penutut Umum (JPU), Kadek Agus Dwi H dalam wawancaranya mengatakan, usai dibacakan tuntutan, terdakwa akan melakukan pembelaan dalam persidangan pekan depan.

BACA JUGA: Puluhan Masyarakat Demo Tuntut Usut Ulang Proyek Land Clearing

"Tadi sudah kita bacakan tuntutannya, sidang akan dilanjutkan pada minggu depan dengan agenda pledoi (Pembelaan dari Terdakwa) dengan cara tertulis," katanya, Senin, 19 November 2018.

Terdakwa terbukti secara sah dan bersalah atas Pasal 29 Ayat (1) Jo Pasal 64 Ayat (1) KUHPidana tentang pencabulan. Pasal tersebut dibuktikan karena terdakwa sudah mengakuinya di dalam persidangan.

"Pertimbangannya karena dilakukan di tempat umum dan juga terdakwa sudah mengakui perbuatannya melakukan tindak pencabulan terhadap anak didiknya," lanjut Jaksa Kadek.

JPU menambahkan, sebelumya terdakwa ada upaya damai terhadap saksi korban. Namun sampai saat ini belum terealisasi. "Kemarin memang sempat ada niat perdamaian dari terdakwa, tapi sampai pembacaan tuntutan ini tidak ada perdamaian," pungkasnya.

Diketahui, perbuatan itu berawal pada 13 November 2017 saat korban disuruh oleh terdakwa untuk mencari contoh proposal milik orang lain untuk dicontoh oleh korban DS. Usai menemukan proposal yang akan dicontohnya, lalu tiba-tiba terdakwa mengambil proposal tersebut menggunakan tangan kanannya dan mengenai payudara korban DS.

"Terdakwa menayakan kepada korban mana proposal miliknya (korban), saat akan memberikan proposal kepada terdakwa, korban meletakkan proposal diatas pahanya. Lalu terdakwa mengambilnya sendiri saat itu tangan kanan terdakwa menyentuh payudara korban," ungkap JPU.

Satu minggu setelahnya, dosen cabul tersebut kembali melakukan perbuatanya, dimana saat itu korban DS hendak melakukan bimbingan skripsi dengan terdakwa. Ketika korban DS berada didalam ruangan terdakwa, terdakwa lalu mengunci pintu ruangan.

Ketika korban DS di dalam ruangan tersebut, terdakwa mengatakan kepada korban DS harus berjanji terhadap terdakwa. Mendengar ucapan tersebut korban DS menayakan maksud dari ucapan tersebut.

"Korban bertanya janji apa yang dimaksud oleh terdakwa, terdakwa lalu menjawab jika korban dipegang pegang jangan marah ya," kata Jaksa menirukan ucapan dosen.

Mendengar ucapan itu, korban tidak menuruti permintaan dosen pembimbingnya tersebut. Lantas terdakwa marah dengan membanting skripsi korban sembari menarik tangan korban dan berkata.

"Ya sudah kalau kamu seperti itu, nggak akan saya bantu, nggak lulus nggak lulus kamu. Korban menjawab, jangan seperti itu pak. Makanya kalau dipegang pegang jangan marah," kata jaksa menirukan percakapan keduanya.

Korban berusaha melepaskan tangannya dari genggaman dosen dengan berkata "Pak, bapak ini dosen saya, sudah saya anggap sebagai bapak saya sendiri, saya pun sebagai anak bapak " kata korban DS.(*/SB-06)

 

BACA JUGA: Pelaku Pecah Kaca Di Lampung Barat Sudah Beraksi Empat Kali

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong