Logo Saibumi

Petani Sawah Pekon Buainyerupa Lambar Keluhkan Turbin Milik Dinas Tanaman Pangan

Petani Sawah Pekon Buainyerupa Lambar Keluhkan Turbin Milik Dinas Tanaman Pangan

Petani sawah Pekon Buainyerupa Sukau, Lambar keluhkan keberadaan turbin ini, karena menghambat aliran air ke sawah | Ist

Saibumi.com, Lampung Barat - Masyarakat Pekon Buainyerupa Kecamatan Sukau Lampung Barat, sayangkan sikap UPT Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura setempat, pasalnya aliran sungai way penyelan yang sejatinya untuk mengairi persawahan warga, justeru terganggu sejak adanya tubin UPT dinas tersebut, karena aliran sungai sering ditutup hingga pengairan sawah warga menjadi kering.

"Sudah satu tahun terakhir ini kami merasa resah dengan keberadaan turbin milik Dinas Pertanian, karena sejak adanya turbin itu aliran irigasi kami tersendat, karena sering tertutup alirannya oleh petugas UPT yang ada di situ, untuk memenuhi penerangan kantor mereka, kenapa hanya memikirkan kepentingan sepihak saja sementara kami untuk memenuhi kebutuhan hidup terganggu," kata salah seorang warga Pemilik sawah Riswan.

BACA JUGA: Deteksi Dini Gangguan Hati, Berikut Terapi dan Cara Pencegahannya

Lanjut Riswan, sebelum adanya pembangunan turbin sawah-sawah milik warga aman-aman saja, tetapi sejak adanya turbin kebutuhan air sangat berkurang, sehingga sawah warga menjadi rusak.

"Saat ini bisa dicek langsung keadaan sawah kami, padinya sudah menguning, sawah sudah kering bahkan lumpurnya saat ini sudah menjadi tanah yang kering dan keras, bahkan sudah terkihat terbelah karena kekeringan. Bahkan saat ini ada satu unit hand traktor yang tergelatak karena tidak bisa dijalankan lagi karena tidak bisa lewat akibat padi-padi warga yang tidak memiliki air," kata dia.

Selama ini pihaknya sudah beberapa kali koordinasi dengan pihak UPT, tetapi tidak menemukan hasil yang memuaskan, keadaan sawah warga malah semakin rusak.

"Kami sudah berusaha koordinasi dengan pihak UPT, tetapi alasan mereka irigasi itu sudah dibagi airnya tetapi buktinya sawah kami tetap kering karena kurangnya suplai air. Memang aliran air disalurkan ke persawahan kami tetapi tidak memenuhi kebutan karena kecilnya debit air, mirisnya saat malam hari aliran irigasi kami ditutup sehingga air yang mengalir dan kecil itu belum saja sampai ke semua perswahan warga tetapi sudah di tutup kembali," keluh Riswan.

Pihaknya berharap pemkab setempat melalui Dinas terkiat bisa memberikan solusi sehingga tidak merugikan masyarakat atas terbangunnya turbin untuk memenuhi penerngan kantor UPT Tanaman Pangan dan Holtikultura.

"Kami berharap masalah ini secepatnya di atasi oleh pihak pemkab, sebelum masyarakat bertindak arogan, karena ada pemilik sawah yang penghasilannya hanya mengandalkan hasil sawahnya saja karena tidak memiliki lahan lain, bahkan kebunpun tidak ada," jelas dia.

Namun hingga berita ini di turunkan Kepala UPT Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura maupun petugasnnya, belum bisa dikonfirmasi.(*)

Laporan wartawan Saibumi.com Edi Saputra

BACA JUGA: Kapolres Lampung Barat Pisah Sambut

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong